fanfictions

2013 EunHae’s Day [D-1]

anigif

Title: 2013 EunHae’s Day [D-1]

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing: HyukHae

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance / Angst / Yaoi

Rating: G

Length: series

A/N: I really really suggest you to listen this: http://www.youtube.com/watch?v=rMtCJC39SqU it’ll make the feeling comes out.

~♥~

Six: Joah

~♥~

“I like you so much that you’re driving me crazy

Just thinking about you makes me feel good”

—Jay Park; Joah

Aku menatap display hpku dengan was-was. Terpampang dengan jelas Thursday, July 18. Tanggal kematian yang ku hindari sejak setahun yang lalu. You ask me why? Lemmie tell you why. Tepat setahun lalu, ditanggal yang sama, dan hampir dijam yang sama, Hyukjae memintaku putus darinya.

Kalau difikir-fikir memang salahku sih, andai saja aku tidak keluar dari ruang dance itu, mungkin tanggal terlaknat ini tidak pernah ada, kan? Tapi yeah, semua sudah terjadi. Menyesali pun tidak akan pernah mengubah keaadaan.

Sesekali mataku melirik kearah yang terpampang di display hpku. Sekarang menunjukkan jam 10.07, beberapa jam lagi adalah jam terlaknat yang selalu membuatku sedih setiap aku melihatnya. Jam yang ku harap tidak pernah terjadi pada setahun yang lalu, pada hari itu.

Drrt.

Aku terlonjak begitu hpku bergetar dengan sendirinya. Dasar Donghae. Begitu seriusnya kah kau mengkhawatirkan akan hari ini sampai-sampai kau terlonjak hanya karena sebuah sms masuk? Well, siapa yang bisa memarahiku? Hyukjae akhir-akhir ini bertingkah aneh dan aku hanya takut bahwa ia sudah merasa jengah denganku. Aish Donghae! Stop berfikir aneh-aneh!

To: Hae

From: Hyuk

Hae-ah, sibuk?

Aku mengerjapkan mataku kaget, membaca smsnya berkali-kali, sebelum akhirnya menghela nafas—yang entah sejak kapan ku tahan. Otakku berusaha mencerna dibalik sms singkat-padat-dan-jelasnya ini. Biasanya dia tidak mengsmsku sependek ini. Apa ada hubungannya dengan tanggal laknat ini? Aku menenangkan hati kecilku sebelum jari-jariku bergerak lincah membalas pesannya.

Kau hanya berfikir berlebihan, Donghae, semua akan baik-baik saja.

To: Eunhyukkie

From: Haehae

Nope. Wae, Hyukkie?

Belum sempat aku meletakkan handphoneku, benda kecil itu bergetar menandakan adanya sms masuk. Wow, Hyukjae cepat sekali membalas pesanku, huh?

To: Hae

From: Hyuk

Aku mau mengajakmu ke suatu tempat. Ada yang mau ku bicarakan.

01.45 PM, sharp.

Mataku terdiam membaca pesan Hyukjae. Ia mau mengajakku ke suatu tempat? Ada yang mau ia bicarakan? Jam 2 kurang 15 menit? Hari ini?

Tenang Donghae, tenang. Tidak mungkin ini pertanda buruk. Mungkin saja ia lupa bahwa di hari yang sama dan di jam yang ia janjikan, terjadi hal yang tidak mengenakkan bagi Donghae. Bisa saja itu kau anggap tanggal laknat tapi tidak bagi Hyukjae? Siapa tau Hyukjae malah menenantikan tanggal itu seperti ia menanti tanggal ulang tahunnya? Who knows.

Aku membalas dengan dua huruf o dan k. Masih ada beberapa jam lagi sebelum jam satu. Masih banyak jam yang ku miliki untuk menenangkan fikiran kacauku.

Everything’s gonna be alright, Donghae.

Everything’s gonna be alright.

~♥~

“This feeling, only you can make me have this feeling

I want to feel it till I die”

~♥~

Tepat jam 13.45, Hyukjae berada di depan pintu apartmentku. Ia menggunakan wife-beater warna hitam dibalut dengan kaus v-neck putih yang menampilkan collarbonenya yang sexy, ditambah dengan khaki short warna hitam menampikan otot betisnya yang kuat.

He looks gorgeous.

Berbeda denganku.  Karena aku tidak tau mau kemana, aku hanya menggunakan pakaian sehari-hariku. Plain shirt warna biru laut dengan celana panjang warna hitam. As simple as that.

