fanfictions

It’s always been you.

borayosap139wq6

Title: It’s always been you.

Main Cast:

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another supporter casts.

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Romance/Fluffy

Rating: G

Length: One-shot

A/N: Happy birthday, Lee Donghae! May God bless you, give you a long and healthy live < 3 Live happily ever after with your beloved one *cough* in this case Hyukjae *cough*

p.s: planningnya buat HaeHyuk, tapi entah kenapa agak jadi HyukHae….orz maaf ya.

~♥~

“Lihat Hae! Kau dapat surat lagi!!”

Donghae memutar bola matanya sebelum mencubit keras pipi Hyukjae, “Aku tau, Hyukkie. Aku bisa melihatnya dengan jelas. Oh hari ini dia bahkan kembali memberikanku hadiah.”

Donghae memasukkan hadiah yang diberikan pengirim surat itu ke dalam tasnya dan mengambil surat beramplop biru yang tergeletak dengan manis di lokernya. Hyukjae, sahabatnya sejak kecil, tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya.

“Hae, ayo baca sekarang suratnya! Ayo baca, ayo baca!”

Begitu mereka sampai dikelasnya, Donghae tidak bisa menahan untuk tidak menatap Hyukaje aneh, “Aku yang mendapat surat, kenapa kau yang senang? Kau bahkan lebih senang daripada aku.”

“Tentu saja! Seumur-umur kita berteman, ini pertama kalinya kau mendapatkan surat cinta! Bagaimana aku tidak senang, huh?”

Donghae hanya memutarkan bola matanya (lagi) sebelum mulai membuka surat yang terdapat di dalam amplop biru itu. Setiap surat isinya hanya beberapa baris tidak lebih dari sekedar puisi, jelas orang yang mengirimkan ini adalah orang yang mahir bermain kata-kata dan bukanlah Hyukjae, orang yang ia harap adalah pengirim surat ini.

Why not?

Jawabannya simple, karena sahabatnya ini bukanlah orang yang mampu memainkan kata-kata. Dan itu artinya, Hyukjae bukanlah pengirim surat ini.

Dear sugar.

Love looks not with the eyes, but with the mind, and therefore is winged Cupid painted blind.

Your best man,

-Lee”

“Wow, Hae. Dia romantis sekali!”

Donghae meletakkan kertas tersebut sebelum menatap Donghae sangsi, “Aku ingin tau siapa dia, kau punya saran?”

“E-Eh?”

“Aku ingin mengatakan kalau ia terlalu baik untukku, dia berhak mendapatkan lebih dariku, aku tidak bisa membalas perasaannya. Apa yang harus ku lakukan agar dia tau?”

Hyukjae terdiam perlahan sebelum mencerna semua informasi yang ia terima. Begitu otaknya dapat mencernanya, ia menatap Donghae tidak percaya.

“Kau tidak bisa membalas perasaannya? Setelah semua yang ia lakukan? Apa yang salah denganmu?!”

“Tidak ada yang salah denganku, Hyukkie. Aku hanya….tidak bisa membalas perasaannya. Aku tidak ingin dia terus berharap dengan mengirimiku surat seperti ini akan membuatku mencintainya. Aku tidak yakin aku bisa melakukannya.”

“Ada suatu cara yang bisa kau lakukan, tapi aku tidak yakin ini akan berhasil…”

Senyum Donghae merekah begitu ia mendengarnya, “Apa? Apa? Semua akan ku lakukan agar aku bisa bertemu dengan pengirim surat ini.”

“Jadi…”

~♥~

Donghae’s POV

Aku menarik tangan Hyukjae dan berlari menuju loker bukuku. Kemarin—sesuai perintah Hyukjae—aku menulis sebuah surat dan meletakannya di loker sepatuku. Aku harap, orang misterius ini akan membalas pesanku.

“Oh lihat, Hae! Sekarang pesannya ada dua! Yang satu ditutup amplop yang satu hanya selembar kertas. Aku rasa orang itu tidak tau kau akan membalas suratnya dan cepat-cepat membalasnya pagi ini.”

