fanfictions

a Stupid Line from a Stupid Script!

Title:  a Stupid Line from a Stupid Script!

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main pairing: HaeHyuk. [Finally I can make HaeHyuk!]

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance/Comedy-ish/Fluffy

Rating: G

Length: One-shot.

A/N: If you find my writing style turns out to be a little suckish, blame it to UN! They really make me clueless how to write fanfiction T___T so envied with everyone’s fanfiction. Duh. And FYI, this is inspired by Donghae’s line at Skip Beat. You might think it just unimportant line, but it changes my opinion about Donghae’s point of view about Hyukjae’s addiction. Well, I know that line is scripted, but seeing how serious Donghae’s expression is, I can’t help but mad for Donghae. Yes, seriously mad if I should tell.

~♥~

Hyukjae’s POV

Aku tersenyum sembari merenggangkan badanku yang lemas. Too much schedules. Yeah, aku tidak mengeluh kita mendapatkan banyak jadwal yang mampu membuat kita semakin dikenal oleh dunia. Tapi waktu istirahat yang kami dapatkan tidak sebanding dengan waktu kerja keras kami.

Most of all, waktu yang bisa ku habiskan berdua hanya dengan Donghae.

Aku merentangkan tanganku berusaha menghilangkan rasa pegal yang bersarang di kedua lengan kekarku dan tanpa sengaja menyenggol tumpukan kaset yang berada di atas lemari kecil lampu tidurku.

“Argh,” erangku kesal.

Dengan kesal, aku mengambil tumpukan kaset-kasetku tersebut, menatanya dan memasukkannya sesuai urutan yang ada kedalam lemariku. Namun gerakanku terhenti begitu melihat sebuah kaset yang semenjak aku beli belum sempat aku tonton sama sekali.

Skip Beat.

Aku punya dua alasan khusus kenapa aku tidak pernah menontonnya. Pertama, jadwal yang sangat padat membuatku tidak bisa membagi waktu kapan untuk diriku dan kapan untuk para fans. Kedua, karena peran Donghae di dalam drama ini adalah orang jahat. Bad guy. Yah, bagi kalian-kalian yang tidak tau bagaimana kepribadianku, aku tidak menyukai Donghae menjadi bad guy, walau hanya dalam drama sekalipun. Oleh karena itu, aku lebih suka menonton “It’s okay Daddy’s daughter” daripada “Skip beat”.

Donghaeku yang perhatian, Donghaeku yang baik, Donghaeku yang lembut dan perhatian lebih tergambar di drama itu daripada di Skip beat. Duh, tapi toh dia satu orang. Lagipula itu hanya drama buatan.

Aku tersenyum lebar. Tangan kananku menenteng kaset tersebut sembari berjalan kearah meja yang terletak di sebelah kanan pintu kamarku. Sementara tangan kiriku menggapai laptopku yang masih stand by diatas meja tersebut.

It’s show time!

Donghae’s POV

Aku memanyunkan bibirku menatap handphoneku yang tidak terdapat tanda-tanda kehidupan sama sekali. Kemana Hyukjae? Biasanya jam segini ia sudah menanyaiku ‘kapan aku pulang’, ‘dengan siapa aku akan datang’, ’jadwal apa saja yang aku miliki hari ini’, ‘apakah aku sudah makan atau belum’, and so on.

Tapi sekarang?

Ugh. Mungkin ia masih mempunyai banyak jadwal yang membuat dirinya lupa meng-sms diriku. Lagipula ia hanya seorang pacar, bukan seorang udara yang ku butuhkan setiap saat.

….

….

….

…tapi Hyukjae oksigenku, duh.

Aku tidak bisa hidup tanpa dirinya di setiap detik kehidupanku. Air no longer exist jika ia telah berada di sampingku. Ialah definisi udara dalam hidupku. Dan aku hanyalah seorang manusia yang membutuhkan udara di setiap saatnya.

“Oke, Donghae. Untuk sekali saja, bersikaplah normal. Kau sendiri tau seberapa padat jadwal Super Junior akhir-akhir ini. Kau pasti bisa! Kau pasti bisa mengerti bagaimana sibuk jadwal yang ia miliki. Apalagi album ke-6 kami akan datang sebentar lagi dan persiapan Super show 4 di berbagai negara. Pasti ia sangat sibuk sampai lupa denganmu, Donghae,” gumamku pelan.