“Err, kita mau kemana, Hyukkie?”

Ia tersenyum sebelum menjulurkan telapak tangannya, “Somewhere, kau siap?”

“Tidak terlalu. Aku gugup, entah kenapa.”

No need,” ia meraih tanganku dan menariknya perlahan menuju lift. “Kau akan menyukai ini, Hae-ah. Kau hanya perlu rileks, ok?”

Walau aku tidak percaya benar-benar bahwa aku akan menyukai ini semua, aku tetap mengangguk merespon kalimat Hyukjae. Somehow, kata-kata Hyukjae menenangkanku. Aku tertawa kecil, ia tersenyum pun mampu menenangkanku, apalagi kata-katanya?

Aku harap apa yang Hyukjae janjikan benar, aku akan menyukai ini semua.

~♥~

“I will always look at only you”

~♥~

Mataku membulat lebar begitu menyadari kemana Hyukjae membawaku sekarang. Aku merasakan tanganku mengeluarkan keringat dingin dan aku yakin, Hyukjae menyadarinya. Aku memejamkan kedua mataku berharap aku hanya berhalusinasi, tapi ternyata apa yang ku lihat tidak berubah sama sekali.

Ia benar-benar membawa ke sekolah lama kita. Tempat dimana aku dan Hyukjae mengubur cerita lama kita sebelum berpisah menuju kuliah masing-masing. Pertanyaanku hanya satu,

Kenapa ia membawaku kemari?

“Ayo turun, ada yang mau ku bicarakan.”

I don’t like this.

Hyukjae keluar dari mobil, berlari kecil ke arahku dan membukakan pintuku. Ku rasakan kakiku bergetar hebat dan andai saja tidak ada tangan Hyukjae yang menggenggam tanganku dengan erat, aku tidak tau apakah aku bisa berjalan atau tidak.

Tenanglah, Donghae. Jika memang Hyukjae ingin membicarakan hal buruk denganmu disini, ia tidak mungkin memperlakukanmu seperti putri, kan? Mungkin ia hanya merindukan masa-masa sekolahnya dan apa yang ia bicarakan tidak jauh seperti apa yang sering kita bicarakan.

“Disinilah kita.”

Aku tidak sadar sedari tadi aku berjalan sembari menunduk, begitu aku mendongakkan kepalaku, rasa takut itu kembali menyelimuti perasaanku. Ruang dance lama Hyukjae. Tempat dimana aku dan ia, putus. Apa? Apa maksud semua ini?

“H-hyuk…” ugh, aku bahkan tidak mampu berbicara?

“Donghae-ah,” ia melepas genggaman tangannya dan berbalik menghadapku, tatapannya serius. “Kau masih ingat kenangan terakhir kita disini, kan? Masih ingat dimana posisimu saat itu?”

Aku menarik nafas perlahan, “N-Ne, aku ingat. Wa-wae?”

“Aku ingin kau berada tepat dimana kamu berada waktu itu. Aku masih ingat dimana aku berdiri, itu baru satu tahun yang lalu, tidak mungkin kau sudah lupa, kan?”

Hyukjae mendorong pundakku pelan sebelum menutup pintu—yang berada tepat dibelakangku—sebelum menguncinya. Kakiku berjalan perlahan menuju posisiku pada waktu itu. Bagaimana aku bisa lupa jika setiap harinya aku berdo’a untuk kembali ke waktu itu dan merubah semuanya sehingga tidak ada kata putus diantara kita?

“Aku dapat posisiku, kau dapat posisimu, Donghae?”

Aku tersadar dan mengangguk perlahan. Aku hanya perlu berdiri disini dan menunggu apa yang hendak Hyukjae katakan, kan? Sepertinya tidak terlalu buruk. Tarik nafas dan buang perlahan, Donghae. Aku mencoba melihat Hyukjae dan menebak ekspresinya, tapi yang ku lihat hanyalah Hyukjae dengan gummy-smilenya.

“Lihat aku dan perhatikan baik-baik, ok?”

Aku menggangguk pelan, masih mencoba menerka apa yang ingin dibicarakan oleh Hyukjae, ditempat ini, ditanggal ini dan pada detik ini. Hyukjae mengambil iPodnya dan menyalakan sebuah lagu yang tidak asing di telingaku.

Jay Park, Joah.