Aku hanya mampu mendengar suara Hyukjae namun badanku tidak dapat berbuat apa-apa. Mataku menatap lekat surat yang tergeletak di lokerku itu. Jawaban yang aku butuhkan, ada disana.

“Cepat baca, Hae!”

Aku segera menangkap kedua surat yang disodorkan Hyukjae kepadaku. Tanganku bergetar membuka surat yang pertama. Apa yang akan ia katakan..

My sweet sugar,

Love is like the wind, you can’t see it but you can feel it.

Your protector,

-Lee.”

Benar dugaan Hyukjae, dia tidak sempat membaca suratku dan memasukkan suratnya yang telah ia sediakan dari rumah. Setelah menyimpan surat yang pertama, tanganku kembali bergetar membuka surat yang kedua.

Aku belum bisa menampilkan sosokku yang sebenarnya. Cause Donghae, kau akan membenciku begitu engkau tau siapa aku sebenarnya. This was better. Kau tersenyum membaca isi hatiku, tanpa harus membenci siapa pengirim surat ini sebenarnya.

Love you always,

-Lee.”

Aku mengerang kesal begitu membaca balasan dari pengirim surat itu. Aku benci mengatakannya tapi aku rasa ia seorang pengecut yang hanya berani mengatakan rasa sukanya dibalik sebuah kertas daripada berhadapan langsung denganku.

“Ada apa, Hae-ah? Dia…menolak?”

Aku meremas kertas itu kesal dan melemparnya kedalam lokerku, “Dia tidak mau menampilkan wajahnya, sial. Kalau begini bagaimana caranya aku tau siapa dia?”

“Kau mau menyerah? Saranku, bagaimana kalau kau terus membalas surat-suratnya? Selama ini kau hanya bersembunyi dan membaca surat itu kan? Kau ingin ia tau perasaanmu tapi kau tidak mau tau apa yang ia rasakan padamu. Tidakkah menurutmu, ini tidak adil untuknya, hm?”

Aku menimbang-nimbang perkataan Hyukjae, benar juga. Yang ku fikirkan hanyalah untuk kebaikanku dan bukan untuk dirinya sendiri. Baiklah, aku tidak akan menyerah. Akan ku ungkapkan siapa sosokmu sebenarnya, pria misterius!

Aku segera merobek selembar kertas dari bukuku dan menuliskan jawaban yang—menurutku—layak untuk menjawab pesannya sebelumnya.

Aku tidak membenci orang semudah itu. You love me, kau pasti tau bagaimana sifatku yang sebenarnya. Come on, aku hanya ingin bertemu denganmu dan menyampaikan beberapa hal yang tidak bisa ku sampaikan melalui pesan seperti ini.

-Donghae.”

Hyukjae mengernyit membaca balasan yang ku tulis, “Kenapa, Hyukkie?”

“Kau terlalu memberikan harapan untuknya.”

“Oh benarkah? Aku rasa kalimatku tidak terlalu berbeda dari kalimatku biasanya..?”

Ia menyerukkan bahunya sebelum berjalan menjauh dariku. Aneh, sikap Hyukjae, bukan seperti sikap Hyukjae seperti biasanya.

~♥~

Esok harinya, aku jalan sendiri ke sekolah. Hyukjae telah pergi lebih dulu dariku, ada tugas club yang harus ia bicarakan, itu sih alasan dia semalam. Begitu aku membuka lokerku, aku menemukan isi lokerku hanya berisi sebuah surat berukuran 5×4, dan hanya dua baris kalimat yang tertera diatasnya.

Temui aku istirahat kedua nanti, ditempat yang sangat kau sukai.

-Lee.”

Aku tidak bisa menahan teriakanku, begitu aku selesai membacanya aku meloncat-loncat kegirangan dengan senyuman lebar terpampang diwajahku. Oh andai saja ada Hyukjae, ia pasti juga akan senang mendengar kabar ini.

