fanfictions

Contract Marriage [Part 1]

Title : Contract Marriage [Part 1]

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing : HyukHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / AU

Rating : PG-15 (for harsh word)

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1

***

Aku melempar-lempar kerikil di sekelilingku dan melemparnya ke danau dengan jengah. Bagaimana tidak? Akibat adu mulut dengan namja bodoh itu dan berhasil mengacaukan rencana 30 menitku, aku benar-benar diusir dari kelas. Han seonsangnim benar-benar murka jika seluruh muridnya ada yang telat.

Aku tersenyum pedih. Bukan. Bukan ‘seluruh muridnya’, jikalau kau punya uang, maka kau tidak perlu di usir dari kelas. Hah! Uang lagi! Di Seoul tidak ada hal yang bisa di lakukan tanpa uang. Tidak seperti di Mokpo, kita masih dipandang walau tanpa uang sekalipun.

” Buh, aku belum pernah bertemu dengan orang miskin yang tidak tahu diri sepertimu,”

Badanku menegang begitu mendengar suara bass yang berat tersebut. Walau aku baru mendengar suaranya hari ini, tapi entah mengapa aku langsung mengenali siapa pemilik suara bass ini. Suara namja bodoh itu.

” Kau bolos, huh? Tidak tahu diri! Sudah untung kau dapat beasiswa, kau kabur dari kelas lagi! What a shame, ”

Aku menyipitkan mataku ke arahnya. Bolos?! Aku tidak salah dengar, kan?! Aku tau diri seberapa miskinnya diriku dan tidak mungkin aku menyianyiakan suatu ‘miracle‘ di kehidupanku. Dan bolos..? Seriously, itu sama sekali bukan tipe-ku!

” Kau sendiri? Bolos, kan? ”

Ia mengeluarkan ‘smirk‘ andalannya ke arahku, ” tidak membantah perkataanku, huh? So, kau benar-benar bolos dari kelas! Dasar orang miskin! ”

” AKU TIDAK MEMBOLOS BODOH!!! ”

” Lalu kenapa kau ada disini jikalau kau tidak membolos? Apa ada alasan lain? Belajar di luar? Tidak mungkin. Karena dari anak kelasmu, aku hanya melihat dirimu seorang diri dwarfssi

Dwarfssi? Bahasa apa itu? Oh. Bagaimana aku bisa lupa? Dwarf adalah panggilanku. Cih! Apakah dia tidak pernah belajar? Dimana tata kramanya? Sudah ku tebak, korban uang ya seperti ini. Tidak tau sopan santun karena merasa uang membuat mereka hebat. Dan aku yakin, jika Lee cooperation bangkrut ia tidak bisa mengurus dirinya sendiri dan bisa jadi berakhir di rumah sakit jiwa. Kkk~ itu pasti menyenangkan!

” Apa yang kau tertawakan, dwarf? ”

Aku menutup mulutku–reflex, ” tidak ada. ”

So? What are you doing in here and not forget to mention you’re ALONE? ”

Shut up! Bukankah aku memang sendiri? Semua orang disini sama sepertimu, tidak mau berurusan dengan seorang dwarf sepertiku, ” desisku tajam

” Jadi? Ada alasan apa kau disini? ”

” Aku di usir, puas? ”

Ia menatapku kaget sebelum tertawa terbahak-bahak. Aku menggemeretakkan gigiku kesal. Aku kembali melemparkan pandanganku menuju pemandangan dihadapanku daripada namja bodoh yang ada di sampingku ini. Ia terlalu biasa untuk mendapat perhatianku.

” Bagaimana bisa, seorang Lee Donghae peraih peringkat nomor 1 sepanjang masa di usir dari kelas?! It’s WOW! ”

Ia terus tertawa sembari merebahkan dirinya disampingku. WTH?! Ah! Biarlah! Toh ini sekolah, sekolah miliknya. Tentu suka-suka dia mau tidur dimana. Ugh! Tapi di sebanyak ruangan yang ada di sekolah ini, kenapa ia memilih untuk tidur disampingku?!

” Bisa ceritakan alasan kenapa seonsaengnim dikelasmu mengusirmu? ”

” Aku telat. ”

Ia kembali tertawa terbahak-bahak. Bahagia sekali dirinya tau kesialan yang menimpaku?! Yeah. Sepertinya kesialan tetaplah berpihak padaku. Bahkan disaat-saat aku ingin merenung seorang diri, Tuhan mengirimkan setan-busuk-nan-tidak-tahu-diri untuk menemaniku! Sebegitu bencikah Tuhan denganku?

” Hey, kau terlalu diam! You must be a bookworm, rite? ”

Please, shut up! ”

Ku rasakan tatapan matanya tajam menusuk seluruh rusuk-rusuk yang ada di tubuhku. Lebay? Oke. Tapi itulah yang ku rasakan. Jikalau menatap seseorang mampu membunuh, pasti aku sudah mati saat ini.

