fanfictions

2013 EunHae’s Day [D-7]

anigif

Title: 2013 EunHae’s Day [D-7]

Main Cast:

Lee Hyukjae

Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing: HyukHae

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance / Angst / Yaoi

Rating: G

Length: Series

Try to read while hearing this ; http://www.youtube.com/watch?v=IsXB5eRMRno

~♥~

One: Trap

~♥~

“As I’m inside of the corner of your heart, yeah

I want to touch you but I’m in this black darkness

I keep settling down in this same place, in that place.”

—Henry; Trap

Ku tatap bayangan wajahku di depan kaca. Siapa dia? Siapa lelaki yang berdiri didepan cermin ini? Itukah aku? Itukah, Lee Donghae? Aku tertawa kecil namun ujung mataku menitikkan air mata. Dasar Donghae bodoh! Sudah lebih dari tiga bulan Hyukjae mencampakkanmu. Kenapa kau masih belum bisa berjalan maju? Kenapa kau masih menangisinya sampai sekarang? Dia pasti sudah menemukan penggantimu diluar sana, kenapa kau masih disini merenung di dalam apertemenmu yang kecil, menangisi kepergiannya?

Aku menghela nafasku panjang sebelum menarik kakiku menuju tempat tidur. Ku hempaskan badanku sepenuhnya ke atas tempat tidur mataku menatap langit-langit, walau sebenarnya aku menerawang kosong.

Menerawang jauh, jauh menuju masa-masa dimana aku dan dia, masih bersama. Dimana masih ada kata kita diantara aku dan dia.

~♥~

“I’m getting more and more forgotten inside of you

Inside this love that always lingers”

~♥~

“Hyukkie~”

“Hm?”

“Hyukkieee~”

“Ne?”

Aku mengerucutkan bibirku kesal, “Eunhyukkieeee!”

Ia berhenti menatap hpnya dan mengalihkan pandangannya kearahku, “Wae Donghae-ya?”

“Hmph!” desahku jengah. “Kau selalu dengan hp-mu! Tidak kah kau memikirkan bahwa ke kasihmu disini membutuhkan perhatianmu juga?”

“Donghae,” ia mengucapkan namaku sembari mengerang kesal, “Sebulan lagi ada dance competition! Apa kau tidak bisa bersikap dewasa sedikit? Aku pemimpin club ini! Masa depan club ini ada ditanganku! Semakin aku becus mengarahinya semakin berhasil kita di kemudian hari. Ku mohon—“

“Ya ya ya, pacari saja clubmu! Kau selalu menomorduakan ku! Aku manusia yang punya kesabaran bukan clubmu yang tidak punya kesabaran namun selalu kau perdulikan!”

Aku mengambil tasku dan berdiri hendak keluar dari ruang dance tersebut. Tepat di depan pintu ku dengar suara Hyukjae berbicara dibelakang. Tapi tidak ku perdulikan. Aku terlalu marah dan lelah dengan semua ini.

“Kau keluar dari pintu dan kita berakhir Donghae.”

~♥~

“Oh I’m trapped”

~♥~

Aku tidak pernah menyadari betapa pentingnya sebuah kalimat yang keluar dari mulut Hyukjae saat itu. Setelah kejadian itu, aku mulai menghindari Hyukjae berharap dia menyadari bahwa aku bukan barang yang bisa ia pertahankan dan hanya perlu mengemis maaf untuk dimaafkan. Tapi ternyata salah, tingkahku saat itu merupakan ke salahan besar.

Hyukjae’s grateful with my act.

Hyukjae mengira aku setuju dengan kata-katanya waktu itu. Bahkan pada saat aku mengirimi sms meminta maaf bahwa aku hanya merajuk, ia tidak mau perduli. Dia hanya berkata singkat dan dingin, seolah-olah aku bukan orang penting di dalam hidupnya.

You have choose your own destiny, Donghae.”

Dan disinilah aku sekarang. Sendiri. Menangisi kebodohanku. Menangisi sifat kekanak-kanakanku. Menyesali semua perbuatanku. Terpenjara dalam kegelapan. Merutuki semua kebodohan yang ku lakukan pada hari itu. You guessed it right, I’m trapped.

~♥~

“I’m getting tired, I guess I’m dreaming alone

Will you strongly shake me and wake me up, wake me up?”

~♥~

Bunyi ringtone handphoneku berdendang nyaring menggema di kamarku. Namun ku biarkan handphone itu berbunyi. Itu bukan panggilan yang ku tunggu, itu bukan panggilan dari seseorang yang ku butuhkan saat ini. Apa dia masih mengingatku? Apa dia masih ingat bahwa aku sempat hadir dihidupnya?

