fanfictions

Skate to My Heart

Title: Skate to My Heart [lame? Right, idk what title shd I use]

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing: HaeHyuk

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance/Cliché

Rating: G

Length: One-shoot.

Old fic: 110819, forgot to post.

***

“EUNHYUK AWAS!!!!”

Namun terlambat. Aku telah menabrak orang lagi. Aku berusaha bangun dan membungkuk minta maaf kepada orang tersebut. Sial! Sudah berapa kali aku terjatuh? Empat? Lima? Pasti lebih dari itu. Sepuluh mungkin?

Sungmin mendekat ke arahku, “Gwaenchana?”

Gwaenchana, hanya belum terbiasa.”

Aigo, Eunhyuk-ah, kau sudah terjatuh selama tujuh belas kali dan kau masih belum bisa berdiri dengan seimbang?!”

“Oh jadi aku jatuh tujuh belas kali?” gumamku seadanya.

Tiba-tiba seseorang memukul kepalaku dengan keras. Seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Sungmin. Aku menatap kesal ke arahnya. Sedangkan ia hanya tersenyum, menunjukkan senyuman kelincinya.

Ya Minnie! Kau kejam sekali! Aku sudah jatuh sebanyak tujuh belas kali dan apa yang kau lakukan? Memukul kepalaku!”

Senyumannya semakin lebar, “Kau harus berusaha Eunhyuk, ayo kita latihan lagi dan buat rekor seorang monyet berhasil jatuh sebanyak lima puluh kali.”

YA!!!”

Arasseo, aku hanya bercanda Eunhyuk-ah,” ujarnya sambil terkikik geli.

“Ash,” aku menatapnya jengah dan menyodorkan tanganku, “Angkat aku.”

Yeah. Sekarang aku dan Sungmin sedang berada di lapangan ice skating. Entah mengapa Sungmin mengajakku kemari, katanya sih gara-gara sedang promo. Tapi melihat senyumannya, aku rasa ini semua bukan hanya sekedar promo belaka.

“Hmm, silyehamnida,” seseorang menepuk punggungku perlahan setelah aku berhasil berdiri dengan tegak—dengan bantuan Sungmin tentunya.

Aku menoleh dan menatap bingung dua orang namja yang tengah berdiri di belakangku, “Ne?”

“Sejak tadi kami perhatikan kau terjatuh terus, apa kau butuh bantuan? Oh ya, aku Lee Donghae, seorang couch disini, dan ini….temanku, Cho Kyuhyun.”

Ku rasakan tangan Sungmin berkeringat dingin dalam genggaman tanganku begitu matanya menangkap sosok namja yang sedang serius menatap PSPnya. Hebat! Dia bahkan bisa bermain ice skating dengan melihat PSP. Wow.

Ya Kyu!! Bisakah letakkan PSPmu untuk sementara waktu dan fokus terhadap pekerjaan? Aku tidak tanggung jawab jika kau di pecat!”

“Tapi Hae, tidak ada yang bisa ku lakukan disini, semua orang terlihat sudah terlahir sebagai seorang ice skater, aku bahkan bingung mengapa mereka repot-repot mencari seorang couch.”

“Aku Hyungmu, baboya!”

Aku tersenyum kecil melihat tingkah kedua couch di hadapanku ini, “Well, sebenarnya ada seseorang yang tidak terlahir untuk menjadi seorang ice skater disini, Kyuhyun-ssi.”

Nuguya?”

“Kyu? Kau sedang sakit?” tanya Donghae heran sebelum aku bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Ani, seratus persen sembuh.”

“Kau mengantuk?”

Ani,”

“Kau lelah?”

Anieyo!”jawab Kyuhyun dengan nada sedikit kesal.

“Kau mabuk?”

Kali ini ia menatap mata Donghae jengah, “Anieyo Hyung!!”

“Lantas kenapa kau masih bertanya siapa yang tidak jago ice skating disini?”

“Karna aku melihat semua orang sudah menjadi seorang ahli disini,” jawabnya santai masih memainkan PSP hitamnya tersebut.

Donghae memutar kedua bola matanya kesal, “BUKANKAH TUJUAN AWAL KITA MENDATANGI DUA NAMJA INI UNTUK MELATIH MEREKA?!”

“Ups.”

“Sini!” dengan kasar, Donghae menarik PSP Kyuhyun menjauh dari tangannya, “Itulah akibatnya kalau kau bekerja sambil bermain! Aku akan menyimpan PSP ini sampai shift kita selesai, arasseo?!”

Tanpa mendengar jawaban Kyuhyun, tangan Donghae telah menarikku menjauh dari Minnie dan Kyuhyun. Oh Tuhan, aku belum siap untuk mempermalukan diriku sendiri di sosok manusia yang nyaris sempurna ini!

