fanfictions

Contract Marriage [Part 2]

Title: Contract Marriage [Part 2]

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing: HyukHae

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance/Angst/AU

Rating: PG-15 (for harsh word)

Length: Chaptered

Part: Prolog Part 1 | Part 2

Summary: You can buy anything with money, but you can never buy my heart, Lee Hyukjae!

~♥~

“Oke, aku Lee Hyukjae. Dan mulai saat ini, aku, adalah calon suamimu, Lee Donghae,” ucapnya dengan gummy-smile *eh?

Tunggu—

…… WHAT??????!!!!!

“Ka—Kau pasti bercanda…,” ucapku setengah percaya, setengah tidak.

“Tidak, aku tidak bercanda,” ia tersenyum lebar dan mengusap pipiku, “Aku. Calon. Suami. Mu. Lee. Dong. Hae.”

Aku membelalakkan mataku lebar tidak percaya dengan apa yang ku baru saja ku dengar dari kedua telingaku sendiri. Ia? Calon suamiku?! Bagaimana bisa?! Ugh, tunggu! Aku bukan gay! Dia tidak tau tentang gender-preferences ku, kan? Aku bisa menggunakan itu sebagai alasan menolak pertunangan bodoh ini! Dengan cepat aku menepas tangannya yang masih bertengger dengan manis di pipiku. Aku hendak membuka mulutku membalas semua perkataannya namun otakku terhenti untuk berfikir.

Tunggu,

Pertunangan?

Jangan bilang orang tuaku juga terlibat dalam hal ini? Kalau mereka terlibat…aku tidak bisa menolak. Jika aku menolak mereka akan sedih dan hal terakhir yang aku inginkan adalah melihat Eommaku menangis karenaku. Aku menggigit bibirku pasrah, tidak tahu apa yang harus ku katakan ataupun apa yang harus ku lakukan.

“A—Ayolah Hyukjae-ssi, ini bukan hal yang bagus untuk di ucap sebagai bahan candaan. La—lagipula aku bukan gay, aku tidak mungkin—“

So do I.”

“Eh?”

Ia menyeringai kearahku, “Aku juga tidak gay, dwarf! Aku sungguh-sungguh tidak tertarik dengan sesama jenis terutama dirimu. Percayalah, aku membenci hal ini sedalam kau membencinya. I don’t have any interest on dick.”

“Kalau begitu kenapa? Aku tidak yakin orang tuamu mendatangi orang tuaku dan menyuruh agar kedua anaknya menikah! Aku berani bertaruh bahwa orang tua ku tidak mengenal orang tuamu sama sekali!”

“Ini semacam perjodohan yang ku lakukan sendiri,” kali ini ia menatapku serius, “Aku hanya butuh beberapa bulan Donghae. Hanya beberapa bulan kau harus menjadi euhm… kekasihku?”

Aku menatapnya tidak percaya, “FUCK! Kau bilang kau bukan gay, kau bilang kau tidak tertarik denganku, tapi kau berharap aku mau menjadi kekasihmu untuk 3 bulan? 3 fucking months?! Fuck with those stupid months! I can’t even stand being your fucking boyfriend only for a fucking day!”

“Wow, you surely have a word. Ku kira kau hanya seorang nerd yang tidak bisa insulting at all, ternyata vocabularymu banyak juga.”

Aku menahan nafasku mendengar kata-katanya. Ia bahkan tidak merespon tentang apapun yang ku katakan, ia hanya merespon tentang umpatanku! Argh!

“Aku tidak perduli dengan semua ini, yang ku tahu kau bukan gay, kau tidak tertarik denganku dan pernikahan ini kau sendiri yang mengatur jadi aku asumsikan orang tuamu tidak mengetahui tentang omong kosongmu ini dan orang tuaku tidak mengetahuinya juga. Fuck you Hyukjae, I’m quit!”

Aku mengambil tasku dan berjalan meninggalkannya seorang diri. Aku berjalan mengelilingi kampus. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, seperti yang aku ceritakan sebelumya, aku tidak punya teman. Semua orang disini menjauhiku. Argh.