Lagu intro mulai terdengar dan Hyukjae mulai menari mengikuti iramanya. Aku tersenyum kecil, Hyukjae masih sama hebatnya seperti setahun lalu.

“Oh baby, I like you so much that you’re driving me crazy

Just thinking about you makes me feel good”

E-Eh?

Sejak kapan Hyukjae membawa mic? Aku hanya berdiri diam disana mendengarkan ia bernyanyi sekaligus menari untukku.

“This feeling, only you can make me have this feeling

I want to feel it till I die”

Ia menari mengikuti choreo—yang entah ia buat sendiri atau memang milik pemilik lagu aslinya—dan berjalan ke arahku perlahan. Matanya menatap tepat dimataku sebelum bernyanyi lembut.

“Stay next to me, I can take care of you, I can take care of you”

Aku hanya mampu berdiri diam menatapnya, merasakan seluruh darah berhenti mengalir ke pipiku. Sekelibat rasa hangat menyebar di dadaku.

Mungkinkah,

Hyukjae menyatakan cintanya padaku?

“I will always look at only you

Without knowing, I just start laughing

Oh baby baby baby baby

I want to shout out loudly”

Ia tersenyum sebelum menari mengitariku masih tetap bernyanyi dan tidak melepaskan pandangannya dari mataku.

“I like you, I like everything about you”

Ia membuka tangannya, menggerak-gerakannya seolah mengisyaratkan hal-hal apa yang ia sukai dari diriku.

“From your head to your toes”

Sekarang ia menggerakkan tangannya menunjuk ujung rambutku sebelum menariknya kebawah menunjuk kakiku—yang bergetar hebat, dan tersenyum lembut.

“Even each of your small actions

I like it all, I like everything about you”

Sekarang ia berhenti di depanku dan menggenggam tanganku, membuatnya sekaligus berhenti menari.

“If I’m with you, I’m happy

The more time passes, the more I like you”

Aku hanya mampu menatapnya tidak berkedip, menatap kedua iris matanya yang menatapku dengan penuh kasih sayang.

“I need you

I pray that I can be with you every day

I can live happily with only you”

Ku rasakan sebuah air mata turun membasahi pipiku tidak mampu menahan berbagai emosi yang ada di dalam hatiku. One thing I know, Hyukjae benar.  I like it.

Break it down now

Come on no no

 

“Ay boy, if I’m with you, each day is so special

Stay with me forever and ever baby, please”

Aku merasakan mukaku semakin memerah mendengarnya. Ia bahkan sengaja mengganti lirik yang seharusnya girl menjadi boy. Terlebih lagi, aku menyukai lirik yang ia nyanyikan. Selama ini aku hanya mendengarnya, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tapi begitu Hyukjae yang menyanyikan, it comes perfect.

“And boy, even if we’re not meant to be

It’s you without question

You know that I got you

You know that I love you

I’ll always be with you baby”

Aku tersenyum membalas senyuman Hyukjae yang ia lemparkan ke arahku. Aku tidak tau bagaimana ia bisa menari tanpa kehilangan tempo sedikitpun, karena ia menari tanpa fokus mendengar lagunya. He has his eyes on me.

“I will always look at only you

Without knowing, I just start laughing

Oh baby baby baby baby

I want to shout out loudly”

Euphoria senangku sedikit berubah begitu lagu yang familiar ditelingaku tiba-tiba terasa tidak familiar lagi. Ternyata diam-diam Hyukjae mengubah lagu ini, ia memotong satu reff. Well, dengan atau tanpa reff tersebut, arti lagu ini masih sama.

“I don’t ever want to be apart

Even when I’m looking at you, I miss you

Always be by my side, my boy

I want you and I need you

Don’t ever, ever leave my side”

Ia meletakkan micnya dan berjalan ke arahku, tanpa menari lagi seperti beberapa saat yang lalu. Matanya terfokus di mataku dan mataku hanya bisa menatap ke matanya seolah ada magnet di dalam mata Hyukjae.

Lagu joah masih bermain di belakang, namun aku tidak ambil perduli dengan lagu itu lagi. Pandanganku dan perhatianku tertuju sepenuhnya ke arah Hyukjae. Seolah detik berhenti berjalan dan bumi berhenti berputar.

Hanya ada aku dan Hyukjae.

I like you, I like everything about you

From your head to your toes

Even each of your small actions

I like it all, I like everything about you

If I’m with you, I’m happy

The more time passes, the more I like you

I need you

I pray that I can be with you every day

I can live happily with only you

Tanpa aba-aba, Hyukjae berlutut di hadapanku, matanya masih menatapku—serius, tajam namun penuh kasih sayang. Ia mengambil kedua tanganku dan menggenggamnya perlahan.

