fanfictions

My love for you is.

Title : My Love for you is.

Main Cast :

–          Lee Donghae

–          Lee Hyukjae

Main Pairing : HaeHyuk

Author : Nashelf

Genre : Romance / Fluffy

Rating : G

Length : One-shot.

***

Hyukjae merebahkan kepalanya di bahu Donghae sembari memainkan jari jemari Donghae. Sementara Donghae memusatkan pandangannya pada TV di hadapan mereka berdua yang tengah memainkan sebuah drama.

“Hwa Young-ah, saranghae.”

Yeoja yang berada dalam drama itu terkikik geli mendengar penuturan pemain namjanya yang berperan sebagai kekasihnya. Yeoja itu menatap mata namja itu dalam-dalam sebelum tersenyum lembut ke arahnya.

Nado Oppa. Nado saranghaeyo.”

“Seberapa besar rasa cintamu padaku, Hwa Young-ah?”

I’m not sure, I can’t describe it.

“Aih, jebal yo… Tunjukkan padaku seberapa besar…”

“Yang jelas lebih besar daripada diameter Jupiter.”

Percakapan yang terjadi di dalam drama tersebut menyebabkan Hyukjae berfikir yang tidak-tidak terhadap kekasihnya, Donghae. Ia melirik Donghae sekilas-sekilas, ragu haruskah ia bertanya atau tidak. After all, Donghae mencintainya. Benar kan?

“Ada yang mengganggumu, Hyukkie-ah?” tanya Donghae sembari mengusap-usap punggung Hyukjae dengan lembut.

A-Aniya!” Ia mengelak. “Tidak apa-apa Hae-ah.”

“Kau tau kan kalau kau tidak pintar berbohong? Katakan saja Hyukkie. I won’t bite you.

Hyukjae menunduk malu. “Err, anu.. Itu.. Kau…”

“Hmm?” gumam Donghae menunggu kelanjutan kalimat Hyukjae

“Kau, seberapa besar mencintaiku?”

Donghae tergelak sedikit mendengar pertanyaan Donghae. Hyukjae benar-benar polos, terpengaruhi hanya karena sebuah drama, batin Donghae geli. Ia kemudian mengalihkan pandangannya dari TV dan menatap Hyukjae amat lembut.

“Menurutmu seberapa besar?”

“A-A-Aku tidak tahu! Aku ti-tidak bisa mengukurnya! Nanti salah.” Jawab Hyukjae kalap tiba-tiba di pandang amat lembut oleh kekasihnya. Berat mengakui, tapi Donghae masih bisa membuat Hyukjae salah tingkah walau mereka telah bersama lebih dari 10 tahun lamanya.

Kyeopta!” Donghae mencium bibir Hyukjae sekilas sebelum menjawab pertanyaan Hyukjae yang nyaris terlupakan. “Tentang seberapa besar perasaanku, itu tidak dapat di ukur oleh penggaris terpanjang sekalipun Hyukkie-ah.”

“Tapi aku ingin tahu! Bisakah kau memberikanku bayangan seberapa besar? Segini?” tanya Hyukjae sembari merentangkan tangannya seperti anak kecil.

Aniya. Lebih dari itu, lebih dari ujung itu,” Donghae menunjuk ujung ruangan, “ sampai ke ujung yang lainnya.” lanjut Donghae sembari menunjuk ujung yang lainnya.

“Ta-Tapi pasti tidak lebih besar dari rasa cintaku padamu!”

Perkataan Hyukjae membuat rasa penasaran Donghae meningkat, “memang rasa cintamu seberapa?”

“Yang pasti tidak sebesar milikmu.”

“Setinggi ini?”

Donghae memberdirikan dirinya dan meletakkan telapak tangannya di depan dahinya. Hyukjae terkikik geli sembari menggelengkan kepalanya. Ia kemudian berdiri dan mensejajarkan tinggi badannya dengan tinggi Donghae.

“Tidak mungkin rasa cintaku lebih pendek dari tinggi badanku sendiri, Hae-ah.”

“Ugh! Aku memang kalah di tinggi badan tapi tidak mungkin aku kalah dengan seberapa besarnya rasa cintaku padamu!”

“Coba buktikan!”

Donghae memanyunkan bibirnya, “tidak bisa Hyukkie, cintaku seluas galaksi bima sakti, bahkan lebih luas daripada itu!”

“Tapi rasa cintaku bahkan lebih luas daripada seluruh galaksi yang ada di luar angkasa! Sementara cintanya Hae hanya lebih besar daripada galaksi bima sakti! Itu berarti rasa cintaku lebih besar daripada punya Hae!!”