Kakiku membawa diriku menuju atap gedung sekolah. Tempat paling tenang yang pernah ada di kampus ini, no doubt. Tidak banyak siswa/siswi datang kemari. Aku menghempaskan tasku ke lantai dan merebahkan badanku disana. Mataku menerawang menatap langit biru.

Andai saja aku burung, aku bisa terbang kemanapun aku mau tanpa ada seorangpun yang bisa menghentikanku,’ aku mendesah pasrah sebelum memutuskan untuk memejamkan kedua mataku.

Aku terus memejamkan mataku, merilekskan segala hal yang berkelebat di fikiranku. Aku menarik nafas panjang-panjang sebelum menghembuskannya panjang-panjang. Aku bisa kehilangan beasiswaku jika aku tidak masuk kelas seperti ini! Ta—tapi bukan salahku jika guru mengusirku dari kelas. Tapi itu salah ku juga mengapa aku telat masuk kelas! Ini semua karena…

Aku, adalah calon suamimu, Lee Donghae.

Aku membelalakkan mataku lebar-lebar. For everyone’s voice, kenapa harus suaranya yang melintas di fikiranku?!! Orang ini, orang yang telah menghancurkan kehidupanku!! Argh! Aku menutup kedua mataku dengan lenganku berharap masalahku dapat menghilang dengan begitu saja.

Fuck you Lee Hyukjae!

Hyukjae’s POV

Aku menatap punggung Donghae yang semakin menjauh dariku. Aku menyeringai lebar melihat mulutnya tidak berhenti-henti menggumam. Sepertinya ia menghujaniku dengan beribu umpatan yang bisa ia fikirkan. Dia tidak se-innocent yang ku kira.

‘Aku asumsikan orang tuamu tidak mengetahui tentang omong kosongmu ini dan orang tuaku tidak mengetahuinya juga’

Aku menyeringai semakin lebar. Kau salah jalan Donghae, kau salah jalan menghindariku. Coba kita lihat seberapa mampu kau menghindari dirimu dari pertunangan ini. Aku mengambil handphoneku dan mengetikkan sebuah nomor yang aku yakin bisa membantuku.

Yoboseyo, Mr. Jung? Bisa kau lakukan sesuatu kepadaku? Tapi jangan pernah bilang kepada kedua orang tua ku tentang ini. Ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan sama sekali.”

Let’s see, can you avoid me this time?

~♥~

“Hey.”

Aku menoleh dan tersenyum kecil, “Whassup, Kyu?”

“Kau dari mana saja? well, aku tau kau suka bolos kelas, tapi aku tidak menyangka kau akan melewatkan dua mata pelajaran. Dude, ini bukan Hyukjae yang ku kenal.”

Aku melingkarkan lenganku di lehernya dan menyeretnya menuju kantin. Tidak memperdulikan pertanyaan atau pernyataan bodoh Kyuhyun. Aku hanya senang, rencanaku dapat terlaksana sore ini dan besok pagi Donghae pasti akan datang menemuiku.

“Kyu, kau mau apa? Aku traktir!”

“Huh? Hey, Hyukjae! Ada apa denganmu?”

Aku memutar kedua bola mataku jengah, “Aku mentraktirmu, apa salah?”

“Tentu saja salah! Hyukjae… tidak suka membuang uangnya apalagi untuk sebuah kata ‘mentraktir’. Itu tidak ada di dalam kamusnya sama sekali.”

Now there is,” aku kembali menyeretnya untuk mengantri barisan makanan, “God, why are you so annoying.”

Donghae’s POV

Aku mengerang merasakan sakit di punggungku. Ku buka kedua mataku dan menyadari aku tidak sedang tidur di rumahku, ataupun di ruang kesehatan. Bagaimana aku bisa—Oh, aku ingat. Dan sekarang aku kembali memikirkan apa yang harus ku lakukan terhadap Hyukjae. Ugh, aku kira dengan tidur aku bisa menghilangkan penat ini, ternyata tidak berfungsi sama sekali.

