fanfictions

2013 EunHae’s Day [D-5]

anigif

Title: 2013 EunHae’s Day [D-5]

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing: HyukHae

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance / Angst / Yaoi

Rating: G

Length: series

Try by heard this ; http://www.youtube.com/watch?v=zmS3Qh_SFwU

~♥~

Two: 사랑

~♥~

“I was so young back then, I could only see you

I didn’t need anything if we could be together”

—After School; First Love

 

Aku duduk menatap album yearbook-ku dalam diam diiringi kicauan burung sore hari dan angin taman yang tenang. Terkadang wajahku tersenyum, terkadang hanya memandang foto-foto tersebut dalam diam. Aku merindukan teman-temanku. Terlebih lagi aku merindukannya, aku merindukan Hyukjae.

Aku tersenyum kecil. Ya, Hyukjae. Seseorang yang telah mengubah hidupku menjadi lebih bahagia. Seseorang yang mengubah hidupku dari yang biasa-biasa saja menjadi sangat luar biasa. Seseorang yang memberikan warna dalam hidupku yang dulu tidak berwarna sama sekali.

Aku masih ingat dulu aku hanya memandang Hyukjae dari jauh. Menatap punggungnya dalam diam, menatap senyumnya dari kejauhan, mengagumi gummy-smilenya yang menawan. Aku juga mengingat aku rela mengorbankan apapun yang ku miliki hanya untuk membuatnya menjadi milikku.

Saat itu.

Aku pun masih mengingat dengan jelas. Bagaimana kita menjadi sebuah couple pada saat itu. Aku tertawa kecil mengingatnya. Aku rasa, ia tidak mencintaiku saat itu, eh ralat, ia bahkan tidak menyukaiku! Ia mendatangiku hanya karena ia terganggu denganku yang selalu menjadi stalkernya. Namun lama kelamaan, mungkin saja ia jatuh juga dalam pesonaku.

And I can’t be more happier than that time!

~♥~

“We fought a lot about things that weren’t a big deal

When I think about it, only laughter comes out.”

~♥~

Well, hubungan kita memang baru berjalan satu bulan. Namun satu bulan tersebut tidaklah mulus seperti yang aku bayangkan. Aku masih muda masih 16 tahun dan belum menginjak umur dewasaku, sifatku masih berombang-ambing, ku akui aku pencemburu berat waktu itu.

Dan Hyukjae…

Anggap saja ia telah dewasa walau usianya hanya 6 bulan diatasku. Awal mulanya ia bisa menanggapi sifat pencemburuku yang (baru kusadari) diatas kewajaran. Tapi lama-lama mungkin ia jengah juga, akhirnya kita sering bertengkar.

Aku tertawa kecil mengenangnya. Aku dulu selalu menyalahkannya, menyalahkan akan kurangnya sifat sabar dalam diri Hyukjae. Tapi kalau diingat-ingat sekarang, aku lah yang kurang memiliki sifat sabar waktu itu. Aku bahkan cemburu dengan jadwalnya! Padahal aku tau sendiri, dance adalah segalanya baginya! Bodohnya diriku, bagaimana bisa aku cemburu terhadap hal itu?

Dan lagi, aku ingat aku pernah cemburu terhadap betapa ia memilih strawberry diatas segalanya. Aku sempat marah ketika mendengar ia memilih strawberry dari pada diriku. Dan hasilnya, kami bertengkar hebat setelah itu!

Aku memang bodoh, cemburu terhadap sesuatu yang tidak bernafas. Tapi aku masih kecil saat itu, masih bocah jagung, tau apa aku tentang cinta? Aku hanya tau aku mencintainya dan ia adalah cinta pertamaku.

~♥~

“First love, my unforgettable love

Why does it hurt so much? Am I the only one who remembers?”

~♥~

Setahun sudah berlalu sejak kita berpisah. Sejak saat itu, aku tidak pernah bertemu lagi dengan Hyukjae maupun mencari penggantinya. Ia terlalu indah untuk diganti, ia terlalu sempurna untuk ditukar posisinya dengan perempuan manapun, maupun lelaki lainnya.

Aku tersenyum pedih, jangankan untuk mencari penggantinya, untuk move on saja aku belum bisa. Aku masih mengingat jelas rupa wajahku setiap aku bangun di pagi hari. Mata membengkak merah, wajah kusam, lemas dan tidak bersemangat, tidak nafsu makan maupun pergi untuk menjalani kuliahku.

Tapi..

Sepertinya hanya aku yang terus menerus merenungi masa-masa indah kita. Haha. Seperti ada kata kita lagi antara aku dan dia. Mungkin dia telah menemukan penggantiku. Mungkin ia bahkan tidak mengingat bahwa dia pernah memilikiku. Atau mungkin ia sama sekali tidak memiliki fikiran akan diriku lagi?

Mungkin saja.

Semua itu bisa terjadi. Mungkin saja aku memang bukan cinta pertamanya. Mungkin saja memang aku lah yang masih memikirkan akan dirinya hingga sekarang. Mungkin saja, hanya aku yang masih merasakan pedihnya perpisahan kita.

~♥~

“First love, I call out to you with this desperate voice

Until it can reach you, until always”

~♥~

Aku menutup yearbookku dan mendongak menatap langit. Bayangan wajahnya masih jelas di ingatanku. Tatapan matanya yang tajam dan fokus setiap kali ia menari, masih ku ingat seolah-olah aku masih bertemu dengannya kemarin. Suhu tubuhnya yang hangat saat ia merengkuh pundakku ke dalam pelukannya masih terasa setiap kali aku memikirkannya.

