fanfictions

Picture of Us

Title: Picture of Us-dedicated for Hyukjae’s birthday!^^ (scheduled)

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing: HyukHae

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance/Fluff

Rating: G

Length: One-shot.

A/N: Happy birthday my bejeweled shinning anchovy, Lee Hyukjae! Sorry not saying it directly ;____;

***

Donghae berjalan mondar-mandir di depan kamarnya dan Leeteuk. Membuat seluruh member yang ada di dorm 12 dibuat pusing dengan tingkah yang ia lakukan.

Hyung! Kau membuatku pusing! Apa yang sedang kau fikirkan sih? Berjalan kesana kemari.”

Donghae memanyunkan bibir merah tipisnya sebelum menghempaskan dirinya ke lantai ruang tamu dengan lemas. Ia menatap lantai dihadapannya dengan lunglai. Pikirannya berkelana kesana dan kemari.

“Donghae-ah, gwaenchana?”

“Michinna,” ia mendongak menatap kedua mata bening Leeteuk. “Michigeutta Hyung.”

“Waeyo?”

Ia mendudukkan badannya disamping Donghae dan mengusap rambut coklat-kehitaman milik Donghae. Dilihatnya Dongsaeng favoritnya tersebut menelungkupkan kepalanya dan memeluk erat kedua lututnya sampai ke dagunya.

“Hey, waegeurae?”

“Besok.. Ulang tahun Hyukkie. Aku belum mempersiapkan apapun untuknya..”

“Kan masih bisa dicari besok Donghae sayang…”

“Tapi, Hyung…,” Donghae menyandarkan dagunya di atas lututnya sebelum melanjutkan, “Jadwalku besok penuh. Full. Aku takut aku tidak dapat memberikannya hadiah apapun.”

Leeteuk mendesah resah, ia menoleh ke arah Shindong yang tengah menatap mereka dengan santai di atas sofa. Sementara Heechul hilang entah kemana.

“Shindongie, bisa panggilkan member di lantai 11? Tanpa Hyukjae.”

“Err, aku usahakan Hyung. Tergantung Hyukjaenya sedang ada dimana, oke?”

Leeteuk memberikan Shindong tatapan ‘lakukan-segera’ namun sebuah senyuman khas ‘angel-without-wings’ terpampang dengan indah di wajahnya. Shindong mengehela nafasnya menyerah.

“Oke, oke. Aku akan buat mereka kemari tanpa Hyukjae.”

Sepuluh menit setelah kepergian Shindong, seluruh member kecuali Hyukjae, telah berada di dalam dorm lantai 12. Mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan untuk ulang tahun Hyukjae besok. Sementara Donghae merenung di pojokan memikirkan apa yang harus ia berikan kepada Hyukjaenya.

***

‘Aish! Kado apa? Tidak mungkin kan aku memberikan kado bekas fans? He must knows it!’

Aku kembali menatap jam yang tergantung di atas TV. Saat ini kami semua tengah berkumpul di dorm 11, bersiap-siap melemparkan pesta pada Hyukjae yang tengah berulang tahun. Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat.

‘Sebentar lagi jadwal Sukira akan selesai dan mereka akan pulang’

Aku menatap Ryeowook dan Sungmin-Hyung yang tengah menghias kue yang mereka buat 15 menit yang lalu. Mataku kembali beralih ke jam yang masih berdetik dengan cepatnya.

‘Bagaimana jika Hyukkie akan membenciku? Aniya! Aku tidak ingin hal tersebut terjadi! Aku masih mencintainya! Ayo berpikir Donghae!!’

Mataku menatap sosok Kyuhyun dan Yesung yang tengah bergulat dengan bungkus kado di tangan mereka. Yeah. Mereka telah membelinya namun belum membungkusnya.

Dari pada aku?

‘Membeli pun belum! Apa kata Hyukkie nanti jika ia tahu aku belum memberikan hadiah apapun untuknya?’

“Donghae-Ge, kau tidak ikut menempelkan balon?”

Aku menggeleng perlahan ke arah Henry. Yea, kau benar. Henry dan Zhoumi diundang kemari untuk merayakan ulang tahun Hyukjae. Sementara Kangin-Hyung, Hangeng-Hyung dan Kibummie mengirimi voice note ucapan ‘Happy birthday’. Heechul-Hyung dan yang lainnya pun telah siap dengan kado masing-masing. Sementara aku?

“Sudahlah Hyung, gunakan saja pita di atas kepalamu. Ia pasti menyukai itu.”