***

“Jangan membungkuk!”

Aku menegapkan badanku. Oh yeah. Akhirnya aku belajar ice skating dengan seorang coach bernama Lee Donghae dan Sungmin bersama seorang coach bernama Cho Kyuhyun. Aku mencengkram pergelangannya kuat-kuat. Well, ia yang menarik tanganku tanpa mendengarkan protesan-protesan kecil dari mulutku.

Relax.”

“Bagaimana aku bisa relax kalau aku telah jatuh sebanyak tujuh belas kali?!”

“Mungkin karna kau masih terlalu kaku?”

“Uh,” jawabku seadanya.

Aku menggerakkan kakiku perlahan-lahan seperti yang ia katakan. Jika aku merasa ke seimbanganku sedikit melemah, aku mencengkram pergelangan Donghae dengan keras.

“Auw! Kau tidak perlu mencengkramku dengan keras, aku disini.”

Aku merasakan wajahku memerah, “Mianhae, itu reflex.”

Gwaenchana, eo! Irumi musiyeyo?”

“Lee Hyukjae, panggil saja Hyukjae.”

Dia terlihat berfikir sebentar sebelum menatapku kembali tepat di mataku, “Bagaimana kalau aku panggil kau Hyukkie dan kau panggil aku Hae? Otteyo?”

“H-hyukkie?”

Ia mengangguk, “Ne, joahe?”

Yyeah.”

Hell.

Kenapa aku harus gugup? Kenapa aku merasakan mukaku memerah? Kenapa jantungku berdebar? Oh shit! Meskipun ia tampan kau tidak perlu merasa nervous seperti ini Hyukjae!

“Hey? Hyukkie? Kalau kau mau bisa menjadi seorang ice skater yang handal, kau harus fokus!”

Seperti tersadar dari sesuatu aku langsung menoleh menatap Donghae, “Fokus? hu—“ dan tiba-tiba…,

“HUWAAA!!!”

Bruagh.

“Delapan belas kali,” ujarku lemas.

Donghae segera menarik tanganku dan membantuku berdiri. Aku mengalungkan lenganku ke lengan Donghae. Well, ini gerakan reflex. Setelah yakin aku berdiri tegap, aku melepaskan lenganku dari lengannya.

Mianhanda, aku murid yang payah ya?” tanyaku setelah melihat Sungmin yang sudah mahir setelah dilatih oleh Kyuhyun.

“Eh?”

Aku tersenyum kecut, “Lihat, Minnie saja sudah lancar dan sekarang ia sedang bermain-main bersama Kyuhyun, sedangkan aku? Aku masih belum bisa berdiri tegap sehingga kau masih tertahan disini, padahal seharusnya kau telah menikmati permainan ice skating ini.”

Aku menggigit bibirku. Aku merasakan mataku memanas dan pandanganku menjadi kabur. Yah! Kenapa aku harus menangis disini? Dihadapannya? Uhh! Aku benci diriku yang menjadi seorang ‘cry baby’ selalu menangis dimanapun dan kapanpun.

“H-hyukkie?”

“Ka—Kalau kau mau…Ka—Kau bisa tinggalkan aku sendiri.. Mung—mungkin aku memang tidak di lahirkan untuk bisa skating.”

Ya! Apa yang kau bicarakan sih? Uljima..”

Ia menghapus air mataku dengan ibu jarinya membuatku merasa hangat dengan ‘sweet-gesture‘nya. Tapi, bukankah aku merasa hangat sejak dia membantuku belajar? Aih.

“Tiga puluh kali.”

Aku menatap ke arahnya bingung, “Eo?”

“Saat aku baru belajar ice skating aku jatuh sebanyak 30 kali dalam jangka waktu satu jam.”

Mwo? Jinchayo?”

Geurae,” ia mengangguk dan tersenyum geli, “Appaku bahkan sempat frustasi mengajarkanku, ia bilang aku tidak akan pernah berhasil jika aku terus menangis dan memarahi diriku sendiri ketika aku terjatuh.”

Aku menatapnya tak percaya. Untuk apa dia menceritakanku tentang masa lalunya? Masa lalunya yang kalau boleh ku bilang…sedikit memalukan bagi seorang couch handal seperti mereka.

“Tapi Appaku bilang, jika aku mau berusaha aku pasti bisa, aku pasti bisa seperti bintang-bintang ice skater terkenal, kata Appaku aku harus berlatih dan berlatih, berlatih sampai aku meraih bintangku.”

Aku menatapnya tanpa berkedip. Orang ini benar-benar… Hebat. Ia berusaha sampai akhirnya menjadi seorang yang berhasil. Hasilnya? Ia menjadi seorang couch di tempat skate terkenal. Wow!

“Al..alhasil, kau jatuh berapa kali hingga akhirnya bisa seperti ini?”

