fanfictions

Chocolate Love [Part 2]

Title : Chocolate Love [Part 2]

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing : HyukHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Yaoi

Rating : G

Length : Three-shot.

Part : Part 1 | Part 2 

A/N: this is for valentine’s day, but who cares? LOL

~♥~

Donghae’s POV

Aku berjalan mondar-mandir di dapur rumahku sembari menunggu cokelat buatanku jadi. Aku takut, aku gelisah, aku tidak tenang dan aku tidak mau Hyukjae tau akan hal ini.

Aku yakin jika aku mengetahui akan hal ini, maka Hyukjae akan menolak kue Gyuri dan Gyuri tidak akan pernah bisa move on dari Hyukjae, dan aku rasa mempunyai Gyuri sebagai salah satu penggemar berat Hyukjae bukanlah hal yang aku inginkan. Tapi, jika aku tidak memberi tahu Hyukjae, ia akan memakan cokelat tersebut dihadapan Gyuri dan akhirnya dia akan jatuh cinta pada Gyuri?!

NO! Aku tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi! Oke, mungkin option pertama lebih bagus, tapi… aku tidak yakin Gyuri akan senang akan hal tersebut.

Ding.

Aku terloncat mendengar suara oven yang menandakan kue cokelatku telah matang. Ini kue cokelat favorite Hyukkie, ku kering, berisikan selai strawberry yang lembut, manis namun tidak asam seperti selai strawberry seperti biasanya, di atas kue kering ini terdapat seperti krim strawberry yang lembut dan manis yang dapat meleleh diatas lidah. Aku menatap hasil kerjaku dengan puas. Hyukjae pasti menyukainya.

Aku tersenyum tanpa sadar membayangkan ekspresi Hyukjae begitu memakan kue cokelatku. Ah, dia pasti sangat senang seperti tahun-tahun biasanya. Ia akan memakannya dengan ekspresi wajahnya yang terunik, gummy-smilenya yang menawan, mengucapkan kata I love you setiap menitnya, sebelum *ehem* menciumiku berkali-kali.

Aku semakin terseyum lebar membayangkan apa yang akan Hyukjae lakukan tahun ini. Di setiap tahunnya ia menyiapkan beragam kejutan dan aku sedikit penasaran dengan tahun ini. Aku melirik cincin yang melingkar di jari manisku,

“….Kau ingat cincin kita, kan? Bukti bahwa ikatan cinta kita tidak akan terpisah oleh apapun?

Tanganku mengusap cincin tersebut perlahan, “Ne, Hyukkie.”

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, tapi percayalah, jika kau percaya dan yakin benar dengan cinta kita, apapun yang akan terjadi tidak akan pernah mematahkan kisah kita. Aku berjanji padamu, apapun yang terjadi aku akan kembali padamu

Ne, aku percaya padamu Hyukkie.”

Aku segera tersadar dan melanjutkan pekerjaanku yang tertunda. Aku segera membungkus cokelat untuk Hyukjae dalam kotakan khusus cokelat yang telah ku beli sebelum pulang sekolah beberapa jam yang lalu. Ku hias-hias dengan beragam jenis strawberry di dalamya. Hyukjae pasti menyukai ini.

“Dor! Nae Donghae sedang memasak untuk hubbynya lagi, eh?”

Aku terpekik perlahan mendengar suara Donghwa yang tiba-tiba terdengar di belakangku, “Hyung! Jangan menggodaku!!”

Aku mendengar langkah Donghwa-hyung semakin mendekat kearahku sebelum berhenti berjalan tepat disampingku. Ia melingkarkan lengannya di bahuku dan mengambil salah satu cokelat kering yang ku buat.

Hyung! Jangan dimakan! Aku bahkan belum tau rasanya!”

Ia terkikik kecil, “Kau telah membuatnya selama 12 tahun. Aku tidak percaya jika rasanya akan berubah menjadi tidak enak.”