” Bicaralah~ it’s hurt, mengetahui ada dua orang yang dapat berbicara disini tapi tak ada percakapan yang menghias di antara kita.. ”

Aku meliriknya sekilas sebelum kembali menatap danau. Tanganku mengambil kerikil yang berserakan dan melemparnya ke dalam danau, melanjutkan kegiatanku yang tertunda tadi. Tapi ia benar, aneh rasanya mengetahui ada dua orang yang bisa berbicara tapi tak ada percakapan yang terjadi di antara kita.

” Apa kau benar-benar tidak punya teman? Maksudku, manusia itu mahkluk sosial kan? Seseorang yang tidak bisa hidup tanpa orang lain? Tapi kau? Bisa hidup tanpa orang lain? ”

No, ” aku melempar kerikil terbesar yang ada di dekatku, ” aku juga manusia. Harus hidup dengan orang lain. Tanpa orang lain aku tidak bisa melanjutkan hidupku, you know? ”

” Lalu kenapa kau bilang kau tidak punya teman? ”

” Karena memang aku tidak punya teman. Aku hanya punya eomma, appa dan hyungku. Selebihnya mereka hanya ‘orang‘ yang membantuku untuk hidup. Sekarang, apakah kau mengerti definisi ‘punya teman‘ dalam hidupku, orang kaya? ”

Namun reaksi yang ku dapatkan bukanlah ekspresi tidak suka/kaget/benci/jijik atau apalah itu. Melainkan sebuah gelak tawa. Tawanya meledak. Lebih heboh dari sebelumnya. Aku menatapnya aneh sebelum menyerukkan bahuku masa bodoh.

” Aku tidak tau! Ternyata orang miskin itu punya harga juga! ”

” Harga? Harga apa? ”

Ia menatapku dengan smirk andalannya. Tidakkah ia lelah selalu menyeringai disetiap kali berbicara denganku? Eh? Tunggu! Jangan bilang ia selalu menyeringai jika menatap orang.

” Kau. Kau seperti orang kaya yang tidak ingin punya teman orang miskin! Memilih-milih teman atau bahkan tidak mau berhubungan dengan orang lain karena takut mereka hanya memanfaatkan uangmu. Atau bisa juga, seperti orang kaya yang tidak ingin berteman dengan orang lain yang tidak punya latar belakang karena takut latar belakangnya—“

Ia diam dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Huh? Latar belakangnya apa? Aku menatapnya bingung sembari mengigit bibir bawahku ragu. Haruskah aku bertanya? Tapi aku tidak ingin membuat dirinya berfikir bahwa aku ingin berbicara dengannya! Tapi… Memang ada apa? Aku dapat melihat segelintir rasa sakit terpancar dimatanya. Tanpa sadar aku mengigit bibirku semakin kuat.

” Hey? ”

Ia bangun dari posisi tidurnya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. HELL! Ini terlalu dekat! Aku yakin kami bernafas dengan udara yang sama! Dan bahkan aku bisa merasakan nafasnya yang dingin dan teratur menerpa bibirku.

” Jangan pernah menggigit bibirmu dihadapanku. Aku punya ‘sesuatu’ tentang seseorang yang menggigit bibir bawahnya ”

Aku menatapnya tepat dimatanya–menantangnya, ” dan why? Why should I? Sama sepertimu yang boleh bebas melakukan apapun yang kau inginkan di sekolah ini karena ini milikmu. Dan aku bebas melakukan apapun dengan bibirku karena semua yang ada di tubuhku adalah milikku, kan? ”

Well yes, ” ia menyeringai semakin lebar, ” but not anymore

Selesai ia mengucapkan hal tersebut, ia menempelkan bibirnya di atas bibirku. WTF!! Aku membelalakkan mataku sembari mendorongi dadanya yang err–bidang. Ku rasakan ia tersenyum dalam–pantaskah ini ku sebut sebagai ciuman?–kemudian tangan kanannya bergerak menahan tengkukku sementara yangan kirinya menahan kedua pergelangan tanganku.

Argh!!!!!!!

Bagaimana bisa ia menahan kedua pergelangan tanganku dengan satu tangan?! Dan HELL!!!! Dia benar-benar kuat! Aku bahkan merasa pergelangan tanganku di cengkram oleh dua tangan raksasa! Tidak mampu melawan dengan tanganku aku berusaha melawan dengan badanku.

Aku meronta dan meronta dalam–yeah–pelukannya. Usaha merontaku berhenti begitu merasakan sesuatu menggigiti bibir bawahku pelan. Sesuatu? NOOOOO!!! Gigi namja itu!!! Aku mengatupkan mulutku rapat-rapat. Dalam film-film luar negeri yang ku lihat, jika aku membuka mulutku maka lidahnya akan memasuki rongga mulutku. HELL NO!!