“Ehm, entahlah, mungkin sekitar.. 60 atau 70, ah banyak! Appaku yang hafal! Aku tidak ingin mengingat seberapa banyak aku mempermalukan diriku saat itu.”

Aku menggigit bibirku menahan tawaku, “JinJinchayo?”

Geuraesseo! Untuk apa aku bohong.”

“PUAHAHAHA!!!! Ternyata seorang couch bisa jatuh sebanyak 70 kali, HAHAHA!!”

Donghae memanyunkan bibirnya. Membuatku tertawa semakin keras. Ya Tuhan, maafkan aku karna menertawakan penderitaan seseorang.

Ya! Aku itu mau menghiburmu!! Mengapa kau malah menertawakanku,” ia memanyunkan bibirnya semakin menjadi.

MiMianhae,” aku menarik nafas panjang berusaha menghentikan tawaku, “Mianhae sudah menertawakanmu Hae-ah.”

Arasseo, ayo latihan lagi!”

***

Seminggu telah berlalu setelah pertemuan pertamaku dan Donghae. Dan sekarang, kami sudah sangat akrab. Kami sering mengirimi pesan singkat dan sering berangkat bersama ke tempat ice skating bersama-sama. Dan berkatnya pula, aku mulai lancar bermain ice skating.

“Hyukkie-ah, kan sudah ku bilang kalau sedang bermain jangan melamun, kau bisa mengganggu kenyamanan orang lain dan menyelakakan dirimus sendiri!”

Well, sekarang kami tengah di lapangan skating dan dia disampingku bukan sebagai coachku lagi melainkan sebagai seorang sahabat yang sedang bersenang-senang.

“Nah kan melamun lagi. Hyukkie!!”

Aku terkikik geli, “Aku banyak fikiran Hae-ah. Mianhae?”

“Aish, kau selamat hari ini tapi tidak esok-esok! Ya, Hyukkie-ah, apa Sungmin bersapa Kyuhyun lagi?”

Ne,” aku mencoba mengingat-ingat isi sms Sungmin pagi ini, “Ia ada janji kencan lagi dengan Kyuhyun. Aku rasa Kyuhyun tidak akan datang lagi sampai sore ini.”

“Haish, kalau begini caranya Kyuhyunnie bisa dipecat!”

Yep, Kyuhyun dan Sungmin, mereka telah menyatakan suka satu sama lain beberapa hari yang lalu. Sungmin bahkan mengatakan bahwa Kyuhyunlah alasan utama Sungmin mengajakku kemari dan bukan karena promo yang ia jelaskan kepadaku.

“Hyukkie, waegeurae? Sedari tadi kau hanya melamun dan melamun…”

“Ah, anieyo. Aku hanya…entahlah.”

“Euhng, Hyukkie, nanti malam kau ada acara? Jalan yuk!”

“Oke.”

***

“Haeeeeeee, haruskah aku menggunakan penutup mata?!”

Donghae terkikik geli dibelakangku sebelum mempererat genggaman tangannya di tanganku, “Ne, tentu saja. Kalau kau tidak menggunakan penutup mata itu maka semua jadi kacau. Tidak ada surprise lagi untukmu.”

“Aish, surprise apa? Cepat, aku tidak punya banyak waktu!”

“Sabar!”

Aku memanyunkan bibirku tanpa sadar. Sedikit harapan terbesit di dalam hatiku. Mungkinkah, Donghae ingin menyatakan cintanya? Tapi siapa aku? haha kau bodoh sekali Hyukjae. Tidak mungkin seorang Donghae jatuh cinta padamu. Lihat saja pertemuan pertama kalian, sangat memalukan.

“Kita sampai Hyukkie.”

Aku menoleh ke kanan dan ke kiri—tindakan yang amat bodoh yang tengah ku lakukan, “Kita dimana? Boleh ku buka sekarang, Hae-ah?”

“Jangan! Tunggu, aku pergi sebentar. Nanti jika aku bilang ‘siap’ kau buka, arasseo?”

Ne.”

Aku hanya berdiri kaku disana mendengarkan derap langkah kaki Donghae yang perlahan-lahan hilang begitu saja. Sekarang hanya kesunyian dan hawa dingin yang menyelimutiku. Ugh. Entah mengapa jika ada Donghae semua terasa hangat. Aku mengusap-usapkan telapak tanganku ke kedua lenganku berharap memberikan sedikit kehangatan.

“Donghae lama…”

Aku mulai menggigit bibir bawahku gusar. Kebiasaanku sejak dulu apabila aku merasa tidak nyaman atau merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Apakah Donghae meninggalkanku di sini seorang diri karena ia terlalu stress mengajariku ice skating? Andwae!