“Tapi tetap saja! Aku membuatnya setiap satu tahun sekali! Siapa tau aku salah.”

“Sudah 12 tahun, kau pasti telah terbiasa Hae-ah,” ia mengacak-acak rambutku pelan, “Eo, aku melihatmu sejak tadi, kau melamun. Ada hal yang kau risaukan, eh?”

Aku hanya menunduk menatap kotakan yang ada di tanganku, “Hyung.”

“Ya?”

“Ta—Tadi sebelum pulang aku bertemu dengan seorang teman sekelasku. Ia benar-benar mencintai Hyukkie, sampai-sampai ia membeli cokelat ‘khusus’. Ada sihir di dalamnya. Kata halmeoni penjual cokelat itu… jika orang pertama yang Hyukkie lihat ketika Hyukkie memakan cokelat itu adalah yeoja itu, maka Hyukkie akan jatuh cinta padanya. Apa kau percaya akan hal tersebut, Hyung?”

Donghwa-Hyung melepaskan lengannya yang melingkari pundakku dan menatapku serius, “Apa kau percaya dengan Hyukjae? Apa kau percaya dengan cintamu dan Hyukjae?”

Sama seperti kata Hyukkie.

“Tentu saja aku percaya, Hyung! Kepercayaan adalah hal yang paling dibutuhkan dalam suatu hubungan percintaan. Jika satu tidak percaya, cinta mereka tidak murni!”

“Nah,” Donghwa-Hyung tersenyum kearahku, “Aku berani menjamin sihir sekuat apapun tidak ada yang bisa mematahkan kekuatan cintamu dan Hyukjae yang telah bertahan 12 tahun lamanya. Hyung percaya, sihir murahan seperti itu tidak akan mampu menghancurkan cinta kalian. Kau dan Hyukjae saling percaya satu sama lain, kami—para keluarga—telah mendo’akan yang terbaik untuk kalian. Selama 12 tahun kalian bersama, kalian tidak pernah dilanda suatu masalah sedikitpun. Aku rasa Tuhan hanya ingin mencoba seberapa keras kekuatan cinta kalian hingga mampukah sebuah sihir seperti itu dapat menghancurkannya atau tidak.”

Ia menarik nafas sebelum menghancurkan, “Kau harus percaya pada Hyukjae. Pada kekuatan cinta kalian. Cinta kalian murni berasal dari hati kalian masing-masing. Cinta kalian murni berasal dari perasaan masing-masing bukan atas bantuan cokelat atau sihir atau mantra apapun. Cinta kalian seharusnya lebih kuat daripada cinta yeoja itu. Kau mencintai Hyukjae dan Hyukjae mencintaimu. Kau harus menanamkan itu di dalam hatimu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tapi aku percaya pada suatu hal.”

“Apa?”

“Aku percaya pada,” ia menggenggam tanganku dan menunjukkan jari manisku, “Pada cinta kalian yang bertahan 12 tahun lamanya. Pada cinta tulus kalian yang telah kalian ikat menuju jenjang yang lebih serius dari apa yang kalian punya saat ini. Inilah cinta kalian. Aku yang bukan siapa pun dalam hubungan kalian saja bisa percaya bahwa sihir bodoh itu tidak akan berguna, kau harus percaya juga, ne?”

Mau tak mau aku tersenyum mendengarnya, “Tapi Hyung, kalau cokelat itu berhasil.. dan Hyukjae benar-benar jatuh cinta padanya.. bagaimana?”

“Apakah usia pacaranmu seumur jagung? Tidak, kan? 12 tahun, Donghae! 12 tahun! Secara tidak langsung hati kalian pasti telah terhubung oleh suatu benang tak terlihat! Walaupun Hyukjae akan mencintai gadis itu, aku percaya, hati Hyukjae tidak mencintainya. Aku yakin hatinya akan mencari kemana hatimu berada. Kau percaya dia kan, Donghae? Jika kau percaya, semua cinta kalian, tidak akan sia-sia. Tapi jika hanya karena ini kau tidak percaya—bahkan sebelum masalah itu terjadi, maka cinta kalian 12 tahun ini….akan sia-sia. Cincin itu tidak akan pernah ada artinya, Donghae.”