“Tapi Hyukkie, rasa cintaku tidak dapat di gambarkan oleh kata-kata, tidak dapat di gambarkan oleh gambar sekalipun! Terlalu luas, terlalu lebar, terlalu… luas sampai aku tidak tahu dimana ujungnya…”

Hyukjae tertegun menatap pandangan lembut yang tersirat di mata Donghae. Sedetik kemudian semburat merah menghiasi di pipi putih Hyukjae setelah otaknya mencerna kalimat Donghae. Ia menggigit bibir bawahnya mencoba meredakan debaran jantungnya yang bertambah cepat tiap detiknya tersebut.

“Ta-Tapi Hae, aku—”

Sebuah bibir lembut dan manis menghentikan segala argumen yang hendak di lemparkan Hyukjae kepadanya. Hyukjae tersenyum dalam ikatan cinta antara bibirnya dan bibir seseorang yang bahkan lebih berharga daripada dirinya sendiri. Donghae menahan leher belakang Hyukjae dengan tangan kanannya sementara lengan kirinya menarik tubuh kurus Hyukjae mendekat ke arah tubuhnya. Memenjarakan tubuh tersebut dengan kehangatan yang menjalar di setiap pembuluh darahnya.

I love you.” ucap Donghae setelah melepaskan ikatan yang tercipta di antara ia dan Hyukjae. Manik matanya menatap iris mata Hyukjae dalam-dalam. Memancarkan perasaan cinta yang meluap-luap terhadap seorang namja yang tengah berada di dekapannya saat ini juga.

Saranghaeyo.” ucapnya sekali lagi secara lirih namun terdengar sangat romantis di telinga Hyukjae. “Saranghaeyo, Lee Hyukjae.”

“H-Hae—”

“Ssh.” Donghae menempelkan jari telunjuknya di bibir Hyukjae sembari tersenyum dengan amat lembut.

“Lee Hyukjae. Hyukjae. Hyukjae-ah, dengarkan aku dan pahamilah apa maksud perkataanku kali ini.”

Hyukjae hanya mengangguk patuh. Iris matanya tidak pernah meninggalkan iris mata Donghae. Seakan-akan ada sihir yang mengikat kedua bola mata Hyukjae agar terdiam di tempatnya, tidak melepaskan ikatan tak terlihat dari kedua belah bola mata mereka.

“Itu benar, cintaku tak berujung. Beribu-ribu meter jauhnya, beratus-ratus meter jauhnya atau berjuta-juta miliar kilometer jauhnya, aku tidak perduli. Bukan karena aku tidak ingin menunjukkannya kepadamu, tapi dalam prioritasku semakin jauh ujung itu berada, semakin susah ujung itu ditemukan, itu malah semakin bagus.”

“Aku.. tidak ingin cintaku berujung Hyukjae.” lirihnya sembari menggenggam kedua tangan Hyukjae. “Aku tidak ingin mempunyai ujung dalam perasaanku padamu. Aku tidak ingin mencari ujung perasaanku dan membuatmu berfikir ternyata hanya sebegitu kecilnya perasaanku padamu sehingga aku dapat mengukurnya. Tidak, aku tidak ingin hal itu terjadi.”

“H-Hae—”

“Perasaanku terlalu besar, itu benar. Perasaanku terlalu luas, itu benar. Perasaanku terlalu lebar, itu benar. Aku tidak perduli sampai mana perasaanku akan berkembang, bahkan aku tidak yakin bentangan luar angkasa dapat menggambarkan seberapa besarnya perasaanku padamu, Hyukjae. Aku tidak ingin cintaku berujung, aku tidak ingin cinta kita berujung. Jika cinta kita berujung maka kita akan berhenti berjalan dan… dan aku tidak ingin hal itu terjadi.”

Sebuah air mata jatuh dari ujung mata Donghae namun ia biarkan begitu saja, “jalan yang berujung membuat kita berhenti berjalan. Begitu pula dengan cinta kita. Jika cinta kita berujung maka.. kita harus berhenti di ujung tersebut mau tak mau, suka tak suka. Karena itulah aku tidak ingin mencari dimana ujung cintaku agar aku terus berjalan dan tidak pernah berhenti. Biarkan saja ujung itu malah melilit jalur cintaku yang lain, semakin melilit akan semakin susah ditemukan dimana ujungnya.”

“Tapi Hae! Cinta kita tentu memiliki ujung!”

