fanfictions

WGM Stuff – Blind Date

Title : WGM Stuff – Blind Date

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And Another support cast. (Eunsoo? Eunseo? Idk.)

Main Pairing : HyukHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi

Rating : G

Length : One-shot.

A/N : I heard a rumor that Eunhyuk give Eunsoo Samsung Galaxy? But I don’t know that’s true or not wkwk. My lovely dongsaeng (@saeskia) said, yes it’s true. So here is it^_^

***

Donghae’s POV

Aku duduk diam memandangi wajah bahagia para member, semua terkecuali diriku—ku rasa. Yeah, aku benar-benar tidak ada semangat untuk melakukan apa-apa. Kalau bisa jujur, aku malah ingin pulang saat ini juga. Tapi jika aku melakukan hal tersebut, tentu SooMan-ssi akan marah dan Leeteuk-hyung pun akan terkena imbasnya.

Aku mendesahkan nafasku jengah. Kapan? Kapan kita pulang? Aku melirik ke arah kekasihku sebentar sebelum kembali memalingkannya ke arah lain. Jika biasanya aku suka melihat wajah malu-malunya dan gummy-smilenya, saat ini tidak. Aku tidak suka ia menunjuknya wajah indahnya kepada orang lain, termasuk yeoja.

Yes, we had a deal.

Kami sudah saling berjanji untuk tidak saling cemburu selama melakukan Blind Date ini. Ini tuntutan pekerjaan dan kami sama-sama mengerti akan hal tersebut. Kami sudah berbicara empat mata akan menjaga komitmen masing-masing yang tidak akan membiarkan masalah pribadi mencampuri masalah pekerjaan. Blind date, just blind date. Tidak ada kata cinta di atasnya.

Kita saling percaya satu sama lain. Kita saling percaya bahwa urusan Blind Date ini tidak akan pernah mempengaruhi hubungan kita. We are we. Kita Eunhae. Kita HaeHyuk. Aku kembali melirik ke arah Hyukjae, dan kemudian menyesainya lagi.

Ia terlihat benar-benar bahagia dapat bertemu dengan, er—Eun soo. Yeah, memang tadi kita berdua berdiri dan menyambut Eunsoo dengan senyuman. Untuk aku, wajar. Untuk Hyukjae? Bahkan disaat Sena—matenya—datang dia biasa-biasa saja.

Sepanjang waktu siaran pun ia lebih banyak flirting dengan Eunsoo. Bukannya aku marah karena dia merebut mateku, tapi hey, Eunsoo adalah partnerku dan partnernya adalah Sena! Tapi mengapa ia benar-benar attractive dengan Eunsoo?

Apakah….

….dia menyukai Eunsoo?

Aniya, Donghae! Kalian berdua telah berkomitmen akan mengikuti acaranya ini dengan hati yang ikhlas dan penuh dengan rasa tanggung jawab. Aku harus mampu mengontrol rasa cemburuku walau aku telah mendapat julukan the-most-jealousy-people dari Hyukjae.

Aku kembali menghela nafas dan memutuskan untuk bermain dengan Kyuhyun. Sama seperti Kyuhyun, ia juga tengah menahan emosinya melihat Sungmin terlihat begitu attractive dengan matenya sendiri. Disaat aku tengah menikmati waktu-waktu sepiku, ku rasakan seseorang menarik ujung bajuku dari bawah meja.

“ Hae-ya, kau marah? “

Bulu-bulu tanganku terasa berdiri begitu mendengar suaranya yang berat namun sedikit girly tersebut mengalun di telingaku. Aku menggeleng lemah sebelum menoleh ke arahnya.

“ untuk apa aku marah, Hyukkie-ah, “ ujarku membisik pelan.

Ia memalingkan wajahnya ke arah depan, mungkin takut seseorang akan mendengar apa yang kami bicarakan. Ia menundukkan kepalanya sebelum bergumam pelan.