“Donghae-ya, kesini sebentar.”

“Berhati-hatilah kalau jalan, Donghae. Suatu saat nanti tidak ada aku yang harus mengingatkanmu terus menerus.”

“Kau belum makan, Donghae? Jangan bilang kau menungguku lagi! Sudah ku katakan, Donghae, aku sibuk, kau pun dari dulu ingat jadwalku, aku jarang ke kantin. Sekarang kau mau makan apa, Donghae?”

Pabo Donghae.”

“Berhentilah bermain-main, fokus Donghae!”

Aku mengerang kesal. Suara-suara itu tidak pernah menghilang dari telingaku seolah-olah Hyukjae masih disisi ku kemarin. Sadar Donghae, sadar! Hyukjae sudah pergi memilih hidupnya yang baru. Tidak seharusnya kau masih disini terngiang-ngiang oleh bayangannya! Ia pasti sudah melupakanmu! Kau makhluk bodoh! Kau seharusnya berjalan maju, bukan menangis meraung-raung seperti ini!

Dia telah bahagia diluar sana, Donghae. Dia tidak akan pernah memikirkanmu. Kau hanya membuang-buang waktumu sia-sia. Lupakan dia Donghae, lupakan!! Aku mengusap mataku kesal. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir, maupun fikiranku yang tidak bisa berhenti terpusat dari Hyukjae.

Aku harap Hyukjae disini. Dialah satu-satunya orang yang bisa menyadarkanku dari mimpi buruk ini, dan hanya dia yang bisa membawaku pergi dari sakit yang masih kurasakan sampai sekarang sejak tiga bulan yang lalu.

Sejak Hyukjae meninggalkanku.

~♥~

“I’m losing myself, I can’t even remember my name without you

Now will you let go of me from inside of you, let go of me?”

~♥~

“Ya Tuhan, Donghae! Kau….apa kau sudah makan pagi ini? Kau bahkan tampak seperti manusia tidak bertulang! Untung saja aku mampir kemari!”

Aku hanya menatap Sungmin dengan pandangan kosong. Makan? Apa itu makan? Apa guna makan? Aku bahkan tidak sadar bahwa aku tidak pernah memakan apapun sejak…..aku bahkan tidak ingat. Aku hanya ingat, yang memberikanku makan, hanyalah Sungmin. Tidak ada Sungmin, aku tidak makan.

Ia menarik tanganku dan membawaku duduk di meja makan, dirinya sudah sibuk berkutat di dapur memasakkan ini dan itu sembari mulutnya tidak berhenti-hentinya menceramahiku. Aku tersenyum kecil.

Apakah Hyukjae perduli jika aku sudah makan hari ini atau tidak? Ia bahkan mungkin tidak perduli aku masih hidup atau tidak.

Sebuah mangkuk disediakan dihadapanku dan Sungmin menarik kursi duduk didepanku. Tatapannya menatap lurus mataku. Aku bisa melihat betapa khawatirnya ia terhadapku.

“Donghae, let him go.”

Aku menggeleng sedetik setelah Sungmin selesai berbicara, “I can’t.”

“Tapi apa yang kau peroleh dari semua ini, Donghae? Dengan kau menangis setiap malam, dengan kau melupakan makanmu setiap hari, dengan kau memikirkannya sepanjang tahun, apa itu mampu membuatnya kembali kepadamu? Aku bisa menahannya beberapa bulan yang lalu, tapi ini sudah tiga bulan Donghae! Tiga bulan! Kau tidak bisa seperti ini terus menerus….”

Aku bisa merasakan ke putus asaan tergambar dengan jelas di dalam kata-katanya. Ku naikkan tanganku ke atas meja dan menggenggam tangannya perlahan.

“Aku tau, Sungmin, aku tahu. Apa kau kira aku tidak pernah memikirkannya? Aku…..hanya tidak bisa. Semua hal disekitarku mencerminkan dirinya, mengingatkanku akan dirinya. Terlalu banyak yang ku ingat, aku tidak bisa melepaskan ingatan tersebut secara bersama-sama…”

“Kau masih punya kami, Donghae. Jangan biarkan semua ini mempengaruhimu. Semua menyayangimu, Donghae. Semua disini bersiap untuk membantumu. Kau dengar aku, Donghae? Bahkan Kyuhyun pun bersedia membantumu melepaskannya. Yang kau butuhkan hanyalah, maukah kau membiarkan kami membuatmu lupa dengannya?”

Aku terdiam membisu.

Aku tidak ingin melepasnya. Aku tidak ingin melepas Hyukjae.