Menanamkan sugesti itu sangat berpengaruh, you know? Dan lebih baik kau menanamkan sugesti yang positive yang mampu membuat mood mu naik daripada menanamkan sugesti negative yang semakin memperburuk keadaan hatimu.

Oke,

Tunggu sampai beberapa jam nanti. Jika Hyukjae benar-benar tidak menghubungimu, tidak ada pilihan lain selain kau yang menghubunginya terlebih dahulu.

~♥~

Aku menatap handphoneku yang masih belum menampilkan kehidupan apapun. Aku sudah meng-sms ia berkali-kali sejak satu atau dua jam yang lalu, tapi hingga saat ini ia belum ada membalas smsku sama sekali. Apa ia sesibuk itu sampai ia lupa menyentuh iPhone4 favoritnya?!

Pabo Hyukkie!”

Aku memanyunkan bibirku namun tersenyum lebar beberapa detik kemudian. Aku melirik jam tangan hitamku. Yep. Beberapa jam lagi jadwalku habis, masih ada waktu untuk mampir ke supermarket sebelum pulang ke dorm. Let see how he can resist his adorable strawberry milk.

~♥~

Aku berjalan santai kearah dorm sembari menenteng sebuah keranjang supermarket yang ku kunjungi beberapa menit lalu untuk membeli beberapa susu strawberry. Minuman heaven yang tidak mungkin bisa di acuhkan oleh Hyukjae.

Aku tersenyum sembari melangkah ke lantai 11. Tempat dimana dorm Hyukjae dan yang lain berada. So sad, dorm yang ku tempati dengan Leeteuk Hyung berada di lantai 12. Jauh dari Hyukjae, tapi tidak apalah. Toh, we are Eunhae after all.

Annyeong semuanya!,” sapaku ceria setelah membuka pintu dorm dengan kunci cadangan yang disediakan Manager Hyung jaga-jaga jika member lantai 12 ingin ke lantai 11, atau sebaliknya.

“Donghae Hyung!”

“Donghae-ah!”

Semua member menyapaku namun ada satu suara yang tidak ku dengar semenjak aku menginjakkan kakiku di dorm. Hyukjae. Eh, dia juga tidak sedang berkumpul dengan yang lain. Dimana dia?

“Dimana Hyukkie?”

Kyuhyun menyerukkan bahunya, “Semenjak aku pulang dari jadwalku, aku belum melihat Hyukjae Hyung, Hyung. Mungkinkah masih ada jadwal?”

“Semenjak tadi, siapa yang berada di dorm?”

“Tidak ada Donghae-ah,” jawab Sungmin Hyung sambil memainkan jari-jemari Kyuhyun, “Dorm kosong semenjak pagi. Kita berangkat bersama, remember?”

“Siapa yang datang pertama?”

“Sepertinya Ryeowookie.”

Aku mengucapkan sepatah-dua patah kata terima kasih sebelum berlari kearah dapur. Ku lihat Ryeowook sedang memutar spatulanya dengan cekatan. Aku berdehem kecil membuat Ryeowook menyadari kehadiranku.

“Ahn, Hyung! Kapan kau datang? Mianhae aku tidak menyapamu tadi..”

Gwaenchana, aku juga baru datang. Ryeowookie, aku dengar dari Sungmin Hyung dari semua jadwal kaulah yang paling selesai pertama, benarkah?”

“Memang kenapa, Hyung?”

“Apa kau tau Hyukkie sudah pulang atau belum? Karena sedari tadi handphonenya tidak dapat ku hubungi dan member lain belum ada melihatnya sedari tadi.”

“Dia dikamarnya kok, bahkan jadwalnya selesai duluan sebelum aku.”

“Oh.”

Aku berjalan ke meja makan meletakkan susu strawberry yang aku beli, “Ryeowookie, tolong pindahkan susu strawberry ini ke gelas, neh? Ahn, tolong juga siapkan pudding strawberry tersebut ke atas piring kecil.”

“Buat Hyukjae Hyung, kan?”

Who else?”

