fanfictions

2013 EunHae’s Day [D-2]

anigif

 

Title: 2013 EunHae’s Day [D-2]

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing: HyukHae

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance / Angst / Yaoi

Rating: G

Length: series

~♥~

Five: All Day Think of You

~♥~

“All day I only think of you”

—2PM; A.D.T.O.Y

“Bagaimana kabarmu sekarang, Donghae?”

Donghae hanya duduk terdiam dihadapanku, menunduk menatap segelas mocha hangat di genggamannya. After freaking out Donghae like that, aku membawanya ke café di daerah taman itu, dan disinilah kita sekarang. Berkali-kali ku lihat Donghae menggigit bibir bawahnya, tanda bahwa ia sedang sangat gugup saat ini.

“A-Aku baik-baik saja, kau Hyukjae-ssi?”

Untuk dikatakan aku tidak sakit mendengar ia memanggilku Hyukjae-ssi adalah suatu kebohongan. Kenapa tiba-tiba ia memanggilku dengan embel-embel –ssi? Kita mengenal satu sama lain, for God’s sake. Apa karena aku dan Donghae berhenti berhubungan selama satu tahun? itukah penyebab kecanggungan kita sekarang?

Ku gigit bibir bawahku namun belum sempat aku menghentikannya, pertanyaan tersebut keluar lebih dulu daripada otakku mencernanya, “Kenapa tiba-tiba memanggilku Hyukjae-ssi? Just be yourself, Donghae. Kenapa kau tidak memanggilku Hyukkie atau Eunhyukkie seperti biasanya?”

“Seperti biasanya?” tawa hambar keluar dari bibir Donghae. “Aku bahkan tidak ingat kau senang mendengarku memanggilmu dengan sebutan itu, kau menyuruhku memanggilku Hyukjae, remember?”

“Donghae-ya—“

“Apa maumu kali ini, Hyukjae?” potong Donghae cepat.

Apa mauku? Ia bertanya apa mauku? Bukankah kemauanku sudah jelas? Tidak bisakah ia melihat kemauanku? Sebenci itukah ia denganku?

“Aku mau kita seperti dulu, aku mau kau kembali kepadaku Donghae..”

Ku lihat tangan Donghae bergetar sebelum ia menarik tangannya dan meletakannya di atas pangkuannya, “Kenapa? Apa kau belum puas dengan sakit hati yang kau berikan kepadaku?”

“Donghae-ah, aku tau aku berbuat kesalahan, semua orang melakukannya. Apa salah jika aku ingin membenarkan kesalahanku di masa lalu?”

Sekarang bukan hanya tangan Donghae yang bergetar, melainkan pundak dan badan Donghae ikut bergetar. Ia takut padaku atau ia menahan tangisnya? Sedalam ini kah aku menyakiti Donghae? Tapi bukankah tadi Donghae berkata ia masih memikirkanku? Dan bukankah Donghaelah yang membuat kita berakhir?

Suara lemah Donghae membangunkanku dari lamunanku, “Aku takut, Hyuk.”

“Apa yang kau takutkan, Hae-ah?”

“Semua ini…kemarin aku masih menangisimu, siang ini aku berniat melupakanmu, dan disinilah aku sekarang, berhadapan denganmu yang memintaku kembali kepadamu. Ini terlalu terburu-buru…aku takut semua ini akan gagal, kau pergi dan aku tidak bisa move on seperti apa yang ku lakukan setahun ini..”

Aku bangkit dari dudukku dan duduk disamping Donghae, menariknya ke dalam pelukanku. Ku rasakan badan Donghae menegang dalam pelukanku namun tidak ku hiraukan. Mungkin ia hanya kaget karena selama ini aku tidak pernah memeluknya sekarang tiba-tiba aku memeluknya. Ku rengkuh badan rapuh Donghae dan mengusap-usap punggungnya.

“Aku menjaminmu, everything’s gonna be alright. Dulu aku masih kecil, aku tidak tau apa itu cinta. Namun sekarang aku bukan Hyukjae yang dulu, Hae-ah. I’m a man now, I’m your man. Aku akan membuktikanmu bahwa kau tidak akan menyesal menerimaku lagi, kali ini, aku tidak akan mengacaukannya lagi seperti setahun yang lalu.”

Perlahan-lahan badan Donghae mulai melemas di pelukanku dan lengan kecil Donghae melingkar di pinggangku, membalas pelukanku, “Aku percaya padamu, Hyukjae.”

I can’t stop thinking about you, Donghae. Tidak ada waktu yang ku lalui tanpa memikirkanmu, aku gila tanpamu..”

Same here, Hyukkie..”

Aku tersenyum kecil, I’m not gonna let you go, ever.