Aku segera menyimpan surat itu dan berlari menuju kelas. Berbagai pelajaran ku lewati dengan tidak fokus, otakku hanya mampu fokus mendengar detikan jarum jam yang berputar. Oh shit, tersisa 7200 detik lagi aku akan bertemu dengan pengirim misterius.

Tidak terasa 7200 detik berlalu dan aku terlonjak di tempatku begitu bel berbunyi. Entah sadar atau tidak, aku sama sekali tidak menyadari bahwa seharian tidak ada Hyukjae yang duduk disebelahku.

Mungkin ia masih ada urusan dengan clubnya, jika tidak ia tidak mungkin melewati hal terpenting seperti ini.

Sedetik setelah guru yang mengajariku pergi, aku segera berlari keluar kelas menuju tempat favoritku, tempat dimana pengirim misterius itu sedang menungguku, atap sekolah.

Aku menatap sekeliling berusaha mencari sosok seseorang namun terasa sepi. Apa aku terlalu cepat berada disini? Aku menggeleng kepalaku dan mencoba mengitari atap sekolah itu, siap atau ia bersembunyi di beberapa tumpukan itu.

Aku masih berjalan ketika aku merasakan kakiku menginjak sebuah kertas. Aku menunduk kebawah dan melihat sebuah kertas tertempel dilantai dan terinjak oleh kakiku.

So, I Love you because the entire universe conspired to help me find you. -Lee

Aku menggeleng perlahan. Apakah ia menyiapkan ini untuk menyatakan perasaannya padaku? Aku menjadi tidak rela dengannya, aku kan ingin bertemu dengannya hanya untuk menolaknya. Aku tidak bisa mencintainya, ada orang yang tengah mengisi bayanganku akhir-akhir ini dan aku percaya orang ini bukan dia.

Aku kembali berjalan dan menemukan sebuah kertas kecil tertempel di pagar pembatas. Ku ambil kertas itu dan membacanya perlahan.

I would always rathEr be happy than dignified. -Lee

Aku merasakan hatiku teremas membacanya. Apa ia tau bahwa aku akan menolaknya? Ugh, aku berharap agar orang ini tidak sedang menangis. Tidak jauh dari tempatku berdiri, aku kembali menemukan sebuah kertas tertempel di dinding. Apalagi kali ini?

The hEart was made to be broken. -Lee”

Aku terdiam mematung membacanya. Jadi dia benar-benar sudah mengetahui bahwa aku tidak akan pernah bisa membalas perasaannya! Aish bodohnya aku, aku bahkan memaksanya untuk bertemu denganku?

Adorable-sweetie-sugar,

You are tHe answer to every praYer I’ve offered. YoU are a song, a dream, a whisper, and I don’t Know how I could have lived without you for as long as I have.

Sometimes it’s a form of love Just to tAlk to somEbody that you have nothing in common with and still be fascinated by their presence.

I love you more than there are stars in the sky and fish in the sea.

[Aku terlalu malu untuk bertatap langsung denganmu, now use your fish brain, bisakah kau menebak siapa aku?]

-Lee.”

Aku duduk dilantai dan mengeluarkan seluruh surat-surat yang aku temukan di atap baru saja. Aku meneliti satu persatu bagaimana caranya aku menebak siapa pengirim surat ini. Dan akhirnya aku menemukan caranya. Setiap surat minimal memiliki huruf yang di pertebal serta menggunakan huruf kapital.

Jadi…jika dibaca satu persatu…?

L…E…E…H…Y…U…K…J…A…E… I love you…fish.

Lee Hyukjae?!

LEE HYUKJAE MENCINTAIKU?!

Aku menatap kertas-kertas dihadapanku tidak berkedip. Jadi selama ini perasaanku dan perasaan Hyukjae sama? Kita saling mencintai huh?

Aku terlalu fokus dengan kertas-kertas itu hingga tidak menyadari bahwa ada seseorang yang tengah berdiri dibelakangku.

“Aku rasa kau sudah tau, ne, Hae?”

Aku terlonjak kaget dan membalikkan badanku. Dihadapanku ku lihat senyum Hyukjae, senyuman lembut yang tidak pernah ia tunjukkan kepadaku.