“Donghae, Hae, Haehae.”

Aku tersenyum mendengar ia memanggil namaku, nicknameku dan panggilan kesukaanku. Hyukjae ikut tersenyum sebelum melanjutkan.

As you know, di tempat inilah kita berpisah, di hari inilah kita berpisah, di detik-detik inilah kita berpisah. But I want you to know, Hae. Sejak hari itu, sejak waktu itu, sepeninggalmu dari tempat ini… aku tidak pernah berhenti berdo’a agar aku bisa memutar waktu dan merubah segalanya. Aku berdo’a agar aku mampu menarik kata-kataku waktu itu. Maaf. Andai saja waktu itu aku tidak mengatakan kalimat laknat, yang menyebabkan kita putus, itu, mungkin air matamu tidak perlu terbuang habis selama satu tahun.”

Sebuah air mata kembali jatuh membasahi pipiku. Bukan. Aku tidak menangis karena aku sedih mendengar kalimatnya, tapi aku menangis mendengar keseriusan dibalik kalimat Hyukjae. Ia benar-benar menyesal dan aku tidak tahan mendengarnya.

“Aku bersyukur. Aku bersyukur bertemu denganmu waktu itu, sore itu. Seolah-olah Tuhan menjawab do’aku dan memberikanku kesempatan kedua untuk membenarkan semua ini. Aku ingin mengucapkan kalimat ini sejak pertemuan pertama kita, tapi aku rasa masih terlalu terburu-buru, aku takut aku akan mengacau semuanya lagi, oleh karena itu, aku memutuskan untuk mendekatimu dulu, mengenalmu lebih dalam sebelum memutuskan untuk mengucapkannya.”

Aku menggigit bibir bawahku seolah telah menebak apa yang akan ia katakan selanjutnya.

I love you, Donghae,” the way he speaks, benar-benar tenang dan serius membuat air mataku kembali mengalir. “Aku minta maaf aku mengacaukan semuanya, tapi disinilah aku sekarang, mengemis maafmu, yang tidak dapat ku dapatkan setahun yang lalu. Mengemis cintamu, yang ku buang sia-sia setahun yang lalu. Would you be my boyfriend again, Donghae? I promise you, aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama dua kali.”

Aku tertawa kecil sebelum menarik tangannya membuatnya berdiri, “stupid.”

“Eh?”

Tidak tahan melihat wajah bodoh Hyukjae, aku segera berlari kepelukannya dan membenamkan wajahku dilehernya, menghirum aromanya kuat-kuat.

I love you too, was, still and forever will be. I was, am and forever will be your boyfriend. Dulu, sekarang, maupun nanti, aku tau pada akhirnya aku akan kembali kepadamu. So yes, I want to be your boyfriend. I love you, Hyukjae.”

Aku tersenyum dalam pelukan Hyukjae. Tanggal ini menjadi hari yang berarti bagiku, waktu ini menjadi waktu yang sangat ku nanti dimasa depan, tempat ini akan selalu menjadi kenangan diingatanku.

Thanks for loving me again.

Thanks for coming home.

I love you, Lee Hyukjae. Forever will be.

~♥~

I like you, I like everything about you

I can live happily with only you

—Jay Park; Joah

~♥~

Wednesday, July 17th 2013.

D-1 | July 18th—EunHae’s Day ♡

P.S

CRAPS. SUCKS. LAME. UGH.

THIS TAKE SUCH A LONG TIME BCS I HAVE A WRITER’S BLOCK AND IT’S REALLY HARD TO PUT THE WAY HYUKJAE DANCE AND CONFESS TO DONGHAE ;AAAA; SORRY SORRY SORRY SORRY! And I think I have ruined the best meaning of Joah /facepalm/ it really is a good song, best song I may say. But I ruined it sobs ;; sorry Jay.

Comments? .w.

2 thoughts on “2013 EunHae’s Day [D-1]

  1. FINALLY~ inas~ inas~ thankyou so much wk :3

    Baguus sekali. Aku membaca ff ini sambil nyanyi joah mengingat joah adalah lagu favorite aku juga hehe. Feelnya dapeeeettt~~

    Ya udah deh sekian. Segitu dulu aja :* muaah. Thankyou baby ~❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s