~♥~

“I can’t do anything because of you all day

I think my heart has been taken away by you”

~♥~

Donghae merebahkan kepalanya di pundakku, telapak tangannya masih memainkan gelas mochanya, sebuah senyuman kecil menghiasi wajahnya. Ku sandarkan kepalaku ke puncak kepalanya, tidak ku sadari, sebuah senyum berkembang diwajahku.

“Aku tidak pernah merasa setenang ini setelah kau pergi, Hyukkie..”

Aku menggumam kecil, menyatakan bahwa aku mendengarkan semua ucapannya. Aku pun begitu, setelah aku kehilangan Donghae, aku tidak pernah meraskan kedamaian seperti apa yang ku rasakan saat ini. Tanganku—yang melingkar di pinggang Donghae dari tadi—mengusap pinggangnya lembut.

“Ini bukan mimpi, kan?” tanyanya pelan.

“Tidak, Hae-ah,” ku cium puncak kepalanya lembut. “Semua ini bukan mimpi, aku disini disampingmu, memelukmu. Percayakah kau jika ku bilang aku juga tidak pernah setenang ini setelah aku pergi?”

Ia hanya diam namun aku tau ia mendengarkan. Ku rengkuh pinggang Donghae semakin mendekat ke arahku. Hampir tidak ada jarak diantara kita, tidak ada yang ku hiraukan lagi selain Donghae, bahkan strawberry milkshakeku terabaikan diatas meja.

“Kau tau Hae? Setelah kita berpisah, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan. Semua terasa salah, semua tidak jelas, aku bahkan tidak tau apa yang harus ku lakukan…yang ku tau hanyalah, aku harus menemukanmu, apapun caranya.”

Ku genggam tangan Donghae dengan tangan kananku yang bebas. Aku tidak akan melepaskannya, aku tidak akan pernah melepaskan Donghae apapun yang terjadi.

~♥~

“I can’t sober up, it’s all because of you, I’m going crazy, I want you”

~♥~

Setelah dua jam lamanya menghabiskan waktu berdua di café tersebut, aku dan Donghae memutuskan untuk pergi dari café tersebut tentu saja setelah ia menghabiskan mochanya dan aku menghabiskan strawberryku. Kini aku dan Donghae tengah berjalan mengitari taman, dengan bergandengan tangan.

My life had never been so perfect.

“Eunhyukkie..”

Aku tersenyum lebar mendengar Donghae memanggilku dengan nama itu lagi, “Ne, Hae-ah?”

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Kau telah menemukanku, kan?”

Pertanyaan simple Donghae seperti menyadarkanku dari euforia bahagiaku. Benar juga. Apa yang akan ku lakukan setelah ini? Aku sudah bertemu Donghae, aku telah berbicara dengannya, aku telah meminta maaf dengannya. Berarti tinggal….memintanya kembali kepadaku?

Tapi bukankah itu terlalu cepat?

Tidak. Tidak ada yang lebih cepat dari ini. Er, baiklah, logika dan perasaanku bertentangan dua-duanya. Tapi aku sudah dewasa sekarang, aku tau apa yang terbaik untukku dan aku rasa meminta Donghae kembali padaku sekarang bukanlah hal yang tepat.

“Apa kau akan meninggalkanku lagi, Hyukkie?”

Aku tersentak mendengarnya dan dengan terburu-buru aku menjawabnya, “Tentu saja tidak!”

Mata bulat Donghae menatap mataku polos, menunggu kalimatku selanjutnya. Aku menggigit bibir bawahku, menenangkan debaran jantungku sebelum menatap balik mata Donghae lembut.

I have found you, kenapa aku harus melepasmu lagi?”

“Lalu apa yang akan kau lakukan, Hyukkie?”

Ku kecup bibir Donghae singkat sebelum tersenyum manis kearahnya, “I’ll make you fall for me, for the second time.”

~♥~

“I want to have you, I want to touch you

I’m falling for you, deeper and deeper”

~♥~

Hari demi hari berhari, bulan demi bulan berlalu, bahkan tidak terasa empat bulan sudah berlalu setelah aku bertemu Donghae di taman itu. Tidak bisa di pungkiri, empat bulan ini adalah empat bulan terindah yang pernah terjadi di hidupku. Aku memperkenalkan Donghae ke temanku Junsu dan yang lainnya, dan Donghae juga memperkenalkanku kepada Sungmin, Kyuhyun dan teman-temannya yang lain.

Somehow, Sungmin terlihat was-was setiap kita berkumpul. Matanya tidak pernah lepas dari aku dan Donghae. Mungkin sama seperti posisi Junsu di hidupku, Sungminlah yang membantu Donghae bangkit selama ini dan mungkin ia tidak senang melihatku kembali di hidup Donghae.