Manis

“Kau pasti tidak percaya jika semua surat selama ini, adalah aku. Apakah kau membenciku, Hae?”

Aku terlalu kaget untuk menjawab, aku hanya mampu menatapnya tidak berkedip. Ia benar-benar Hyukjae kan? Hyukjae yang selama ini berada disisiku?

“Aku tidak tau sejak kapan aku mencintaimu, tapi aku benar-benar mencintaimu—“

Aku juga Hyukkie….

“—Aku bahkan berfikir keras bagaimana kau tau aku mencintaimu tanpa harus mengorbankan pertemanan kita, hingga akhirnya aku tau caranya, melalui surat, menjadi pengagum rahasiamu—“

Apakah salah jika aku bilang aku juga pengagum rahasiamu?

“—Kau tidak perlu membalas perasaanku jika kau terpaksa, aku hanya mohon agar kita tetap berteman karena aku tidak bisa hidup dengan kebencianmu, bisakah Dong—mph.”

Tanpa berfikir panjang, aku menariknya kedalam pelukanku dan mencium mulut besarnya. Ia sungguh cerewet di dunia asli tapi tidak di surat-surat itu, ia puitis. Setelah yakin ia sudah cukup diam, aku melepas ciuman pertama kami dan menatap matanya lembut.

“Sejujurnya aku ingin bertemu dengan pengagum rahasia ini karena aku ingin memberitahu dirinya, aku tidak akan pernah bisa membalas perasaannya karena aku mencintai sahabatku sendiri, kau Lee Hyukjae. Turns out, pengagum rahasiaku adalah pemilik hatiku.”

“Ja-Jadi?” ia mengedip-kedipkan matanya imut.

Aku berikan ia senyuman termanisku, “Ne, I love you too, monkey.”

~♥~

“Love does not begin and end the way we seem to think it does. Love is a battle, love is a war; love is a growing up.”

~♥~

T H E E N D < 3

Happy birthday Lee Donghae < 3

A/N: semua quotes diatas itu bukan buatanku, itu nemu dari internet. Ini listnya beserta nama pemilik quotes2 di atas.

  1. “Love looks not with the eyes, but with the mind, and therefore is winged Cupid painted blind.” ― William Shakespeare, A Midsummer Night’s Dream
  2. “Love is like the wind, you can’t see it but you can feel it.” ― Nicholas Sparks, A Walk to Remember
  3. “So, I love you because the entire universe conspired to help me find you.” ― Paulo Coelho, The Alchemist
  4. “I would always rather be happy than dignified.” ― Charlotte Brontë, Jane Eyre
  5. “The heart was made to be broken.” ― Oscar Wilde
  6. “You are the answer to every prayer I’ve offered. You are a song, a dream, a whisper, and I don’t know how I could have lived without you for as long as I have.” ― Nicholas Sparks, The Notebook
  7. “Sometimes it’s a form of love just to talk to somebody that you have nothing in common with and still be fascinated by their presence.” ― David Byrne
  8. “I love you more than there are stars in the sky and fish in the sea.” ― Nicholas Sparks
  9. “Love does not begin and end the way we seem to think it does. Love is a battle, love is a war; love is a growing up.” ― James Baldwin

c o m m e n t < 3

predebut_eunhae_01

donghae22bu5

donghae17

001

1bdd7238ea71342096ddd86c

003credit

6a47f761gw1dn121gt658j

6p3rb

010creq

predebut_donghae_15

Donghae predebut

 

d15

 

isn’theacutieiaskansklfnasnfakfnsfnmsmfalfmalmlksa i need to stop or i will abuse my keyboard. bye. n_,n happy birthday!

2 thoughts on “It’s always been you.

  1. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…
    manis..manis,,manis..
    aigoo~..
    #guling-gulingdikasur
    gak tau mau komen apa lagi.. kkk
    pokoknya hidup EUNHAE!!!

  2. Keren bangettttt. . . . . Kata-katanya nggak sembarangan. Ini sih cerpen kelas atas. Keren. Apalagi pairnya, hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s