Aku meninggalkan Ryeowook setelah mengucapkan terima kasih dan berjalan kearah kamar Hyukjae. Sepi, weird. Benarkah Hyukjae telah pulang dari tadi? Kalau iya, kenapa Hyukjae tidak membalas pesan yang telah ia kirimkan sedari tadi? Apakah ia tertidur begitu sampai di dorm?

“Hyukkie.”

Ku ketuk pintu tersebut sekali-dua kali tapi tidak ada sahutan. Sekali lagi,weird. Tidak pernah terjadi kejadian seperti ini sebelumnya. Jika benar Hyukjae telah sampai sedari tadi, itu berarti… ia menghindariku? Eih, kenapa? Apakah aku ada berbuat salah dengannya? Sepertinya tidak ada kok.

“Hyukkie,” panggilku sekali lagi.

Tidak ada jawaban.

Aku menghela nafas panjang sebelum kembali kearah dapur, “Ryeowookie.”

Ne, Hyung?”

“Apa masakannya sudah selesai?”

Ne, hanya tinggal dipindahkan ke atas meja saja.”

“Biar aku saja,” aku mengambil panci-panci berat tersebut dari tangan Ryeowook, “Bisa kau panggilkan Hyukkie? Ia tidak merespon panggilanku.”

Now I know kenapa secara tiba-tiba Hyung mau membantuku mengurus tentang makan-memakan. Jangankan menyiapkan, mampir kalau makanan belum siap pun tidak mau.”

Aku hanya menjulurkan lidahku kearah Ryeowook. Apa yang ia katakan memang benar, toh untuk apa aku marah ketika ia mengatakan hal yang tak lain dan tak bukan adalah fakta? Aku menggelengkan kepalaku dan kembali fokus ke pekerjaan yang tengah ku lakukan saat ini.

Selesai memindahkan panci-panci tersebut, aku memindahkan susu strawberry Hyukjae ke dalam gelas untuk mempermudah dirinya meminum susunya nanti, meletakkan pudding strawberry tersebut ke atas piring kecil yang ku letakkan tepat di kursi Hyukjae, mempersiapkan gelas-gelas yang mungkin akan digunakan oleh member yang lain.

Tara.

Berhasil!

Jarang-jarang aku bisa membuat ruang makan seindah ini. Aku terkikik geli sebelum berhenti tertawa mendengar suara seseorang yang sedari tadi tidak menjawab sapaanku ataupun sms-ku. Hyukjae.

“Ryeowookie aku tidak mau makan!”

Aku tercekat di tempatku berdiri. Hyukjae tidak ingin makan? Well, seriously?! Duh, ini sebuah konyolan yang amat-sangat-tidak-ada-lucunya! Hyukjae tidak ingin makan? Siapa yang ingin percaya, duh.

“Ayolah Hyung, aku telah memasakkan makanan yang enak! Dan, tadi Donghae Hyung pun telah membelikanmu pudding strawberry serta susu strawberry!”

Yang ini tidak akan mungkin ditolak oleh Hyukjae. Mana mungkin dia akan menolak the almighty strawberry yang ia sukai sedari du—

“Aku tidak mau! Apalagi strawberry! Katakan pada Donghae untuk membawa pulang strawberry yang ia beli itu menjauh dari jangkauanku!!”

Pasti ada yang aneh.

Aku keluar dari tempat persembunyianku—dapur, yeah—dan berjalan kearah Ryeowook dan Hyukjae. Hyukjae menatapku sekilas sebelum membuang mukanya kearah yang berlawanan.

“Ryeowookie, biar aku yang mengurus. Kau dan yang lain makan saja terlebih dahulu.”

Ne Hyung.”

Ryeowook berjalan meninggalkan aku dan Hyukjae yang masih berdiri di depan pintu kamar Hyukjae. Aku menghela nafas perlahan dan menatap lembut kearahnya yang dibalas tatapan tajam olehnya.

“Apa aku berbuat kesalahan kali ini?”

..dense guy.”

“Maaf?”

Hyukjae melirikku sekilas sebelum membuang mukanya kearah lain. Aku menarik nafas perlahan dan menghembuskannya perlahan. Aku lelah dan ia tidak bisa berkompromi sedikitpun!