Percayalah Sungmin, aku tidak akan pernah dan tidak berniat menyakiti Donghae sekecil apapun.

Dan di empat bulan terakhir ini, aku mulai mengerti apa yang Donghae suka, apa yang Donghae tidak suka, apa yang membuatnya tersenyum, apa yang membuatnya merona malu. Aku tau bagaimana aku harus memperlakukannya, aku tau bagaimana aku harus membuatnya tersenyum, aku tau bagaimana aku harus membuatnya tertawa.

Aku pun tau bagaimana menenangkannya ketika ia sedih, cara menyemangatinya ketika ia sedang tidak bersemangat, menghiburnya ketika ia sedang suntuk. Sum it all, Donghae sudah menjadi bagian hidupku yang tidak bisa aku lepaskan lagi.

Aku mencintainya semakin dalam daripada sebelumnya.

~♥~

“My body and my heart endlessly want you

I’m going crazy, whatever I do, I can’t focus”

~♥~

“Hey Hyukjae!”

Aku mendongak dari hpku dan melihat Junsu tersenyum ke arahku, “Yo, man!”

“Kau terlihat lebih bahagia, bro. Senyumanmu bahkan mengalahkan mentari pagi.”

Aku tertawa terbahak-bahak dan memukul pundaknya. Ia ikut tertawa bersamaku sebelum duduk dihadapanku, menatapku serius dan cukup mengerikan bisa dibilang.

You know bro, aku lebih suka melihatmu yang sekarang daripada yang dulu. Muram, tidak pernah tersenyum dan tidak pernah bersosialisasi. Aku senang kau menemukan Donghae lagi.”

Yeah,” aku tersenyum kecil begitu bayangan Donghae sedang tersenyum, terbesit di benakku. “Dialah sumber kebahagiaanku, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan jika tidak ada dirinya disisiku.”

Otakku memutarkan kenangan demi kenangan yang ku miliki bersama Donghae selama empat bulan ini. Aku bahkan tidak menyadari bulan terasa begitu cepat berlalu, padahal dulu sebelum aku bertemu Donghae rasanya satu bulan tidak jauh beda dengan satu tahun.

“Tapi bro, as much as I want you to be happy, kau harus sadar ini sudah empat bulan kau bertemu dengannya. Tidak kah menurutmu…ini waktu yang tepat untuk memintanya menjadi kekasihmu lagi?”

“Eh?”

“Apanya yang ‘eh’?! Apa tidak terbesit di otakmu bahwa kau harus meminta Donghae menjadi kekasihmu lagi? Bagaimana kalau ia berfikir bahwa kau tidak ingin ia menjadi kekasihmu lagi? Bagaimana kalau—“

“Su,” potongku pelan. Ia berhenti berbicara dan menatapku khawatir namun aku memberikannya senyuman menenangkan, membuat kerutan di alisnya sedikit berkurang. “Menurutmu aku tidak pernah memikirkan hal itu? Aku memikirkannya dengan matang-matang, tapi waktu yang ku tunggu belum tiba-tiba.”

“Memang saat apa yang kau tunggu?”

“Tanggal dimana aku memutuskan Donghae.”

Mata Junsu membelalak lebar tidak percaya mendengar kata-kataku, “What the actual fuck, Hyukjae?”

“Hey tenanglah!” ujarku santai. “Sebulan dua minggu lagi adalah tanggal dimana aku dan Donghae berpisah. Kau pasti mengira aku sudah gila mau menembaknya di tanggal laknat itu, kan? Tapi aku hanya ingin mengubah tanggal itu menjadi tanggal yang berarti bagi Donghae. Aku ingin menghapus tanggal dimana kita berpisah, aku ingin menghapus kenangan pahit itu dengan kenangan yang baru yang sama indahnya.”

“Aku tidak tau kau bisa seromantis itu, Hyuk,” komentar Junsu setelah terdiam untuk sekian detik. “Well, good luck bro!”

Yep.”

Tunggu aku Donghae. Satu bulan lagi, dan kau akan menjadi milikku.

~♥~

All day I think about you. That’s all I do

All night I think about you. That’s all I do

—2PM; A.D.T.O.Y

 

 

 

 

~♥~

Tuesday, July 16th 2013.

D-2 | July 18th—EunHae’s Day ♡

 

2 thoughts on “2013 EunHae’s Day [D-2]

  1. Finally Donghae is back with his Hyukjae! Yuhuuuuu xD apakah ini masih ada lanjutannya sebelum destiny? Kekeke

    Inaaass bikin ff lagi yaaa xD hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s