“Ya! Pervert!”

Aku hanya mampu memanyunkan bibirku sementara semua member menertawakan usul Kyuhyun. Aish! Fokus Donghae, fokus! Kau belum mempersiapkan kado untuk Hyukjae!

“Ah? Kau sudah di bawah, Hyung? Arasseo, kita akan matikan lampunya sekarang.”

Begitu mendengar kalimat tersebut, mataku segera menatap Siwon yang sedang menutup sambungan handphonenya, dengan Leeteuk-Hyung, mungkin.

“Mereka sudah datang, segera matikan lampunya!”

Aku segera berlari kedalam kamar Hyukjae dan menguncinya, “JANGAN ADA YANG KE KAMAR SEBELUM KU IZINKAN!”

Hyukjae’s POV

Aku tersenyum lebar sembari lift yang kami–aku dan Leeteuk-Hyung–naiki berjalan ke dorm Super Junior. Hari ini hari yang spesial untukku dan aku sedikit penasaran dengan hadiah apa yang akan Donghae berikan padaku.

Leeteuk-Hyung membuka kunci dorm kami dan begitu membukanya, tepat seperti dugaanku. Lampu dinyalakan, semua member berkumpul, di tengah-tengah dari mereka semua ada seseorang yang membawakan kue ulang tahun dan mereka menyanyikan Happy Birthday untukku.

“Saengil chukhahaeyo, Eunhyukkie~”

Mataku berjelajah menatap ke seluruh member mencari seseorang yang benar-benar ku nanti dari tadi. Tapi nihil, sosok itu tidak ada. Tidak ada Donghae disini.

“Ah, Gomawoyo semuanya.” ucapku segera mengenyahkan segelintir rasa kekecewaan yang menyelimutiku.

“Tiup lilinnya Hyung~ sebelum lilinnya membakar habis kuemu!”

Aku menuruti perintah Ryeowook sembari make a wish sebelum meniupnya. Semua orang bertepuk tangan begitu lilin yang berada di atas kue tersebut. Aku menggigit bibirku ragu haruskah aku bertanya atau tidak. But I guess, aku dapat ditebak dengan mudah.

“Mencari Donghae?”

Aku menganggukkan kepalaku sedetik setelah suara Kyuhyun selesai, “Dimana dia?”

“Di kamarmu. Ia tidak memperbolehkan siapapun datang ke kamarmu sebelum ia perizinkan.”

“Apakah aku berbuat kesalahan?” tanyaku lemah. Aku tidak ingin di hari bahagiaku, orang yang paling aku sayangi tengah bersedih.

“He just being Donghae, Hyung. The dumb and stupid Donghae we ever met.”

Aku mengangguk dan menggumamkan terima kasih sebelum berjalan pelan ke kamarku. Sayup-sayup ku dengar Shindong-Hyung yang berteriak untuk memotong kuenya terlebih dahulu. Aku hanya tersenyum kecil mendengarnya.

Sesampai di depan pintu kamarku, aku meragu. Haruskah aku mengetuk? Tapi, ini kan kamarku. Dengan menghirup nafas panjang, aku mengetuk pintu kamarku.

“SIAPA ITU?”

“Hyukkie, siapa lagi?”

“AH–” teriaknya sebelum ku dengar suara keras seperti suara benda jatuh, “JANGAN MASUK!!!”

“Suara apa itu, Hae-ah? Kenapa aku tidak boleh masuk?”

“JANGAN MASUK SEKARANG!”

“Waeyo? Aku masuk ya.”

‘Apakah dia lupa aku selalu membawa kunci cadangan?’

Tanpa menunggu perlawanan apapun darinya, aku memasukkan kunci cadangan yang ku bawa. Ku putar pelan knob pintu kamarku dan satu hal yang menyapaku setelah pintu terbuka adalah, kegelapan.

“Hae?”

“GYAAAAAA!!!!”

Ku lihat Donghae segera memasukkan ‘sesuatu’ kebawah selimutku dan duduk di atasnya. Selotip menempel dimana-mana. Sampah-sampah bekas potongan kertas HVS berserakan dengan indah di lantai kamarku. Jikalau bukan Donghae, aku pasti akan segera mengamuk pada orang yang telah mengacaukan kamarku yang indah.

“Aku… Aku..” suara bergetar Donghae mampu menyadarkanku dari dunia mimpiku.

“Kenapa Hae, sayang?”