“Hyukjae, what the hell is wrong with you?”

“Tidak ada.”

“Pasti ada! Kau tidak akan bertingkah seperti ini jika tidak ada sesuatu dibaliknya! Tell me, kau kenapa Hyukkie?”

“Tidak ada Donghae. Dan kau bisa membuang strawberry apapun yang telah kau beli tadi, kemana pun asal jangan kehadapanku. Aku muak dengan strawberry-strawberry tersebut. Mulai saat ini jangan pernah membelikanku makanan atau barang apapun yang berhubungan dengan buah-pink-merah-menggelikan tersebut. Aku jijik dengannya!”

Aku menatap Hyukjae dengan mulut menganga lebar. Ia menolak bahkan membenci buah yang telah ia cintai lebih dari ia mencintaiku?! This is nuts! Aku mencengkram kedua lengan Hyukjae dan menggoyang-goyangkannya perlahan.

Hell Donghae! Aku pusing jangan kau goyangkan aku seperti itu!”

“Kau kenapa, Hyukkie? Tadi ada masalah dengan jadwalmu? Apa yang terjadi selama aku tidak ada?”

NOTHING!”

Aku menghela nafas panjang dan menariknya ke dalam kamarnya, “Aku tidak ingin ada penonton. Ayo kita bicarakan ini baik-baik.”

Ku dorong tubuh Hyukjae kearah tempat tidurnya. Setelah ia duduk tenang aku berdiri dan berjalan kearah pintu untuk mengunci pintu ini. Sekarang, hanya tersisa kita berdua. Saat aku hendak berbalik aku melihat laptop yang masih menyala dan bekas air mata di sekitarnya. Dan ada kaset skip beat, tepat di samping laptop tersebut tergeletak.

Sepertinya aku tau apa masalahnya.

“Kau cemburu melihat dramaku dengan Ivy? For God’s sake, Hyukjae. Kita telah membahas ini sebelumnya! Kau bahkan mendukung drama itu dengan sepenuh hatimu! Drama itu ada skripsinya. Tingkahku, kata-kataku, gerak mataku dan—“

“Apakah penghinaan itu pun juga termasuk dalam skripsi?,” potong Hyukjae dingin.

“Penghinaan apanya?!”

“Jangan bertingkah tidak tau apa-apa Donghae! Semua orang menontonnya, semua orang juga tau bahwa kau menghinaku dalam drama tersebut!!”

Apakah di drama tersebut ada kata-kataku yang menghina Hyukjae? Bahkan seingatku nama Super Junior tidak tertulis dalam drama tersebut. Bagaimana aku bisa menghina Hyukjae?!

“Kapan Hyukkie?,” tanyaku sembari berjalan kearahnya. Aku berlutut di hadapannya, menggenggam kedua tangannya perlahan dan menatap bola matanya lembut.

“Di bagian mana aku ada menghinamu, Hyukkie?”

“Tentang strawberry.”

“Ehm, aku lupa. Dimana?”

Hyukjae menghela nafas perlahan sebelum menundukkan kepalanya, “Dibagian Shang ingin pergi dari rumah Gong Xi, lalu Gong Xi keluar membelikan makanan, seluruh makanan yang berhubungan dengan strawberry..”

“Uh-huh,” aku menganggukkan kepalaku tanda aku mengingat bagian mana itu, “Ada apa dengan bagian tersebut?”

“Saat… saat Shang makan… maksudku… saat kau makan strawberry tersebut… ka—kau sempat bilang jangan biarkan media massa tau aku menyukai strawberry kalau tidak reputasiku hancur. A—aku tau itu hanya naskah, tapi.. aku.. kau menghinaku…,” sebuah air mata jatuh dari ujung mata Hyukjae selesai ia berhenti berbicara.

Stupid.