“Aku percaya Hyukjae, Hyung. Aku percaya cinta kita.”

~♥~

Aku menggeliatkan badanku begitu merasakan sinar matahari pagi menerobos jendela kamarku. Aku mencoba mencari handphoneku dan mataku langsung terbelalak lebar.

Tanggal 14, hari valentine!

Tenang Donghae, tenang, everything will be alright. Aku segera mempersiapkan diriku untuk berangkat sekolah. Tidak lupa dengan kotakan cokelat yang telah ku siapkan untuk Hyukjae. Hyukjae. Pfft, aku kuat! Aku percaya dengan Hyukjae! Tidak ada yang perlu ku takutkan!

“Donghae-ah! Hyukjae telah menunggu dibawah!”

Aku segera tersadar dari lamunanku dan menyampirkan tasku, “Ne Eomma, aku akan kesana!”

Aku mengumpulkan barang-barang yang akan ku bawa dan segera berlari kebawah. Kulihat Hyukjae dan Donghwa-Hyung sedang tertawa-tawa bersama. Aku harap Donghwa-Hyung tidak menceritakan kejadian kemarin malam.

“Oh, Hae!”

Aku tersenyum kearah Hyukjae, “Pagi Hyukkie!”

Ia berdiri dan berjalan kearahku. Melingkarkan lengannya di pinggangku dan menempelkan dahinya di dahiku sebelum mencium bibirku sekilas. Like always. Ia memiringkan wajahnya sedikit membuatku merasakan deru nafasnya yang berat dan teratur menerpa telingaku.

Happy valentine’s day, wifey.

Ne, Hyukkie.”

“Kau bawa pesananku?”

“Tentu saja!,” senyumku melebar begitu melihat sebuah kalung berbandulkan cincin kami di leher Hyukjae, “Kau menggunakannya sebagai kalung? Kau malu menggunakannya di jari?”

“Bukan begitu, Hae-ah,” tangannya menggenggam kedua tanganku erat, “Kau taukan betapa cerobohnya diriku, aku takut ketika aku mencuci tangan cincin itu terlepas dari jari ku dan aku tidak menyadarinya. Bukan karena aku malu untuk mengg—“

“Ssh, aku tau aku hanya bercanda, kita bisa telat. Kkaja!”

~♥~

Aku dan Hyukjae berjalan ke dalam sekolah bersamaan. Lengan Hyukjae melingkari pundakku dan menarikku mendekat mendekati tubuhnya yang hangat. Hyukjae menggumamkan beberapa lagu selama di jalan dan aku tidak bisa merasa tidak bahagia pada saat itu. Aku percaya padanya, aku percaya pada Hyukjae.

Oppa.”

Suara seorang yeoja tersebut menghentikan langkahku dan Hyukjae. Aku tau suara ini, dan sedikit berharap ia tidak akan muncul hari ini. Tapi itu hanya harapan palsu. Aku dan Hyukjae membalik badan kami dan menatap Gyuri berdiri dihadapan kami dengan senyuman di wajahnya. Somehow, aku merasa senyumannya berarti buruk menyebabkanku mencengkram tangan Hyukjae kuat-kuat.

Ne, Gyuri-ssi?”

“Aku ingin bicara empat mata denganmu, Hyu—Eunhyuk-Oppa.”

Hyukjae mengangguk dan menoleh kearahku, “Aku pergi dulu, ne? Ingat Hae, cinta kita, percaya itu.”

Ne Hyukkie.”

Ia mengusap pipiku sebelum mencium bibirku lembut dan pergi menyusul Gyuri. Aku menatap punggung Hyukjae yang semakin lama semakin menjauh sembari memegang bibirku. Ciuman perpisahan, e-eh? Aniya! Aku menarik nafas panjang dan memutuskan untuk mengikuti mereka.