~♥~

“I am an abandoned bird inside a small birdcage called you

I can’t even fly away”

~♥~

Ku buka tirai yang menutupi jendela apartmentku membiarkan sinar matahari masuk menyinari ke suraman yang ada di dalamnya. Sudah berapa lama aku tidak merasakan cahaya matahari? Dua bulan yang lalu? Tiga bulan yang lalu? Aku sudah tidak ingat apapun.

Aku telah memikirkannya. Memikirkan hal terbodoh lebih bodoh daripada apa yang ku lakukan tiga bulan yang lalu. Semua ini tidak akan ada hasilnya jika aku terus menerus mengurung diriku dalam ke sedihanku. Aku tersenyum kecil melihat sinar matahari yang masuk menyinari apartmentku.

Bahkan sebuah sinar matahari mengingatkanku akan Hyukjae, akan senyumannya.

Aku tidak bisa pergi dari apa yang ada. Aku tidak punya mesin waktu untuk kembali mengulang semuanya. Aku pun tidak bisa bergerak maju melepaskan masa laluku karena untukku, masa depanku tidak ada tanpa masa laluku di dalamnya. Or to make it simple, aku tidak bisa membayangkan masa depanku tanpa ada Hyukjae di dalamnya.

Tapi aku pun tidak mendapatkan apa-apa jika aku terus menerus mengurung diriku disini, tidak melakukan apapun, hanya menangisi kebodohannya berharap dia untuk kembali. Dan aku baru sadar betapa bodohnya apa yang ku lakukan lebih dari tiga bulan ini.

Ia tidak akan kembali jika bukan aku yang membawanya kembali. Ia tidak akan kembali dengan air mata yang terus menerus membasahi bantalku setiap malam. Ia tidak akan kembali dengan aku tidak memakan sarapan, makan siang maupun makan malamku setiap harinya.

Aku akan mencarinya, mencarinya sampai aku tidak tahu dimana aku berada. Aku akan mencarinya, mencarinya sampai aku tidak tahu apa arti dunia sebenarnya. Aku akan membuatnya kembali kepadaku.

Tapi satu hal yang harus ku fikirkan.

Apa ia mau kembali kepadaku?

Apa ia mau kembali memungut sampah yang telah ia buang?

Senyumanku berubah pudar namun sedetik kemudian berubah menjadi senyuman andalanku. Walaupun ia tidak mau kembali, aku akan membuatnya kembali menyukaiku sama seperti apa yang aku lakukan dulu. Dulu aku berhasil, hanya melakukan sedikit kesalahan. Mengapa aku tidak bisa untuk yang kedua kalinya?

Andai kata ia tidak mau kembali, setidaknya menjadi teman tidak akan menyakiti siapapun.

~♥~

“I want to forget you, I want to fly away

I want to let you go, I want to be free”

~♥~

Aku ingin melupakannya, melupakan bagaimana ia bisa membuatku menjadi orang seperti ini. Aku ingin melepaskannya, melepaskan semua luka yang ku berikan maupun semua luka yang ia berikan.

Aku akan menempuh hidup baru.

Sebuah hidup baru yang lebih baik, yang tetap memiliki Hyukjae di dalamnya. Sebuah kesempatan kedua yang tidak akan pernah akan ku lepaskan.

~♥~

I’m trapped, I’m trapped.

—Henry; Trap

~♥~

Thursday, July 11th 2013.

D-7 | July 18th—EunHae’s Day ♡

7 thoughts on “2013 EunHae’s Day [D-7]

  1. Ouch….
    Ini…?
    7 hari menuju EunHae’s Day ?
    Update setiap hari kah ?
    Haloo author_nim..
    Saya bkn pembaca baru..
    Tapi sy review_er baru..
    Halaahh…
    Maaf baru comment.
    Sy pkir blog ini gak update lg,,
    Makanya gak comment..
    Maafffffffff…
    Udah jd pembaca ilegal..
    Sy sdh baca smua ff mu..
    Sgt2 bgus..
    TOP BGT…
    HyukHae-HaeHyuk digambarkan sama..
    Yg paling suka My Cool Boyfriend sm Autis Love…
    Tp yg oneshoot jga bgus2 deh..
    Favorit smua apalagi klo HyukHae..
    Ok..
    Author_nim..
    Maaf ya slama ini jd pembaca ilegal..
    Hwaiting author_nim..
    Salam Kenal…🙂

  2. Hyaaa Donghaee enggak mau ndengerin Hyukjae sih😦 haek manja! *cubit hae*

    Okay, next to D-6 hehe :* thanks for this adorable fanfiction saengi! Muah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s