Mungkin karena kesal–ia menggigit bibir bawahku lebih keras. Membuatku meringis kesakitan dan benar, ia memasukkan lidahnya kedalam rongga mulutku. Samar-samar terasa rasa tidak enak–yang aku yakini adalah darah–dan rasa susu strawberry. Ugh! Rasa ini tidak enak!

Ia terus mencondongkan badannya ke arahku membuatku merasakan rumput-rumput yang tajam di punggungku. Dan ketika aku sadar, namja bodoh itu sudah ada di atasku. Ia menahan kedua lenganku ke atas kepalaku dan tangan kanannya bergerak menelusuri lekuk tubuhku. Ya Tuhan, ini tindak kriminal! Aku masih berusaha meronta sekuat tenaga namun sepertinya semua sia-sia. Percuma tenaganya terlalu besar jika disandingkan denganku.

Tangan kanan namja bodoh itu bergerak menuju kancing kemejaku. Mataku terbelalak lebar mengetahui ke arah mana rencana busuknya akan berlanjut. Tangan-tangan nakal tersebut–atau lebih baik dikatakan jari-jari nakal, mulai membuka kancing kemejaku membuatku merasakan dinginnya udara di sekitar kami. Y-Ya!!!! Ini kelewatan! Ini tindak kekerasan! Ini pelecehan seksual!

Dengan kekuatan yang aku kumpulkan sebanyak-banyaknya. Kekuatan batin, otak, otot dan semua jenis kekuatan yang ada di tubuhku ku kumpulkan menjadi satu dan berhasil mendorong tubuhnya dari atas tubuhku. Aku segera bangun dan menutupi kemejaku yang sudah setengahnya terbuka itu.

” Jangan bertindak kurang ajar bodoh! Aku tau kau punya banyak uang dan bebas melakukan apapun yang kau inginkan! Aku sudah toleransi kau menampar pipiku, menginjak bukuku, menghabiskan waktu 30 menitku, menghinaku dengan dwarf busukmu itu, apakah kurang sehingga kau melakukan tindak asusila seperti ini?!!! ”

Ia menatapku dengan matanya yang dingin seakan tidak terpengaruh dengan amarahku, ” bibirmu manis, bahkan kulitmu sangat lembut. ”

Dia… Dia sudah me-me-menyentuhku?!! Oh NOOOO!!! Aku menarik nafas mengenyahkan fikiran kotor dan menjijikkan tersebut dari otakku. Tanganku bergerak cepat menutup kancing-kancing yang berhasil di bukanya.

” Kau benar-benar tidak tau aturan! Duniamu bukan duniaku! Mungkin kau terbiasa melakukan sex dengan siapapun yang kau sukai, tapi aku tidak! Meskipun aku miskin aku punya harga diri yang tidak bisa kau injak-injak bodoh!!! ”

Ia menyeringai senang(?) sebelum menyodorkan tangan kanannya ke arahku, ” kau selalu memanggilku bodoh. Ku rasa ini saatnya kita berkenalan secara resmi, eh? ”

” Kau tau siapa aku. ”

” Oke, aku Lee Hyukjae. Dan mulai saat ini, aku, adalah calon suamimu, Lee Donghae, ” ucapnya dengan gummy-smile *eh?

Tunggu—

…… WHAT??????!!!!!

 

 

 

 

,

TBC😀

LOLOLOL! It’s really FUN to tease you Aegis 8D idk why but I don’t want to continue Autis Love/MCB/LB it’s seems my brains STUCK on it-x- so it’s not my fault right? But my stupid-brain of course >;DDDD but don’t worry, this night I’ll start to continue Little Boyfriend :3

@chacakpoploverz; I’ll continue Autis Love/MCB/Little Boyfriend if you continue your fiction as well *smirk*

 

” Comment = Love “

15 thoughts on “Contract Marriage [Part 1]

  1. waw, nyaris terjadi NC… (jgn sampe NC ya)..

    ya ampun Hyukkienya segitunya bgt Donghae. apa benar nanti Eunhyuk akan menjadi calon suami Donghae..??

  2. yah you two!!! go get a room !!! >.< *loh??

    hhaa..
    hyukie..hyukie..maen grepe-grepe anak orang seenaknya ajh..
    kasian kan..

    gyaaaaahh..
    donghae~..
    terima ajh tawaran hyukie~..
    yaaaaah~..
    wkwkwk..

    lanjut chingu~

  3. Tunggu kelanjutan’e ya…
    Jngn lama”… Dn, hyukkie kok jdi pervert seh??? Kasian si hae…
    Btw… Lanjut” ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s