Ucapan Hyukjae sukses membuat air mata Donghae kembali merebah turun dari ujung matanya. Ia menatap Hyukjae tidak percaya. Mungkin ia salah mendengar, tidak mungkin cinta mereka berujung—

“Ssh.” Argumen kecil yang terjadi di dalam otak Donghae terpotong begitu mendengar suara Hyukjae. “Jangan salah berpikir terlebih dahulu, tentu cinta kita berujung, berujung ke pernikahan. Setelah itu kita membuat jalur yang baru yang akan berujung ke kematian. Dan yang terakhir kita akan membuat jalur baru dari kematian menuju kehidupan kedua kita nantinya. Kau percaya kan kalau—HAE!”

Donghae segera memeluk tubuh Hyukjae erat-erat. Kalimat Hyukjae membuatnya ketakutan—amat ketakutan. Jika orang bertanya apa ketakutannya yang terbesar, itu hanya satu, kehilangan Hyukjae.

“Aku fikir.. cinta kita—” ia tidak berani mengucapkan kalimat yang tidak pernah ingin ia ucapkan. Kata eommanya ucapan adalah do’a. Ia tidak ingin sebuah kalimat ‘perpisahan’ terucap dari bibirnya dan berubah menjadi sebuah do’a yang akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.

“Tidak akan Donghae, aku tidak bisa membayangkan diriku bersama orang lain. Memikirkan untuk meninggalkanmu saja tidak pernah. Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku terlalu takut jauh darimu Donghae-ya.”

“Untuk masalah seberapa besar cinta kita itu…tidak perlu di fikirkanlah! Toh tadi aku cuma ingin mengetes mu apakah kau dapat menggambarkan cintamu atau tidak. Aku senang ternyata kau tidak dapat menggambarkan seberapa besar perasaanmu padaku.” jelasnya panjang lebar.

I love you, Lee Hyukjae. Please, stay with me until both of us can’t breathe anymore.”

Hyukjae tersenyum dan menggenggam tangan Donghae erat, “like I have another choice. I love you too, hubby.”

H-Hubby?!”

“Kau tidak suka? Aku sudah tau kau yang akan menjadi suamiku dan harus kau yang menjadi suamiku!”

“Te-Tentu saja aku suka! Hanya tidak menyangka saja secepat ini, sweetie.”

“Urgh!”

Hyukjae menyembunyikan wajahnya di dada bidang Donghae dalam-dalam. Wajahnya memerah mengingat kata-kata yang ia ucapkan pada Donghae tadi.

“Tapi baby, aku lebih suka yeob—ah ani! Hubby juga bagus, tapi baby juga keren—”

Ya! Pilih salah satu!”

“Kalau… Fishy-yeobo-hubby-baby-Hae?”

In your dream, Lee Donghae!”

Hyukjae melepaskan dirinya dari Donghae namun segera ditarik Donghae membuat punggungnya berbenturan dengan dada bidang Donghae. Dengan gerakan kilat, lengan kekar Donghae melingkari tubuh ramping Hyukjae dan mendekapnya dengan penuh kehangatan.

I love you, my wifey.”

Love you too hubby.”

 

 

The End.

11 thoughts on “My love for you is.

  1. hmm so sweeeet haee kauu romantiss hahah😀
    inass ff mu lama” makin baguss semangatt bikin ff lagi oke

  2. lama ngga kesini, hehe🙂

    Ff HaeHyuk lagi!!! Yeyyyyyyyy!!!!🙂

    Donghae menggombali ria nie yee🙂
    Ahoyy, Hyukkie juga malu-malu..

    ARRGHH!! Makin suka ma nie kupel!!

    Bikin ff HaeHyuk teruss yaa???
    Fighting!!

  3. Ahhhhh! Akhirnya bisa juga ngelupain tentang acara WGM….
    Aku lebih suka Eunhae daripd yeoja2 yg di couple-in sama mereka di WGM…

    FF nya daebak eonni ^^
    Keep writting!

  4. hiks hiks srottttt *ngelap ingus*
    aigo~ mereka memang REAL!!!!
    gak ada nada gombal”nya sedikitpun, yg Hae bilang bener” tulus, ah andai si pabo seromantis itu *menghayal* #curcol
    bukan cuma Hae kok yg takut hubungan mereka berakhir, saya sbg EunHae/HaeHyuk shipper jg takut
    pokoknya gak ada yg boleh misahin mereka, titik!

    aish~ romantis banget thor, sweet~ unyu kayak couple cast-nya ^^

  5. Oh Godddd EunHae make me feel the heat hahaha Lol !!!
    it’s the the most romantic fanfiction ever!!! >,< KYAAA EUNHAE!!!❤ Good Job chingu ^.^ (y)

  6. Bagus banget..
    Jadi kebawa gitu..
    Feel nya dapet..
    Mian ya.. Udah lama gak berkunjung ke blog kamu..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s