Ku pukulkan buku yearbookku ke keningku berharap bahwa ini dapat menyadarkanku dari semua kegilaan yang ku lakukan. Aku tidak bisa begini terus! Sudah cukup aku mengecewakan Sungmin, mengecewakan Kyuhyun, mengecewakan teman-temanku di kuliahan. Aku tidak boleh berhenti sampai disini. Tidak boleh terus menangisinya.

“Argh!”

Aku mengerang kesal. Mana janjiku dulu yang aku akan berhenti bertingkah seperti ini dan berusaha mencarinya? Aku memang mencarinya, tapi aku tidak berhenti bertingkah seperti ini! Argh. Tapi kalau difikir-fikir, aku harus mencari kemana lagi? semua tempat kuliahan—yang ku kira—akan menjadi kuliahnya, ternyata nihil dan tidak membuahkan hasil. Ia tidak disana, dan ia tidak berada dimana pun juga.

Mungkinkah…aku dan dia tidak ditakdirkan untuk bersama?

~♥~

“I can’t be held by you anymore, even in my dreams

Don’t ever hurt again and be happy”

~♥~

Ku lemparkan buku yearbokku sebelum menjadikannya sebagai bantal. Ku rebahkan badanku dan ku pejamkan mataku. Berharap sebuah mimpi indah mampu menyegarkan fikiranku yang terlalu kalut untuk digunakan. Ku bayangankan masa-masa indah antar aku dan Hyukjae, biasanya bayangan-bayangan ini mampu membuatku tersenyum.

Ku bayangkan ketika aku menggenggam tangan Hyukjae, aku memeluk lengan Hyukjae, aku merebahkan kepalaku di pundak Hyukjae, aku…

Tunggu.

Aku segera terduduk, mataku menatap hamparan danau dihadapanku dengan menerawang. Se-selama ini….apa memang hanya aku yang mendekatkan diriku dengan Hyukjae? Aku tidak pernah mengingat bahwa Hyukjae memelukku atau Hyukjae mencium keningku. Ataukah bayangan itu telah terhapus oleh waktu? Setahun bukan waktu yang mudah untuk menghapus sebuah kenangan, apalagi sebuah kenangan indah.

Aku tertawa pahit, air mataku keluar mengalir dikedua pipiku. Pabo Donghae. Sekarang semuanya jelas. Akulah yang bodoh disini. Aku bodoh, delusional. Hyukjae tidak pernah mencintaiku.

Ia tidak pernah mencintaiku oleh karena itu ia pergi dengan mudahnya.

Ia tidak mencintaiku karena hanya dalam bayanganku saja ia mencintaiku.

Ia tidak mencintaiku karena itu ia dengan mudahnya mengatakan kata putus, mungkin ia selalu memikirkan cara untuk memutuskanku.

“Hahahahahaha”

Aku tertawa getir. Apakah aku terlalu buta untuk menyadarinya selama ini? Sampai-sampai aku butuh waktu setahun untuk menyadarinya. Mungkin rasa cintaku terlalu besar sampai-sampai aku tidak perduli apakah dia mencintaiku atau tidak.

“Maaf Hyukjae, maafkan aku.” ucapku pada angin kosong.

Kau tidak akan merasa sakit lagi Hyukjae.

Be happy.

~♥~

“Without a choice, I’ll pray for your happiness”

~♥~

Aku mengusap air mataku dengan sapu tangan. Ku tatap langit dan tersenyum lebar. Mungkin aku harus berhenti sampai disini. Mungkin aku memang harus mulai mencari penggantinya. Mungkin aku dan dia bukanlah dua orang yang ditakdirkan untuk bersama. Mungkin aku harus berhenti mencintainya.

“Hyukjae-ah. Aku tidak tau dimana kau sekarang. Apa kabarmu, apakah kau baik-baik saja, apa kau makan dengan teratur, apakah kau memikirkanku, apakah kau telah menemukan penggantiku..” aku berusaha kuat agar air mataku tidak menangis.

Aku harus berhenti. Aku hanya berjalan dalam lingkaran, tidak ada ujungnya. Aku harus melepaskannya dan bergerak maju, menuju masa depan.

“Aku bahagia jika kau bahagia Hyukjae. Aku akan berhenti memikirkanmu dan melangkah maju, melupakanmu,” sebuah air mata jatuh tanpa ku sadari, aku tarik nafas perlahan sebelum tersenyum kecil.

Be happy, Hyukjae.”

.

.

.

“tapi aku tidak akan pernah bisa bahagia tanpamu, Donghae.”

H—Hyukjae..?

~♥~

First love, my unforgettable love

—After School; First Love

 

 

 

 

~♥~

Saturday, July 13th 2013.

D-5 | July 18th—EunHae’s Day ♡

p.s harusnya di post kemaren, tapi aku ketiduran ;;;; maaf ne? update untuk hari ini, nanti malem mungkin kalo nggak ketiduran lagi. kidding.

 

3 thoughts on “2013 EunHae’s Day [D-5]

  1. Cinta itu susah dimengerti ya :’)

    Aku speechless tau saeng baca FFmu :’) gak bisa komentar apa-apa~ bagus deh pokoknyaa. Pemilihan katanya selalu bagus! :3

  2. Nice as always =😀
    Tulisanmu selalu buat aku bet
    Ah bacanya ;D
    Ayo semangat nulis nas ! Sorry gapernah comment . Baru bisa comment kalo libur doang.
    Btw , Masi inget aku kan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s