Aku mengambil tasku dan bangkit dari atap. Ku tepuk-tepuk celanaku antisipasi jikalau ada debu yang menempel. Aku tidak boleh mengotori baju ini—yeah, baju, karena terlalu istimewa sekolah ini tidak mewajibkan muridnya untuk menggunakan seragam. Aku merapikan rambutku sedikit sebelum berjalan meninggalkan atap.

Tungggu

Apa ada yang tertinggal? Aku kembali mengecek barang-barangku. Semua ada dan tidak ada yang hilang sama sekali. Lalu, ada apa dengan peraasaan aneh ini? Aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi dan aku sangat berharap tidak ada hal buruk apapun.

Aku menuruni anak tangga dengan perlahan-lahan. Berapa lama aku tertidur? Aku rasa cukup lama sampai tidak menyadari aku membolos satu pelajaran. Untuk hari ini, tidak apa-apa. Aku rasa aku punya cukup alasan untuk melewatkan dua pelajaran hari ini.

Ketika aku sampai di koridor hendak membuka pintu kelasku, sebuah suara berat menghentikan dari kegiatan apapun yang hendak ku lakukan. Dan kurasa, inilah pertanda buruk yang ku maksud.

“Lee Donghae.”

Itu bukan pertanyaan, itu bukan pernyataan pula.

Aku membalik badanku ragu-ragu, “Ne, Mrs. Han?”

“Ada telefon dari keluargamu di Mokpo, sekarang.”

“Eh? Mereka menelepon? Untuk apa?”

Mrs. Han mengangkat bahunya tidak tahu, “Saya pun tidak tahu, yang saya tahu suara mereka benar-benar sedih, mungkin sesuatu terjadi? Ayo Donghae, orang tuamu masih menelepon sekarang, kau taukan berapa mahal biaya telefon dari Mokpo ke Seoul?”

“Ah, Ne.”

Mrs. Han berjalan di depanku dan aku mengekor di belakangnya, berdo’a dalam hati tidak ada hal buruk yang terjadi. Mereka hanya merindukanku… I hope so.

Aku menggigit bibir bawahku—kebiasaan burukku ketika aku sedang gelisah—dan terlalu berkonsentrasi tentang ‘apa-yang-akan-dibicarakan-oleh-orang-tuaku’ sehingga tidak menyadari bahwa aku telah sampai di kantor. Mrs. Han menyodorkanku sebuah handphone dan aku mengambilnya dengan ragu-ragu.

Yo—yoboseyo?”

Isak tangis terdengar di ujung sana, “Donghae… *sobs*… Do—Donghae…

Eomma, ada apa?”

Bisakah kau pulang sekarang Donghae?”

Aku mencengkram handphone tersebut kuat-kuat, “Ada apa, Eomma?”

Ki—kita jatuh miskin… sejam yang lalu segerombolan orang berbaju hitam menerobos rumah kita dan mengatakan rumah yang kita tinggali akan digusur karena tanah yang kami tinggali adalah tanah milik negara. Kita telah mencoba bernegoisasi.. dan…dan mereka bilang boleh jika kita bisa membayarnya.

“Be—Berapa banyak?”

Keringat mulai membasahi peningku. Ada sebuah masalah lagi yang menambah penatku. Kenapa masalah tidak mau menjauh dari kehidupanku?!

Cu—cukup banyak, 500 juta Won.” (A/N:sekitar 4 miliyar lebih)

Mwoya?!! Eomma, dari mana kita akan mendapatkan uang sebanyak itu? Kapan jangka terakhir?”

Aku mendengar Eomma mendesah keras, “Tidak cukup lama Donghae, lusa.”

Aku merasakan seluruh tubuhku membeku. Aku bahkan tidak menyadari kapan Eomma memutuskan sambungan telefon. Yang terakhir aku dengar hanyalah ‘cepat pulang kemari’. Oh Eomma, jikalau aku pulang, apa yang harus ku lakukan? Aku tidak punya banyak uang sama seperti dirimu.

Ba—banyak uang?

Hyukjae!