Aku hendak membuka mulutku namun ia kembali berbicara, “Aku berusaha Hae. Aku berusaha bahwa yang mengatakan hal tersebut adalah Shang bukan Donghae. Tapi.. keseriusan di wajahmu.. membuatku berfikir kalau kau serius. A—aku tidak bisa menghentikannya. Kata-katamu terlalu menyakitiku. Apakah salah punya obsesi terhadap strawberry? Apakah salah jika aku menyukai semua hal yang berhubungan dengan strawberry? Apakah itu alasan mengapa fansku lebih sedikit dibandingkan fansmu? Karena seorang idola yang menyukai strawberry adalah hal aneh?! Jadi selama ini aku aneh? Media massa tau aku suka strawberry, ELFs tau aku suka strawberry…. Itukah alasannya kenapa popularitasmu lebih jauh diatasku? Apakah—“

Aku membungkam mulutnya dengan bibirku. Ku usap tengkuknya dengan ibu jariku penuh dengan perasaan. Ucapan Hyukjae mau tak mau membuatku merasa sakit juga. Bukan, bukan itu maksudku. Aku tidak benar-benar bermaksud seperti itu kepada Hyukjae. Semua itu hanya naskah.

Aku melepaskan ikatan kami dan menatapnya lembut, “Hyukkie, kau tau siapa aku. Hanya kau yang paling mengerti akan diriku daripada seluruh member Super Junior. Kau tentu tau, aku tidak benar-benar bermaksud mengucapkan hal tersebut. Itu hanya naskah Hyukkie.”

“Tapi Hae—“

“Ssh. Mungkin kau benar aku terlalu keterlaluan, yeah, aku tentu keterlaluan pada saat itu, sangat keterlaluan. Tapi ketahuilah, aku tidak pernah bermaksud mengucapkan hal tersebut Hyukkie. Jikalau bisa, aku pasti menolak mengucapkannya. Itu hanya naskah, semua telah diatur oleh si pembuat naskah. Ne?”

“Itu berarti aku aneh Donghae…”

Aniya, my Hyukkie tidak pernah aneh. Kalau kau aneh tidak ada orang yang mau nge-fans denganmu. Untuk masalah kepopuleran itu bukan karena kau addicted dengan strawberry. Semua orang mempunyai rasa suka yang berbeda, lagipula coba kita putar balik, semua orang diluar sana nge-fans denganku, tapi nyatanya? Aku yang mempunyai jutaan fans malah jatuh hati denganmu pada pandangan pertama. Bukankah kau sendiri yang bilang, bahwa pernyataan cintaku padamu 6 tahun yang lalu adalah hal yang membuatmu sadar bahwa kau juga mencintaiku? Bukan Hyukjae yang jatuh cinta pertama pada Donghae, tapi Donghaelah yang jatuh cinta pertama kali pada Hyukjae. Arasseo?”

“Donghae…,” ia menarikku kedalam pelukannya yang hangat, “Gomawo, kau tau benar bagaimana menghiburku.”

Ne Hyukkie-ah, selama kau bisa tersenyum aku akan melakukan apapun untukmu. Ahn, tunggu disini sebentar, jangan kemana-mana!”

Aku melepas lengan Hyukjae yang melingkar erat di pinggangku, walaupun aku masih ingin dipeluk oleh Hyukjae, tapi untuk kali ini, Hyukjaelah yang paling penting. Aku mengecup kening Hyukjae perlahan dan berlari keluar kamar kearah dapur. Ku ambil kantung plastik yang masih tergeletak diatas meja makan.

“Donghae-ah, Eunhyukkie baik-baik saja, kan?”

Aku tersenyum kecil kearah Sungmin Hyung, “Sedang ku tangani Hyung.”

Good luck!”

Aku mengangguk dan berlari kembali kearah kamar Hyukjae. Ku sembunyikan kantung plastik yang berisi dengan beragam jenis makanan yang mempunyai rasa strawberry tersebut. Aku harap ia mau memakan strawberry ini.

“Hyukkie!”

“Hae! Dari mana saja kau, lama sekali,” ujarnya sambil memanyunkan bibirnya. Syukurlah ia tidak marah lagi.

“Aku membawakanmu sesuatu. Tutup matamu.”

Ia tersenyum menampilkan gummy-smilenya sebelum menutup kedua matanya menanti apa yang akan ku berikan kepadanya. Aku berjalan perlahan kearahnya.

“TARA! Strawberry!”

Matanya terbuka membelalak lebar sebelum menggeleng perlahan, “Sudah ku bilang aku tidak mau memakan strawberry!”