“ nanti kita bicarakan di dorm, ok? “

Aku mengangguk kecil, “ Ne, aku akan ke kamarmu nanti “

***

Selama perjalanan dalam caravan aku hanya menatap jalanan Seoul yang ramai. Hari sudah petang, mungkin para appa yang sedang bekerja dalam perjalanan pulang. Aku menghela nafas memusatkan seluruh fikiranku kepada suara music yang mengalun melalui headset yang tergantung dengan manis di telingaku.

Aku tidak ingin memikirkan apapun saat ini.

Setelah berusaha mati-matian tersenyum, tertawa dan being shy didepan  Eunsoo, akhirnya aku bisa menggunakan ekspresi yang aku inginkan saat ini. Tenang, datar, kalau boleh bilang tanpa emosi. Satu hal lagi yang aku ketahui dari Hyukjae kepada Eunsoo.

Ia membelikan Eunsoo handphone Samsung Galaxy 2 White. Akupun tau hal itu dari twitter bukan dari dirinya sendiri. Seharian ini adalah hari yang penuh cobaan untukku. Aku tidak boleh cemburu. Aku tidak boleh cemburu dengan Eunsoo. Tidak mungkinkan hubungan kami yang bertahan 10 tahun lamanya kandas di tengah jalan hanya karena ia bertemu dengan seorang yeoja dalam satu hari?

Jika cintanya tidak sedalam cintaku, maka itu semua bisa kenyataan. Pabo Hae.

Tapi, aku yakin Hyukjae mencintaiku dan bukan Eunsoo. Aku merasakannya setiap malam—setelah terjadinya berita Blind Date ini, ia selalu memelukku dengan sayang, mencium pipiku tak jarang bibirku di setiap saat ia bisa, menggenggam tanganku dan masih banyak lagi. Seolah-olah ia menyampaikan kalimat maaf melalui tindakannya.

Aku mengerang jengah. Bayangan Hyukjae memberikan handphone kepada Eunsoo, bayangan Hyukjae menggoda Eunsoo serta bayangan Hyukjae mengajak Eunsoo menari bermain-main dengan indahnya di kepalaku. Aku benci menjadi orang yang mudah mengingat melalui apa yang ku lihat.

Aku memejamkan mataku rapat-rapat berharap rasa lelah dan rasa kantukku membawaku menuju alam mimpi. Menuju alam dimana tidak ada yang namanya perasaan sakit hati.

Hyukjae’s POV

Aku menatap punggung Donghae dalam diam. Akhirnya ia tertidur juga. Aku menyadari betapa susahnya ia tertidur karena ia terus-menerus mengubah posisi duduknya.

hyung, aku pindah ke tempat Donghae, ya? “

Leeteuk-hyung menatapku sekilas sebelum mengangguk, “ the jealous Hae is back, eh? “

molla. Tadi sih katanya tidak, tapi aku tidak percaya begitu saja. I know Donghae so much, hyung. Dia tidak mungkin tidak marah. Aku berpegangan tangan dengan member lain saja dia marah. “

yeah, this is Donghae who’s we talking about. “

Aku dan Leeteuk-hyung terkikik geli sebelum Leeteuk-hyung mendorongku menuju tempat duduk kosong disamping Donghae. Memang tadi sebelum aku naik ke caravan aku memohon kepada semua member agar tidak duduk disamping Donghae.

Aku mendudukkan badanku di kursi di samping Donghae dengan pelan-pelan—takut membangunkannya. Aku mengamati wajahnya yang seperti anak kecil tersebut. Ia amat manis disaat tidur, eh tidak. Dia selalu manis.

Aku menarik kepalanya perlahan dan menyandarkannya di pundakku. Aku melingkarkan lengan kiriku di pundak Donghae dan mengusap rambutnya perlahan. Kami bertahan di posisi ini selama perjalanan.

“ Hyukjae-ah, bangunkan Donghae ya. “

Aku mengangguk patuh. Sembari menunggu seluruh member turun dari mobil aku menikmati wajahnya yang masih tertidur pulas tersebut. Aww, aku ingin meremasnya! He’s sooooooooo cute!!

“ Hae-ya, Donghae-ya, “ ucapku pelan setelah di dalam caravan hanya tersisa aku dan dia.