Hyukjae punya banyak uang! Ia pasti bisa menolongku dengan memberikan 500 juta won tersebut. Tapi… Apa dia akan menolongku? Aku tidak mungkin memohon begitu saja. 500 juta won adalah uang yang banyak! Aku bahkan tidak yakin Hyukjae mau menolongku. Kami bukan teman ataupun sahabat dekat, kami tidak mengenal satu sama lain, untuk apa ia meminjamkan 500 juta won kepadaku?

Ayo Donghae berfikir-berfikir! Apa yang bisa kau lakukan! Kau masuk ke sekolahan ini bukan karena keberuntungan! Karena kau pintar, karena itulah kau mendapat beasiswa! Apa? Apa? Aish, ayo berfikir.

Seakan disambar petir, aku merasakan seluruh duniaku berhenti bergerak, jantungku berhenti berdetak dan aku mengira darahkupun ikut berhenti mengalir. Ada satu hal, ada satu alasan yang bisa ku lakukan. Pernikahan tersebut. Aku bisa saja menerima Hyukjae menjadi ‘pacar’ku dalam waktu 3 bulan atau berapa bulan pun yang ia inginkan, selama ia bisa memberikanku 500 juta won.

Oke.

Meskipun ini harus memakan harga diriku aku tidak perduli. Lebih baik aku kehilangan harga diriku daripada tempat tinggal yang nyaman dan aman untuk kedua orang tuaku.

Aku mengembalikan handphone yang di berikan Mrs. Han dan berterima kasih kepadanya sebelum berlari mengelilingi sekolah untuk mencari Hyukjae. Ah! Itu dia! Ia bersama dengan Kyuhyun. Ugh. Aku berharap ia sendiri, tapi… tidak apalah. Toh jika aku benar-benar ‘menikah’ dengan Hyukjae semua pun akan tahu.

“Lee Hyukjae!”

Ia berhenti memakan dan begitu pula dengan Kyuhyun. Sebuah alisnya terangkat memberikan sinyal pertanyaan ‘apa-yang-mau-kau-katakan’ padaku. Aku menghela nafas dan membuang mukaku kearah lain sebelum akhirnya untuk membuang harga diriku kepada orang yang aku rasa bisa menyelamatkanku.

“Aku terima.”

“Terima apa?”

“Aku menerimamu sebagai pacarku.”

Dan mata Kyuhyun membelalak lebar tidak percaya mendengar apa yang baru saja ku katakan. Fuck this life.

~♥~

The end LOL nuuh just kidd. TBC ofc^^

Now let see, how will you react to my threat kkk I’m not nice anymore, so beware /kicked

14 thoughts on “Contract Marriage [Part 2]

  1. Pnsran m motif hyuk jdiin donge pcar,hmm
    Bkn gay,g trtrik m hae tpi ko mlih hae jd co na,…
    Ckck,,mlh sok phlwan lgi..
    Q thu hyuk u yg nyt rmh donge,,huhh pnter mat c,,
    Ok,,slmt brpcran,,kkk
    Jgn lpa PJ na#plaak

  2. kyaaa hyuk menghalalkan segala cara buat dapetin hae..kalo nanti hae tau dia bakalan marah tuh..

  3. that is just WOW…its so nice so amazing from u…i totally exited to read its…
    great that you are back…~hugs~
    love your background picture…and the cover is so cool…love it…^^

  4. haduhhh..haduhh..
    yah!! lee hyukjae… jangan bilang kau yang buat keluarganya hae bangkrut??
    aigooo this boy,,really *shakes head

    i reaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaly love the background but i can’t see the comment TT.TT

  5. wah gilaaaaaaa!! *jamak rambut sendiri*
    author kenapa bisa buat ff sebagus ini (?) ><
    itu si myeolci bener bener dah😀 bener bener suka ama karakternya. tapi.. -___- donghae kurcaci maksud looooo.. hahahaha😄 jadi ngebayangin donghae lebih MUNGIL dari hyukjae. daebak author!! daebak super!😀

  6. Uwaaaaa…. Keren bgt😄 tapi masih penasaran sama kisah selanjutnya nih. Tetap semangat bikin ceritanya. Hwaiting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s