Jincha? Aih, lalu bagaimana dengan susu, puding, biscuit, keripik, cheesecake—,” aku terus menerus mengucapkan jenis makanan dan minuman yang aku beli sementara Hyukjae menatapku dengan mata ragu.

“Hyukkie sayang, kita sudah menyelesaikan masalah kita, kan? Reputasimu tidak akan hancur hanya karena kau memakan strawberry ataupun kau menyukainya. Semua itu hanya kalimat bodoh dari naskah bodoh pula, tak perlu kau hiraukan.”

“Tapi—“

Arasseo.”

Aku membuka sebuah makanan ringan dan memakannya. Setelah rasa manis ala strawberry meleleh diatas lidahku aku menarik tengkuk Hyukjae dan mencium bibirnya. Ku masukan lidahku kedalam rongga mulutnya membiarkan makanan ringan tersebut masuk kedalam mulut Hyukjae.

“Nghh…”

Aku tersenyum kecil mendengar desahan Hyukjae. Setelah merasa yakin makanan tersebut masuk seluruhnya kedalam rongga mulut Hyukjae aku melepaskan ciuman kami. Wajah memerah Hyukjae adalah hal pertama yang aku lihat setelah melepaskan ikatan tersebut.

“Enak, kan? Kau tidak bisa membohongi diriku Hyukjae-ah, aku tau kau sangat menyukai itu.”

Go—Gomawo…”

Dan sejak itu Hyukjae semakin addicted dengan strawberry tanpa memperdulikan reputasinya akan hancur ataupun tidak. Dan aku berjanji, tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama lagi.

 

 

The End♥

Suck-ish right? Yes, I know. I’m so upset right now too much problems that appearing in my life nowadays. Would you mind to commenting? Actually I don’t like to push you to comment my fict. It just.. I’m so sad right now and I need someone to cheer me up. Sadly my bestfriends never come. They only come when they have problems.

Oh dude, stop it. It only makes me more frustrating than before. Please, would you mind to comment? Long comment please. Pretty pretty please, I beg you😥 Pleasee….. just fot this one ;_____;

Do you want your amazing author feels so heart-broken? I love you all, I do love you. Please return my love as much as I love you.

26 thoughts on “a Stupid Line from a Stupid Script!

    1. I LOVE YOU MORE<3
      Hihi, Gomawo sayang{} Eomma nggak terlalu pd sama ff ini eh~ terlalu abal kayanya -___- wkwkwk

      Yes honey🙂 Sorry it took a long time~

  1. Damn it, sukaaaa sma critanyaaaaa,,,,
    aigoo tumben hyuk ngambek2 gtu? Biasanya hae?? Aish,, hyuk2 mknan yg d sukai gk ada hub nya kok? Lgian strawberry cocok karakter utk hyuk

    1. LOL
      iyaaa , author lg berjuang menumbuhkan karya2 Hyukkie yang ngambek~ bosen kalo Hae mulu yang ngambek hehe😀 SETUJU! Malah strawberry itu cocok buat anak imut kaya Hyukkie<3
      Gomawo commentnya~{}

    1. @firaaelf: GOMAWO<3 THANKS FOR READING AND THANKS FOR COMMENTING!^^

      @Leny_961013: You liked it? THANK YOU ;_____; kkk Annyeong, Nashelf-imida :3 Hope you like visiting me~

  2. 대박 친구!!! ^^ hyuk ngambek…. pasti imut…. ^^ aku juga suka strawberry #plak *abaikan*

    1. You like strawberry? WELL ME TOO<3 Rasanya strawberry itu manis-seger gimana gitu nah, no wonder lah Hyuk suka~ x3
      GOMAWO FOR THE COMPLIMENT<3 *KISSES*

  3. Ohh God,,
    Hyukkie childish bgd,,-.-
    Kirain mslh na paan,,trnyt eh trnyta..
    STRAWBERRY,,please oppa,,
    Itu hnya buah,,n naskah..
    Untg hae g kpncing..