Ia mengusap-usap kedua matanya dengan gerakan imut, “ hmm? “

“ bangunlah jagiya, “ aku mencium kedua bibir pink tipisnya sekilas, “ kita sudah sampai di dorm. Kau bisa melanjutkan tidur sih kalau kau mau, biar aku meng—“

“ krr….. “

Aku menghentikan omonganku merasa semua sia-sia saja jika membangunkan Donghae. Perlahan aku melingkarkan lengannya ke leherku dan membopongnya ala bridal-style ke dalam dorm. Dia benar-benar pulas seperti Snow white.

Aku mengetuk pintu dorm depan menggunakan ujung sepatuku, tidak mampu mengetuknya dengan kedua tanganku yang sibuk membopong Donghae. Pintu terbuka dan menampilkan wajah Sungmin-hyung dihadapanku.

“ Hyukkie? Donghae belum bangun? Mengapa—“

“ ssh. Pelan-pelan hyung, “ ujarku berbisik sembari memohon.

Sungmin-hyung menyuruhku masuk dan tidak bertanya lebih lanjut. Ku rasa ia sedang berbicara dengan Kyuhyun di kamar mereka, karena setelah menutup pintu depan ia segera masuk ke dalam kamarnya. Aku menghela nafasku perlahan.

Aku mendorong pintu kamarku dengan pundakku dan merebahkan Donghae di atas tempat tidurku dengan perlahan. Ia menggerang kecil sebelum kembali pulas ke alam mimpinya. Ia mengambil bantalku dan memeluknya erat-erat—mungkin ia merasa itu adalah Mr. Fishynya.

Aku mengambil handuk yang tersampir di kursi, memutuskan untuk mandi sebelum menginstropeksi Donghae nanti.

Donghae’s POV

Aku menguap perlahan begitu merasakan rasa kantukku sudah hilang. Aku mengusap-usap mataku sebelum menyadari dimana aku sekarang. Akupun dapat merasakan sebuah lengan yang hangat dan kokoh melingkari pinggangku erat dari belakang. Aku tidak perlu bertanya siapa pemilik lengan ini karena hatiku telah menjawabnya terlebih dahulu.

“ sudah bangun, Hae-ya? Apa aku membangunkanmu? “

Pemilik lengan tersebut bertanya sembari mengusap-usapkan hidungnya di balik leherku. Aku menggelinjang geli. Entah dosa apa yang telah ku perbuat, tiba-tiba rasa cemburuku kembali muncul mengingat tingkah Hyukjae disaat rekaman tadi.

Aku berusaha melepaskan lengan-lengan kokoh tersebut dari pinggangku namun sia-sia, lengan kokoh itu tetaplah kokoh. Aku mendesah kesal.

“ Hyukkie, lepaskan aku… “

I’ll never let you go, baby. Not without me. “

Wajahku memerah mendengar kata-katanya. Percakapan yang aku ucapkan menjurus ke arti yang berbeda di dalam otaknya. Aku kembali berusaha melepas pelukan tersebut. Ia mendecakkan lidahnya kesal sebelum membalik badanku dan kembali memenjara badanku dalam pelukannya.

Dahi kami menempel, kedua bola matanya menatap kedua bola mataku dengan intense, ujung hidung kami bersentuhan bahkan aku berani menjamin kalau kami bernafas menggunakan udara yang sama. Jantungku berdebar dengan cepat. Suasana ini terlalu romantic.