Aku berjalan pelan ke arahnya dan melepaskan selotip yang menempel di rambutnya dan potongan-potongan kertas yang ada di sekitar bajunya. Ia menundukkan kepalanya menghindari tatapan mataku.

“Aku, jangan benci aku Hyukkie!! Aku–aku lupa hari ini ulang tahunmu!! Niatku membeli pagi ini tapi blame to my schedule!! Jadwalku hari ini PENUH! Tiada jam yang bisa ku sisipi untuk membelikanmu hadiah, Hyukkie! Jeongmal mianhaeyo!!!”

Aku menaikkan wajahnya dan tersenyum menampilkan gummy-smile andalanku, “memilikimu adalah hal terindah untukku Hae-ah.” ujarku pelan sembari menggenggam lembut tangannya.

“Jeongmal?”

“Ne.” Aku mencium bibirnya sekilas sebelum membuatnya berdiri, “Aku boleh melihatnya, kan?”

“Melihat a–NOOOOOOO!!!!”

Tangannya berusaha menggapai tanganku yang telah berhasil mengeluarkan kertas HVS tersebut dari balik selimut. Haha, untuk pertama kalinya aku bersyukur aku lebih tinggi dari Donghae. Aku membuka kertas yang terlipat seperti amplop dengan pita–yang ku yakini sebagai bekas para ELFs–yang dirangkai acak-acakan.

Sebuah kertas terselip dalam kertas HVS berbentuk amplop tersebut. Sebuah kertas berukuran A4. Suara teriakan Donghae bergema begitu aku membuka lipatan kertas tersebut.

“HYUKKIE!!! JANGAN!!!!!!”

“Hae, ini?” tanyaku sembari menggigit bibir bawahku menahan tawa.

“Aku tahu itu benar-benar jelek! Kau tidak perlu menertawakannya! Aku tidak tahu lagi apa yang harus ku berikan padamu berhubung jadwal kita penuh aku tidak sempat untuk membelinya.. Jadi, aku hanya memberikan semampu yang aku bisa.. Mianhae Hyukkie-ah, aku tidak bermaksud lupa akan ulang tahunmu tapi aku terlalu banyak jadwal sehingga lupa untuk membelinya.. Hyukkie.. Jangan putuskan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, aku–”

Aku membungkam mulut cerewetnya dengan bibirku singkat sebelum melepaskannya. Ia menatapku dengan mata berkaca-kaca berbekas air mata dan mengedip-ngedipkannya imut. Aku menggenggam kedua tangannya membuat dia sadar dari ‘dunianya’.

“This is the best gift that I can ask from you, Jagiya.”

Donghae menundukkan kepalanya malu, “Tapi itu hanya sebuah kado jelek, Hyukkie. Seharusnya kau marah dan mengamuk padaku yang telah memberikan hadiah sejelek itu kepadamu.”

Aku mengambil serpihan pita yang masih berserakan dan melingkarkannya di jari manis Donghae. Ku kecup perlahan punggung tangannya sebelum menatap kedua mata almond cokelatnya.

“Your love is all I can wish.”

Aku menatap sekilas kertas gambar Donghae sebelum menariknya keluar dari kamar bergabung dengan member lain menikmati pesta ulang tahunku. Sebuah tulisan yang terukir dengan rapi di pojok kanan bawah kertas tersebut menyentuh tepat kedalam hatiku.

I love you so so sooooo much!! /kisses/

Yours,

Donghae.

The End.

Bonus pict: -imagine this is Hae’s draw /mine actually/-

“Comment=Love”

Happy birthday my bejeweled anchovy, Lee Hyukjae<3 love you so so so so so so soooooooooooo much ;____; hope I can say it directly to youT T after all, Happy birthday and stay healthy! Don’t be too charming and makes me can never let you go! Be happy honey<3

Sincere with every love that I have for you,

Inas Hafizhah Wanda.

6 thoughts on “Picture of Us

  1. D pikir2 apa yaa hae oppa ksih kado k hyuk? Penasaraaan?
    Apa lgi skrng mrka d paris, mkin mesra aja niih couple…
    Aigooo suka sukaaa sma fanfic nyaaa, siih hae oppa takut mngecewakan hyuk……!🙂

  2. “He just being Donghae, Hyung. The dumb and stupid Donghae we ever met”
    ini pasti bang evil~..jahat banget bang kata-katanya..ckck..
    aigoo~..hae kayak anak kecil yah~..😄
    ah iyah happy b’day hyukie oppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~.. *treak dari gedung sate
    baek-baek ama hae yah~..saranghae..*dibekep hae
    XDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s