    Hmm dear klo blh ngsh sran mndg jgn trllu dpkirin mslh tmn u yg itu,g d guna saeng..
    Mrka jg g mkrin u..mndg u fkus dgn hal” yg laen..
    Tman c pntg mnk tp klo udh kyk gtu bkn tmn nma na,mndkat jika d mau j..
    Tp lbh baek jdiin mtvsi u buat intrspeksi dri,,
    D hkmah ko d stiap mslh^^

    1. hihi kalo alesannya gara2 cewek udah banyak FF yang make. kalo yang kaya gini kan jarang x3 kkkk
      wkwkwkwk.

      Yes, itulah yang ku lakukan sekarang. Stalking eunhae kesana kemari kaya orang gila-__- wkwkwk
      untung ada mereka, kalo nggak udah down banget deh aku :’) wkwkwk
      THANKS FOR COMMENTING AND THE COMPLIMENT AND ALSO THE ADVICE UNNIE-YA =)) YOU CHEER ME A LOT<3

      1. Xixi,,mian ru blz..
        Gweanchana saeng,,
        Sneng ko bsa ngbntu org yg pny mslh..
        Krn dr mslh mrk qt jg bsa bljr,,
        Dont give up with your prblem^^

  4. aigoo~..apa kata dunia kalo hyukie malah jadi benci ama strawberry???ckckckck
    tumben juga hae nya agak*?* dewasa *digeplak hae
    kekekeke~..

    yah saeng gak usah dipikirin laa temen kayak gitu maa~..
    namanya juga temen bukan sahabat..kalo menurut aku sii dari artinya ajh udah beda..
    kalo sahabat itu orang yg selalu mengingatkan mu ketika kau senang~..orang yang selalu tertawa ketika kau sedih~..orang yang mau mengulurkan tangannya ketika kau jatuh~..dan tempat sandaran ketika kau sedih~..tapi itu hukumnya timbal balik~..
    so kalo hanya satu arah maa itu bukan sahabat namanya..
    cheer up bb~..^^ Fighting~ *hugs

  5. nyaaaa~ so sweet XDD
    hyukkie pasti imuuuuut banget klo ngambek… ^^

    whats happen with you, dear?
    you have a problem? TT___TT,
    fighting dear.. ^^
    you’re a great author.. ~

    1. Iyaaa seimut authornya kalo ngambek :”) /plak.
      So sweet? abal gini-_-

      well, I just feel like I’m not belong anywhere.
      My fam always mad at me, my sis always use me to buy some albums with my own saving, my friends use me just for modem and the datas I had in my laptop. And lately, I more to AFF. I met a lot of new friends there. I thought they’re different and can accept me for who I am, but sadly, no one ever noticed me. They noticed me because of my long-comment, after that they just push me away. My ex-friend too. She just being an jewels for the fucking 2 weeks, yet she asked me where she can buy Eunhyuk’s LS. I know this is just a simple things, but seriously, she knows until I’m being a Jewels for 2 years, I never can buy Eunhyuk’s LS. Why she asked me something as sensitive-stuff like that to me?! And for the first time, I though Hyukjae never deserve to have some fans like her. Just because she though Hyukjae like her she become Jewels. She’s Hyukjae-haters before! And the frustrating problem is, no one here wanting to help me to solve this problems even my bestfriend. Okay, I don’t want to fulling the comment-box. Hehe, thanks for asking and want to read this long story :’) You cheering me up. Thank you honey({}) Loveyaaa!!!

      1. you have a complicated problem😥
        always cheer up, dear… many people love you in here… we always waiting for you…

        don’t let that people make u down… you have EunHae, SJ, and your reader beside you… so, keep smiling ok? ^^

        p.s: next time, hati2 milih teman ya… ga semua teman bisa jadi sahabat… karena cuma sahabat yg benar-benar mengerti kita ^^

        love you too dear~❤

  6. Ahahha, aku gak suka drama Skip Beat. Biarpun aku Haehyuk shipper, tapi aku paling gak suka sama Donghae SUJU u,u *HAEHYUK shipper labil -,-”

    *sight* pengennya mereka benar-benar jadian u,u

    Bdw, Author yg baik hati karena sudah membuat ff Haehyuk sepertinya lagi galau. Waeyo?

  7. yaa ampun hyukkie…tenang ajja para jewel gx masalah kuq ama kegilaan qm ama strawbery
    its ok baby^^#ditendang hae

    nice ff authorr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s