My Hae, jangan cemburu, ne? kita sudah berkomitmen, kan? “

Aku memanyunkan bibirku, “ aku tidak cemburu Hyukkie. Aku memegang janjiku, aku tidak akan membawa masalah pribadi mempengaruhi masalah pekerjaan! “

“ kau memang tidak cemburu, “ ia mengusap-usap rambutku dengan lembut, “ tapi hanya ngambek disepanjang recording tadi sore “

Aku menghempaskan lengannya jengah, “ bagaimana aku tidak kesal, kau bertingkah seolah-olah kau menyukai Eunsoo padahal matemu itu Sena! Aku bisa mengontrol diriku jikalau kau dengan Sena karena ia memang matemu, tapi Eunsoo? Dia mateku! Bukannya aku cemburu karena kau mengambil mateku, tapi itu berarti kau tertarik dengan Eunsoo, kan? “

Ia hanya terkikik geli mendengar penuturanku. Aku memanyunkan bibirku kesal dengan respon yang ia berikan. Ia berhenti terkikik dan mengusap bibir manyunku dengan ibu jarinya.

baby, aku tidak tertarik dengan Eunsoo, tidak pula dengan Sena ataupun yang lainnya. “

“ tapi—“

“ ssh, biarku jelaskan, “ ia kembali menatap mataku dalam-dalam, “ aku hanya ingin melindungi apa yang ku miliki Hae-ya

“ melindungi? “

“ mungkin ini terdengar childish, tapi walau akulah yang membuat janji agar kita tidak pernah saling cemburu nyatanya akulah yang cemburu. Setelah tau kau melakukan double date dengan Eunsoo beserta Leeteuk-hyung dan Sora-noona. Aku cemburu. Aku cemburu melihat sifat romantismu ditunjukkan kepada orang lain, aku cemburu melihat senyumanmu ditunjukkan kepada orang lain, aku cemburu melihat caramu memperlakukan seorang pacar terhadap orang lain. Itu semua hanya untukku, milikku, aku hanya ingin melindungi apa yang ku punya Hae-ah… “

Aku terdiam menatapnya, “ jadi…? “

“ aku membelikan Eunsoo handphone, mengajaknya berdansa, menunjukkan bahwa aku menyukainya, flirting dengannya semua hanya karena aku ingin dia jatuh cinta denganku bukan denganmu. “

“ tapi Hyukkie—“

“ shh, biarkan aku selesai berbicara, “

Dengan itu aku menutup mulutku rapat-rapat. Ia menghela nafas, menatapku sekilas sebelum membuang pandangannya ke arah lain.

“ setelah double datemu itu aku berfikir semalaman. Bagaimana kalau Eunsoo jatuh hati denganmu dan memohon-mohon padamu agar mau menerimanya, bukannya aku tidak percaya denganmu Hae-ya, I do trust you. Aku hanya tidak percaya dengan diriku sendiri. Aku tidak percaya apakah aku bisa memberikan yang terbaik untukmu atau tidak karena… Eunsoo memiliki segala yang tidak aku punya, Donghae-ah. “

“ maksudmu? “

“ keturunan. Ia bisa memberikanmu sebuah keturunan, kan? Sedangkan aku? jika kau denganku kau tidak bisa mencapai mimpimu yang mempunyai anak sebanyak 11 anak tersebut. Kau tersenyum disaat kau meraih impianmu, kan? “

Aku menaupkan kedua telapak tanganku ke pipinya, “ tapi itu dulu, Hyukkie… Yang ku inginkan sekarang hanya menikah dan hidup bahagia denganmu. “

Walaupun itu memang impianku sedari kecil, entah mengapa impian tersebut berubah setelah aku bertemu dengan Hyukjae. Apa yang ku inginkan saat ini hanyalah terus bersama dirinya sampai aku menutup kedua mataku.

I know baby, “ ia mencium puncak kepalaku penuh sayang, “ karena itulah aku menyusun rencana gila ini. Membuatnya jatuh cinta denganku karena tentu hal tidak mungkin aku jatuh cinta dengannya. “

“ kenapa tidak mungkin, Hyukkie? “

“ karena tidak ada tempat kosong di dalam hatiku untuk orang lain selain orang bernama Lee Donghae’s Super Junior. Lee Donghae dari Mokpo. “

Aku merasakan semburat merah muncul di kedua pipiku, “ saranghae, Hyukkie. Mianhae aku sempat melanggar janji kita. “

gwenchana, toh aku juga melanggar janji kita. “

Ia terkikik geli sebelum mencium ujung hidungku, “ nado saranghaeyo, my Donghae. Neo, naega majimak sarang

gomawo. “

Aku melingkarkan lenganku di pinggangnya dan menarik badannya mendekat ke arahku. Dalam hati aku mengucap beribu-ribu rasa syukur kepada Tuhan untuk mengizinkanku bertemu dengan makhluk sebaik, sepengertian dan semanis Hyukjae.