Aku berjalan perlahan-lahan berusaha sekuat mungkin agar tidak di ketahui oleh Gyuri dan Hyukjae. Ternyata mereka ke taman sekolah, wow, tempat yang bagus untuk menyatakan perasaan dan untung saja disini banyak pohon. Aku aman.

“Gyuri-ssi, aku—“

“Aku tau Oppa. Aku tau ini sia-sia, tapi setidaknya biarkan aku untuk menyatakannya. Aku mencintaimu Oppa, sangat sangat sangat mencintaimu. Sejak pertama kali bertemu denganmu di koridor sekolah, saat kau membantuku mencari kelas, aku mencintaimu sejak hari itu. Sayang, aku tidak mengetahui bahwa namja di belakangmu adalah namjachingumu.”

Aku menutup mulutku menahan diriku untuk tidak berteriak kaget. Jatuh cinta pada pandangan pertama, sama seperti ku dan Hyukjae. Aku menarik nafasku mencoba menghentikan debaran di dadaku.

“Di hari valentine ini, aku hanya ingin kau menyadari perasaanku selama 3 tahun kita sekolah. Aku tau aku telah kalah dari Donghae, aku tau kalau cinta kalian tidak bisa dipatahkan. Tapi aku mohon Oppa, meskipun kau tidak menerima hatiku.. maukah kau menerima coklatku dan memakannya tepat dihadapanku agar aku tau kau tidak membuang hatiku di tempat sampah? Karena aku membuat cokelat ini penuh dengan perasaanku selama 3 tahun ini.”

“Jika yang di hadapannya bukan dirimu, ia tidak akan pernah jatuh cinta padamu

Aku menggigit bibirku mengenyahkan pikiran-pikiran aneh dalam otakku. Tidak, aku percaya Hyukjae. Ia tidak mungkin jatuh cinta dengan yeoja yang baru saja ditemuinya 3 tahun. Cinta kita bertahan 12 tahun! Tidak mungkin hancur begitu saja!!

Aku mencoba mengintip dan tercengang melihat pemandangan dihadapanku. Hyukjae ambruk tepat setelah memakan cokelat tersebut. Jangan bilang…. Jangan bilang kalau…

Oppa? Oppa gwaenchana?”

Jangan bilang….

“Gyul? Ada apa?”

Jangan…. ya Tuhan…

“Kau tiba-tiba pingsan Oppa!”

Ya Tuhan jangan bilang….

“Mungkin aku pingsan melihat kecantikanmu, Gyul~”

….

….

….

Ini tidak mungkin.

O—Oppa kau bicara apa? Apa kepalamu terbentur?”

Aku menahan bibirku kuat-kuat mengantisipasi kalimat Hyukjae selanjutnya. Tidak mungkin, ini bukan Hyukjae. Dia bukan Hyukkie.

“Memangnya salah memuji kecantikan pacar sendiri?”

…..

…..

….

It can’t be.

Oh God… Hyukjae…

~♥~

TBC.

Poor HyukHae T^T

Eventho valentine’s day had passed 3 months ago, this fict still have to be ended^^v

“More you commenting, more HyukHae will be real♥”

8 thoughts on “Chocolate Love [Part 2]

  1. Sumpah q lbih ska hyuk yadong drpd gombal,,
    “Mungkin q pingsan melihat kecantikn mu gyul”
    Mwoyaaaaaa????
    wake up dear,,,
    Hae lbh imuut,,hiks
    Hmm,,kyk na msti mnta ckltna neh,,
    Buat melet yesung,#bugh

  2. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah *lempar gyuri pake coklat
    haeeeeeeeee yang sabar yah *tepok pundak hae
    hyukiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiie 12 tahun hyukie~,,,12 tahun!!! ingat itu !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s