Tapi aku yakin, seorang manusia sebaik Donghae tidak mungkin melakukan hal tersebut. Ia tidak mungkin mempunyai hati meninggalkanku seorang diri seperti ini. Tapi bisa jadi ia terlalu jengkel karena aku tidak pernah berhasil skating di minggu-minggu pertemuan pertama kita. Tapi kan sekarang aku sudah bisa!! Fikiran-fikiran liarku terpotong begitu mendengar suara halus Donghae memanggil namaku.

“Hyukjae! Kau hadap kebawah dan lepas ikatanmu! Siap!”

Aku menundukkan kepalaku kebawah dan membuka penutup mataku. Mataku terbelalak lebar menyadari dimana aku saat ini. Tempat ice skating. Dan di bawah sanalah Donghae berdiri lengkap dengan skaternya. Ia melambai-lambaikan tangannya padaku sebelum tersenyum manis.

“Kau perhatikan arah meluncurku dan kau baca perlahan-lahan. Ok?!”

Neeeee!”

Ia mengangkat kedua ibu jarinya sebelum meluncur di tiga tempat berbeda dengan arah yang berbeda-beda pula. Jadi ia mengajakku kemari untuk pamer rupanya, aku tersenyum diam-diam. Pertamanya aku terpukai oleh kepandaiannya namun lama kelamaan aku merasa janggal.

Kenapa ia terus menerus meluncur di tempat yang sama dan gerakannya sama?

Tunggu.

Kau perhatikan arah meluncurku dan kau baca perlahan-lahan

Mataku mulai memperhatikan gerakan Donghae yang selalu dari arah kanan, ke tengah lalu ke kiri dan kembali lagi ke kanan. Dari arah kanan, ia meluncur lurus kedepan. Lalu beranjak ke tengah dan meluncur seperti membuat huruf O…atau mungkin huruf lain? Setelah itu ia beranjak ke sebelah kiri dan meluncur membuat bentuk tapal kuda.

Tunggu. Aku mencondongkan badanku ke depan dan berusaha fokus se-fokus-fokusnya. Jantungku berdebar keras dan aku merasakan tanganku berkeringat walau hawa disekitarku dingin. Donghae masih asyik meluncur di bawah sana sambil mengulang-ulang patern yang ia buat.

….I..

…Love—dalam bentuk gambar.

..U.

I…Love..U.

AKU?!!!!! maksudnya…. Ia mencintaiku?! Aku membelalakkan mataku lebar-lebar. Bohong, ini bohong. Hal ini terlalu indah untuk dikatakan kenyataan!

“Dengan menebak ekspresimu aku rasa kau sudah mampu menebaknya. Apa jawabanmu, Hyukkie?”

Aku menatap Donghae bingung. Shock dan malu masih menguasai seluruh tubuhku. Tidak mungkin. Aku baru saja berfikiran untuk menyatakan perasaan cintaku pada Donghae dan ini yang aku dapatkan? Ia yang menyatakan terlebih dahulu kepadaku.

“Hyukkie?” suara berharap Donghae dibawah sana membuatku segera tersadar.

Aku tersenyum dan mengangguk, “I love you too, Donghae.”

Aku dapat melihat senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Donghae dan mata bahagia Donghae berkilat-kilat jika dilihat dari tempatku berada. Aku merasakan mataku memanas. Mungkin pemandangan mataku tidak jauh berbeda dari Donghae.

Dan aku menyadari satu hal.

Aku pertama bertemu Donghae di arena ice skating, kami tidak saling kenal namun mengenal satu sama lain setelah ia menjadi coachku, dan disinilah aku sekarang, ditembak oleh namja yang aku cintai di arena ice skating tepat di tempat pertama kali kita bertemu seperti berminggu-minggu yang lalu.

Aku mengulum senyum dan berjanji untuk berterima kasih kepada Minnie. Jika bukan karenanya aku tiadk mungkin bertemu Donghae. Namun aku lebih berterima kasih lagi kepada kemampuanku, apabila aku tidak bodoh dalam skating tentu aku tidak mungkin bisa bertemu dengan Donghae.

Tuhan memang punya segala cara, untuk mempertemukan dua pasangan yang berjodoh.

 

 

 

 

.

The End<3

Hahahahahhaa😄 what is this? Lmao! I don’t even know what I wrote-____- lol this is sucks. Hahahahahhahahaha. As you can see, ini ff lama tapi aku lupa nge-post gegara ada UN waktu itu dan baru sempat ketahuan setelah aku mengobrak-abrik data di laptop aku. dan ff ini termasuk salah satu dari sekian ff yang bersembunyi di balik angka ‘167 fanfic’ di folder ff aku lol. Anyways, comment is welcomed ^^ {}

7 thoughts on “Skate to My Heart

  1. nice ff. Damn this couple totally sweet! Never stop smiling after read this story. EUNHAEHYUK IS NO.1!😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s