.

The End<3

Cuma mau menghibur diri jengkel ngelihat Eunhyuk perhatian banget sama si Eunsoo BD wkwkwk. Saya nggak mau ngebuat angst, terlalu sakit untuk memisahkan ikatan HyukHae<3

Btw.

Ini postingan aku yang terakhir (maksudnya yg bener-bener online) aku udah masang postingan menggunakan schedule. Jadi kalo kalian ngelihat updatean itu bukan updateanku tapi schedule. Ok? Ini kesempatan terakhir aku OL masalahnya. Hiks! TwT

Aegis, do’ain aku lulus dengan nilai yang bagus yaa^w^ aku janji kalo nilaiku bagus aku akan berubah jadi author yang lebih sering update lagi dari yang sebelumnya. Kalo misalkan nilaiku bagus, siapa sih yang bangga? Kalian bangga juga dong bisa temenan sama orang yang nilainya bagus, ya nggak? Wkwk PD gila -//-

Buat para Aegis yang bakalan ujian akhir sama kaya Inas (maksudnya nggak SD, SMP, SMA atau Kuliah), inas do’ain juga deh biar nilainya bagus dan memuaskan serta cukup membanggakan OwO inas bangga banget kalo ternyata para Aegis itu pinter-pinter serta membanggakan kedua orang tuanya. Nanti siapa yang dapet nilai 10 di ujiannya Inas kasih hadiah FF deh :3 seru, kan? Wkwkk.

Makanya buat Aegis yang mau Inas buatin FF special, belajar yang rajin dan jangan ngestalk eunhae terus. Wkwk entar kaya authornya dong /plak. Lupain baca FF/buat FF untuk sementara waktu. Jangan Twitteran atau FBan dulu. Kalo bisa juga jangan ada nyentuh internet karena sekali nyentuh kalian bakal lupa waktu. Ini cuma buat 3 bulan kok sayang.. habis ujian toh kalian dapet liburan 1 bulan penuh, kan?

Apasih susahnya nahan nge-net selama tiga bulan?

Inas saranin mending nahan nge-net 3 bulan daripada bikin orang tua sedih sampe kita dewasa nanti, ya nggak?😉 Inas tau kok para Aegis semuanya baik-baik, imut-imut dan pinter-pinter yang pastinya nggak pernah mau ngecewain kedua orang tuanya, kan? Wkwk.

HWAITING FOR US! PRAY FOR US! LET’S START STUDYING FROM NOW TO GET THE BEST SCORE THAT WE EVER IMAGINE/\(^____^)/\

*Jangan kecewain inas yaaa Aegis<3

6 thoughts on “WGM Stuff – Blind Date

  1. huaaaahhh,,,
    jadi penasaran ama blind date mereka~..
    *ketauan belom nonton..ckckckckck

    oh yaah..
    buat author n tmen” yg mu ujiaan
    FIGHTING!!!!!!!!
    \(>.<)/

  2. untunglah bukan angst >__< *ga kuat haehyuk dipisah*
    jujur y chingu, aq juga takut waktu denger ttg blind date dan double date-nya Hae sama Eunsoo… -__-
    d ff ini jadi berasa nyata… Aduh, hyukkie?! Apa maksudnya membuat Eunsoo jatuh cinta padamu heh??
    Buat author,. Semangat y menempuh ujian!! Fighting!! Semoga lulus dengan nilai yg memuaskan!😄

  3. ooooohhh jadi ini toh cerita dibalik sikap hyuk yg kecentilan . ahahahhaha
    bagus saengi *soalnya aq 91line.. :p*
    hehehhe

    semangat semangat semangat !!!!
    sukses yaaaa ujiannya ..
    ganbare !!!!! ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s